Hernawan | Dream Praire
Ilustrasi Pria menyandang tas (Pixabay).
Dream Praire

Dalam pekat malam Pak Guru  bekerja tanpa terpaksa

Tugas murid satu persatu selesai sudah diperiksa

Tersenyum senang para murid tampaknya cukup mengerti

Pada materi yang diajarkannya dengan hati- hati

Pak Guru mulai menguap dengan mata berat

Namun tak ada sedikitpun kesal yang tersirat

Baginya sungguh suatu kebanggaan

Dapat menjadi penyampai pengetahuan

Dengan senyum Pak Guru beranjak tidur

Tidur tenang tanpa sempat mendengkur

Jika mimpi indah merasuki pikiran

Pak Guru menganggapnya sebagai hiburan

Jika ada kalanya mimpi buruk menghantui

Baginya itu hanyalah kecemasan yang teruntai

Pak Guru akan menghalau segala kegelisahan

Dengan lantunan doa- doa kepada Tuhan

Hari masih gelap belum lagi pagi

Tetapi Pak Guru sudah bergegas pergi

Sebuah tas kulit imitasi disandang menyilang di bahu kanan

Tangan menggenggam erat bungkusan bekal makanan

Dimulai dengan panjatan lirih kalimat doa

Pak Guru bersemangat memulai perjalanannya

Berkilo meter menuju tempatnya mengajar

Melewati jalan setapak penuh belukar

Berusaha melangkah  tenang namun waspada

Memperhatikan seksama berbagai pertanda

Sebab lintasan  ini bukan wilayah aman

Bagi pejalan kaki yang  pergi sendirian

Bukan tak ada rasa takut  dan cemas dalam hati

Namun semua dikalahkan oleh rasa berbakti

Sebuah tekad yang kuat untuk  memenuhi janji suci

Kalimat sakral bernama sumpah yang mengikat dan  terkunci

Selain itu ada pula dorongan kuat tak terjelaskan

Membakar semangatnya saat kesulitan begitu menekan

Ada haru yang selalu membuat matanya berkaca-kaca

Setiap  kali menatap ekspresi murid-murid yang jelas terbaca

Mata jernih anak-anak di pedalaman

Cerdas menangkap makna pengetahuan

Senyum tulus bibir kecil penuh syukur

Menghadirkan kebahagiaan tak terukur

Semoga Tuhan membalas segala jerih

Semua pengabdian Pak Guru yang tanpa pamrih

Semoga segala upaya menjadi berkah

Selamanya berpahala bernilai sedekah

Borneo, Oktober 2021