Nusa barong adalah salah satu pulau terluar di bagian selatan Indonesia. Pulau yang terletak di selatan Jawa Timur, Kabupaten Jember ini mepunyai daya pikat wisatawannya yang cukup tinggi. Baik wisatawan lokal ataupun internasional.
Bentang alamnya yang masih terjaga serta warna lautan yang membiru, menjadikan Nusa Barong dianggap oleh wisatawan sebagai surga tersembunyi di ujung selatan Pulau Jawa. Samudera Hindia yang membentang sebagai latarnya membuat siapapun yang hadir di pulau ini seolah tengah berada di ujung dunia.
Nama Nusa Barong memiliki arti pulau ular. Pulau yang dipercaya dihuni oleh siluman ular, dan seringkali meminta tumbal nyawa manusia bagi siapapun yang berani datang ke pulau tersebut.
Konon penyebutan Nusa Barong disertai cerita mistisnya sengaja disebarluaskan oleh para penduduk disana. Tatkala perlawanan terhadap VOC Belanda mulai bangkit di Banyuwangi. Agar tidak ada bangsa asing yang berani menginjakkan kaki nya di pulau yang sarat akan sumber daya alamnya itu.
Pulau Nusa Barong ditetapkan sebagai lokasi cagar alam sejak tahun 1920 tatkala penduduk Nusa Barong memutuskan untuk mengakhiri perlawanannya terhadap Belanda. hingga pada tahun 1970 Pulau Nusa Barong ditinggalkan oleh penduduknya karena faktor kelangkaan sumber pangan dan air.
Sumber Daya Alam yang Memikat VOC
Tiga tipe ekosistem yang ada di Nusa Barong menarik hasrat VOC untuk mengeksplorasi pulau ini sejak tahun 1700an. Tetapi meletusnya perlawanan rakyat Blambangan (Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo) membuat VOC menunda eksplorasi di alam Nusa Barong.
Pulau yang memiliki luas sekitar 1.361.146 hektar ini menyimpan hasil alam berupa sarang burung walet yang melimpah. Sejak masa Belanda, Nusa Barong menjadi sentra perdagangan obat-obatan tradisional berskala internasional. Wajar, apabila VOC ingin sekali memonopoli perekonomian di selatan Jawa.
Usai berakhirnya Perang Bayu pada tahun 1772, VOC yang berkeinginan menguasai penuh hasil sarang walet di Nusa Barong mulai melakukan blokade ekonomi. Para pedagang asing dikontrol untuk melakukan transasksi sarang walet.
Hingga pada 1779, Nusa Barong yang juga menjadi incaran para bajak laut, tiba-tiba dikosongkan oleh VOC. Mereka juga mulai melakukan pembakaran terhadap sarang-sarang walet yang tersebar diseluruh pulau. Pembakaran ini dilakukan guna menghalau para perompak yang mengganggu monopoli ekonomi VOC.
Alhasil, berharap dapat memperbaiki lagi ekosistem yang menghasilkan keuntungan, ternyata burung-burung walet justru enggan untuk kembali bersarang disana. Habitatnya telah dirusak, sudah tentu hasil yang adapun tidak sebaik sebelumnya.
Epos Kepahlawanan Nusa Barong
Seperti telah diungkit diatas, perlawanan rakyat Blambangan terhadap monopoli perdagangan VOC memantik terjadinya sebuah perang besar di ujung timur pulau Jawa. Perlawanan yang dikenal dengan Perang Bayu ini merupakan sebuah perang puputan hingga menimbulkan korban sekitar 60 ribu jiwa.
Kekejaman VOC dalam melakukan pembersihan para pejuang Blambangan ketika itu diceritakan telah melebihi batas-batas kemanusiaan. Hingga para pejuang yang tersisa, berhasil mundur ke Nusa Barong untuk membangun basis perjuangan kembali.
Sekitar 1000 jiwa mengungsi ke pulau ini untuk meneruskan perjuangan Pangeran Jagapati beserta panglima perangnya Mas Jagalara yang telah gugur dalam peristiwa puputan Bayu. Mereka dipimpin oleh Keboundha untuk kembali menyusun strategi dan kekuatan guna balas menyerang VOC .
Unjuk kekuatan itu dilancarkan pada 1773 di Pantai Puger dengan target kapal-kapal VOC. Aksi balasan ini dilakukan bersama-sama pasukan Sayu Wiwit yang tengah berada di area Puger dan bertindak sebagai bala bantuan.
Kekuatan persenjataan yang tidak berimbang, pada akhirnya membuat para pejuang Nusa Barong beserta Sayu Wiwit gugur di lokasi pertempuran. Sedangkan yang tersisa kembali lagi ke Nusa Barong untuk bertahan dari gempuran VOC.
Nusa Barong Saat Ini
Akses perjalanan ke Nusa Barong saat ini dapat dikata lebih mudah karena banyak integrasi transportasi yang memudahkan wisatawan mengaksesnya. Berbekal gadget maka informasi juga dengan mudah didapatkan bagi kita yang hendak berwisata kesana.
Daya tarik pariwisata yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Pemerintah Kabupaten Jember di Nusa Barong, sudah sewajibnya mendapatkan dukungan serta apresiasi positif dari masyarakat. Membangkitkan perekonomian rakyat harus menjadi tujuan utama sosialisasi wisata.
Tidak sekedar berwisata dengan tujuan menikmati nuansa alamnya yang eksotik, melainkan pula membangun kesadaran edukatif mengenai kisah heorisme di Nusa Barong. Tujuan lainnya adalah upaya membangun rasa cinta terhadap alam sebagai anugerah pemberian Tuhan yang harus dijaga kelestariannya.
Kekayaan alam beserta flora dan fauna di Indonesia juga harus terus dilestarikan dan dijaga. Tidak perlu menunggu orang lain untuk bergerak, tetapi mulailah dari diri kita sendiri. Dengan harapan, anak cucu kita kelak masih dapat menikmati eksotisme alam Indonesia beserta khazanah sejarah bangsanya.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Dari Sarinah ke Bandara, 81 UMKM Bersiap Naik Kelas Lewat Ekosistem Pariwisata
-
Sama-Sama Kasual, Ini Perbedaan Sandal Gunung dan Sandal Pantai yang Perlu Kamu Tahu
-
Warga Rempang Ketakutan, Alat Berat Masuk Saat Sinyal dan Listrik Padam
-
BNPB: Jauhi Pantai Pasca-Gempa Bumi NTT
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
Ulasan
-
Luntang-Lantung Si Gadis Taat: Saat Iman Diuji Realitas Sosial
-
Review Flex x Cop Season 1: Aksi Anak Konglomerat Memburu Pelaku Kejahatan
-
Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh
-
Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
Terkini
-
Huawei MatePad Mini Resmi di Indonesia,Tablet 8,8 Inci yang Nyaman Digenggam dan Memanjakan Mata
-
Manga Survival Leviathan Dapat Adaptasi Live Action, Tayang Februari 2027
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi