Cat Among The Pigeons atau Kucing di Tengah Burung Dara adalah salah satu karya Agatha Christie yang tidak kalah seru dan menarik dibanding dengan karyanya yang lain. Dalam cerita kali ini, latar yang diambil adalah sebuah sekolah asrama khusus perempuan.
Identitas dari buku ini sebagai berikut.
Judul Buku: Cat Among the Pigeons (Kucing di Tengah Burung Dara)
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 338 halaman
Sinopsis
Suatu malam, ketika waktu telah larut di sebuah sekolah asrama, dua guru menyelidiki lampu yang menyorot misterius dari Paviliun Olahraga, ketika seluruh penghuni lainnya terlelap. Di antara tongkat-tongkat olahraga, mereka menemukan mayat seorang gadis yang tidak dikenal yang tertembak pada jantungnya.
Sekolah itu heboh ketika “si kucing” menyerang lagi. Sayangnya, seorang murid perempuan bernama Julia Upjohn tahu terlalu banyak. Terutama, dia tahu bahwa tanpa bantuan Hercule Poirot, dia akan menjadi korban berikutnya.
Ulasan
Cat Among the Pigeons atau versi bahasa Indonesianya adalah Kucing di Tengah Burung Dara karya Agatha Christie ini bercerita tentang sebuah sekolah asrama yang sangat terkenal di Inggris. Sekolah asrama ini menjadi incaran para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.
Hingga pada suatu hari, di sebuah paviliun gedung olahraga baru, telah terjadi sebuah pembunuhan seorang guru. Pembunuhan tersebut dilakukan pada malam hari saat semua penghuni asrama tertidur lelap. Mayat ditemukan dalam keadaan tertembak pada jantungnya.
Membaca karya Agatha Christie tidak pernah terasa membosankan. Selalu ada kejutan di setiap bab, menggiring pembaca untuk ikut menebak siapa dalang dibalik pembunuhan demi pembunuhan. Ditambah dengan peran serta Hercule Poirot, si detektif tua yang selalu cerdas dan selalu mampu menuntaskan kasus-kasus pembunuhan dengan tepat.
Bahasa yang digunakan juga tidak sekaku bahasa terjemahan yang pernah aku baca sebelumnya. Alur yang sangat rapi, disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah cerita yang sangat tidak mudah ditebak.
Bagian cerita yang paling disukai tentu saja menjelang bagian akhir saat akhirnya pelaku sebenarnya berhasil diungkap oleh Hercule Poirot. Tentu saja Agatha Christie tidak akan semudah itu memberikan sebuah cerita dengan alur yang mudah ditebak. Plot twist yang disuguhkan di akhir cerita sukses membuat pembaca terkejut dan langsung mematahkan teori pembaca yang telah disusun sejak membaca bab pertama.
Benar-benar sebuah cerita yang sangat mendebarkan serta membuat pembaca enggan beranjak sebelum mencapai halaman terakhir dari buku ini. Baca dan temukan cerita mendebarkan dari salah satu masterpiece Ratu Thriller Dunia ini.
Baca Juga
-
Gak Nyangka! 5 HP Samsung Harga 3 Jutaan Ini Sudah Dapat RAM 8GB dan Memori 256GB
-
5 HP RAM 12 GB Terbaik, Multitasking Anti-Lemot Cocok untuk Content Creator
-
5 Buku Rekomendasi Wonwoo SEVENTEEN, Ada yang Sudah Kamu Baca?
-
Perjalanan Nyonya Beniko Berlanjut, Toko Zenitendo Kembali Kedatangan Tamu
-
The Maidens: Novel Psychology Thriller yang Melibatkan Dosen dan Mahasiswi
Artikel Terkait
Ulasan
-
Menjadi Kapten, Menjadi Manusia: Pelajaran Hidup dari Memoar 'BEPE20: Pride'
-
Review Drama Mouse, Pembalasan Dendam yang Menguak Sisi Kelam Manusia
-
Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris
-
5 Fakta Menarik Ggeomeoksali: Pemberi Warna di Tengah Gelapnya Drama The East Palace
-
Review Film Kado untuk Ibu: Kasih Sayang, Hadiah Terbaik untuk Orang Tua
Terkini
-
Cari HP Kamera Terbaik 5 Jutaan? Ini 5 Pilihan dengan Foto Paling Tajam
-
Bebas Ribet! 8 Tren Rambut Keriting Pria untuk Wajah Kotak yang Gampang Ditata
-
Ironi Para Penjilat Kekuasaan: Saat Gelar Akademis Kalah oleh Mental ABS
-
4 OOTD Casual Chic Style ala Seo Ji Hye, Inspo Gaya Ngampus Sampai Ngantor!
-
Bendera Merah Putih Mulai Menghiasi Jalanan, Mengapa Tradisi ini Penting?