DC merupakan suatu perusahaan yang memproduksi cerita bergambar bertemakan pahlawan super. Tak hanya itu, berbagai musuh atau villain di sana juga menarik perhatian banyak penggemar dengan kisah-kisah unik yang tersaji dalam Suicide Squad.
Film pertamanya dirilis pada tahun 2016, sedangkan yang kedua mulai ditayangkan di Indonesia pada 16 September 2021 lalu. Suicide Squad terbaru ini tidak menampilkan karakter Joker, musuh komik DC terpopuler, yang kala itu diperankan oleh Jared Leto.
The Suicide Squad berdurasi cukup lama, yaitu mencapai 132 menit. Di sisi lain, mereka berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar $167,4 juta. Angka ini termasuk fantastis, meskipun nyatanya mengalami kerugian dari total biaya pembuatan. Disadur dari imdbrottentomatoes, berikut sinopsis The Suicide Squad yang perlu kamu ketahui.
Sinopsis The Suicide Squad
Seperti diketahui, Suicide Squad adalah kelompok penjahat yang dibentuk untuk melakukan berbagai misi. Jika berhasil, hukuman mereka sebagai tahanan akan diberi keringanan. Namun, konsekuensi dari aksi ini adalah rentan mati dalam waktu dekat.
Mereka diberi arahan untuk mengunjungi Corto Maltese, di mana para pejabat dan sebuah keluarga yang ditakuti, berencana merilis proyek bintang laut milik Gaius Grieves alias Thinker (Peter Capaldi). Keunggulan mahakarya itu yakni mampu membunuh ratusan jiwa dengan ekstensi inang yang dihasilkan.
Amanda Waller (Viola Davis) membagi dua kelompok dalam misi tersebut. Baru sampai di pintu utama pertarungan, tim satu dinyatakan gugur, dan hanya menyisakan Harley Quinn (Margot Robbie). Ia kemudian diculik dan dibawa ke hadapan Presiden Corto Maltese.
Sebelumnya, tim dua yang terdiri dari DuBois (Idris Elba), Peacemaker (John Cena), King Shark (suara diisi oleh Sylvester Stallone), Polkadot Man (David Dastmalchian), dan Ratcatcher 2 (Daniela Melchior) salah menyerang target.
Mereka menghabisi nyawa sekelompok kawanan yang ternyata bukan penculik Kolonel Rick Flag (Joel Kinnaman). Orang-orang itu justru memiliki misi sama untuk membasmi penguasa Corto Maltese.
Kemudian, beberapa yang tersisa dengan para anggota Suicide Squad segera menuju lokasi untuk menjalankan aksi pencegahan tersebut. Namun, mereka terlebih dahulu menyelamatkan Harley Quinn yang disekap di kediaman Presiden.
Kemampuan Harley dalam bertarung dan menggunakan senjata itu membuatnya berhasil kabur sebelum rekan-rekannya datang. Usai saling bertemu, mereka pergi menuju Jötunheim, tempat di mana proyek bintang laut disimpan.
Para anggota Suicide Squad juga membawa Thinker dari sebuah klub malam untuk menjadi informan penting serta mengelabui petugas agar dapat diizinkan masuk. Sempat bersembunyi, namun aksi mereka diketahui tentara penjaga.
Kira-kira apa yang terjadi selanjutnya? Apakah The Suicide Squad mampu menghentikan proyek mengerikan tersebut? Bagaimana nasib Thinker setelahnya?
Kamu bisa mengetahui kelengkapan kisah mereka dengan menonton film secara resmi melalui situs HBO Max. Jangan lupa untuk mengajak kerabat dekat dan sediakan camilan.
Baca Juga
-
Beri Cinta Lebih dariku by Sena
-
Punya Pengaruh Buruk, Ini 5 Cara Meminimalisir Screen Time pada Balita
-
Rasa Rindu di Balik Sepiring Indomie Goreng yang Sederhana
-
Tolak Bahasa Melayu, Warga Malaysia Ini Larang Indonesia Menonton Upin-Ipin
-
5 Alasan Buruk yang Bikin Seseorang Memutuskan untuk Menikah, Bisa Berdampak Negatif
Artikel Terkait
Ulasan
-
Kafka on the Shore: Perjalanan Menemukan Diri di Antara Mimpi dan Kenyataan
-
Ulasan Aku Sebelum Aku: Tamparan Keras untuk Pola Asuh Orang Tua yang Egois
-
Sambal Tumpang: Eksekusi Yin dan Yang dalam Proses Mengolah Tempe Bosoknya
-
Evil Dead Burn: Horor Brutal tentang Luka Keluarga yang Tak Pernah Sembuh
-
Ulasan Novel Respati, Detektif Alam Mimpi yang Berusaha Membongkar Teror
Terkini
-
Kesenjangan Harga dan Gaji: Mengapa Makanan di Mal Makin Tak Terjangkau?
-
Demon Slayer dan Exit 8 Masuk Nominasi Critics Choice Super Awards 2026
-
Lionel Messi vs Lamine Yamal! Duel Dua Generasi di Final Piala Dunia 2026
-
Jangan Lewatkan! Catat Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Ketika Buku Dikurangi, tetapi Belanja Lain Membengkak: Apa Prioritas Kita?