Sudah lazim kalau industri perfilman Paman Sam alias Amereka rilis film setiap tahunnya. Tidak terkecuali Marvel, salah satu rumah produksi yang sering merilis film superhero terkenal. Mulai dari zaman Captain America, Iron Man, Hulk, dan aliansi superhero yang dikenal dengan nama Avengers. Semua superhero tersebut lahir di rumah produksi ini.
Aneka macam film superhero hampir dirilis setiap tahunnya. Dikemas secara menarik dengan berbagai konflik dan simetografi yang menawan. Tak ayal, para penonton antusias menunggu rilis film setiap tahunnya. Tidak terkecuali penikmat film di Asia. Hampir tiap kali rilis, film Marvel berhasil menduduki puncak Box Office di berbagai negara di Asia.
Pada 22 September 2021, Marvel kembali merilis film superhero terbarunya. Di film ini, Marvel memperkenalkan tokoh superhero baru bernama Shang-Chi. Film dirilis dengan judul Shang-Chi and The Legend of The Rings. Karakter utama dalam film ini yaitu Shang-Chi, merupakan karakter dari Komik Marvel yang rilis pada tahun 1970-an.
Film produksi Marvel kali ini tergolong unik karena mengambil tokoh superhero Asia pertama. Karakter Shang-Chi diperankan oleh Simu Liu, aktor berdarah Asia. Perilisan film ini menandai debut perdana tokoh superhero Asia. Sekaligus menorehkan sejarah karena untuk pertama kalinya, tokoh superhero Marvel diperankan oleh aktor Asia.
Sebenarnya apa niat Marvel merilis film superhero Asia pertama? Perlu diingat, karakter-karakter film superhero Marvel terdahulu selalu didominasi oleh aktor Amerika. Jarang sekali Marvel mengambil aktor berdrah Asia sebagai pemeran karakater utama.
Kalaupun pernah, biasanya hanya menjadi pemeran pendukung atau pelengkap saja. Inilah yang awalnya menjadi alasan beberapa pihak skeptis terhadap perilisan film Shang-Chi and The Legend of The Ring. Banyak yang menduga, ini hanya strategi Marvel Studio untuk menggaet pasar di Asia.
Seperti penjelasan di awal, pasar Asia memang menggiurkan. Apabila dapat menguasainya, keuntungan ada di depan mata. Namun, apakah pihak Marvel Studio hanya mengejar untung semata dan mengesampingkan kualitas film?
Semenjak awal perilisan sampai dengan sekarang, ternyata Film Shang-Chi and The Legend of The Ring mendapat sambutan yang cukup baik. Prasangka buruk di awal seolah mulai terjawab dengan torehan penonton dan penjualan tiket. Bahkan film ini mampu mengalahkan Black Widow yang juga besutan Marvel Studio.
Sinematografi dan pengemasan cerita yang segar menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai seni bela diri ditampilkan dalam adegan aksi. Khususnya seni bela diri kung-fu. Namun, film ini tidak dapat lepas dari kontroversi.
Film ini mendapat sorotan dari penggemar yang ada di Tiongkok. Ada beberapa bagian dalam film ini yang dianggap menyinggung Tiongkok. Sungguh disayangkan karena penggemar film produksi Marvel di Tiongkok merupakan salah satu yang terbesar di dunia.
Walaupun demikian, perilisan superhero Asia pertama ini perlu diapresiasi terlepas dari kontroversi dan penilaian skeptis yang mengiringinya. Bagaimanapun, tidak ada yang sempurna dari sebuah karya. Namun, paling tidak ini menjadi awal bahwa industri perfilman Hollywood mulai melirik talenta seni peran dari Asia.
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Demi Meninggalkan Jalanan, Ia Menukar Namanya dengan Sebuah Petualangan
-
Bukan Pendakian Biasa, lni Cara Penyembuhan Luka di The Trouble with Heroes
-
Drama The Devil Judge, Topeng Keadilan di Tengah Konspirasi Elite Politik
-
Ulasan Novel Special Order, Menyeduh Asmara di Antara Kepulan Asap Restoran
-
Estetika Prosa Liris dan Hegemoni Masa Lalu dalam Kumpulan Prosa Madre
Terkini
-
5 HP Murah dengan Performa Flagship, Nomor 1 Paling Ganas
-
Anime Destiny Unchain Online Diumumkan, Angkat Kisah Gamer Jadi Vampir
-
Karhutla Membara, Saham Sawit Melonjak: Kebetulan atau Pertanda?
-
3 Moisturizer Gel Probiotik Buat Kulit Berjerawat: Bantu Rawat Skin Barrier
-
Taman Hiburan 'Dragon Ball Z' Siap Dibangun di Paris