Belenggu dosa sepanjang ukiran hidup membawa kemurkaan Tuhan menciptakan dera yang sangat menyiksa batin. Sungguh manusia berada dalam dosa yang diperbuat tanpa disadari. Lembaran hidup yang bertautan dengan tingkah dosa amat mematikan nurani kecil bertengger pada raga manusia. Hiasan kesesatan bergaung dengan jiwa yang semakin lenyap dari tumpukan raga.
Kiasan kehidupan mengarungi ombak godaan nikmat dunia. Tertipu dalam kebohongan nyata nikmat dunia. Perlahan manusia terpisahkan dari Tuhan. Tak memenuhi seruan panggilan yang amat indah. Panggilan manusia agar tak bersama dalam kesesatan abadi. Begitu sayangnya Tuhan pada manusia bersimbah dosa.
Melampaui untaian kehidupan yang terasa singkat. Tak pernah abadi kehidupan dinikmati oleh manusia. Lipatan-lipatan nafsu berkuasa selalu menghisap nalar pikir manusia. Nalar yang telah lenyap terganti dengan tipuan nafsu dunia. Tak karuan raga manusia dalam pengaruh nafsu dunia. Sesat yang mereka raih tak merasa sesal yang terpancar dari raga manusia.
Hamparan dunia menjadi saksi bisu tingkah bebal manusia dalam tingkah dosa yang diperbuat. Karma tinggal menunggu sebagai balasan nyata bagi manusia bertebaran rupa dosa. Keteduhan semu dari dunia kian meninggalkan manusia. Tiada guna sesal yang manusia rasakan. Dera dari Tuhan menghampiri manusia. Kemurkaan Tuhan yang sangat bergaung nyata menyerukan balasan sangat pedih.
Sungguh kesesatan yang diraih manusia dalam naungan segala dosa yang telah diperbuat. Kehidupan bertabur dosa amat nikmat di dunia, tetapi menjadi karma setelah akhirat menanti manusia.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Searah Menpora Erick, Taufik Hidayat Tegas: Pelecehan Seksual Rusak Integritas Olahraga
-
Ragnarok Origin Classic Umumkan Turnamen Perdana, Total Hadiah Rp 16,8 Miliar
-
Tanah Air Porak Poranda, Sara Didar Tahan Tangis Demi Asa Timnas Putri Iran di Piala Asia
-
Menuju Indonesia Digital, Akses Internet Cepat Menjadi Fondasi Utama
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004