Anak-anak adalah anak-anak. Mereka mungkin berperilaku tidak pada tempatnya, tetapi mereka bukan orang dewasa. Saat menghadapi sesuatu yang benar-benar tidak diketahui, mereka tetap tidak akan mengerti jika kita tidak mengulurkan tangan dan menolong mereka. Alih-alih mengubah diri mereka seperti apa yang kita harapkan, mungkin anak-anak akan menumbuhkan ataupun mengembangkan keadaan yang lebih buruk (Every Child is Special, halaman 5).
Buku Every Child is Special karya Mega Sinta Wulandari (Laksana, 2021) ini berfokus pada metode pengubahan perilaku (modifikasi perilaku) sebagai salah satu alternatif yang populer digunakan untuk menangani anak-anak yang memiliki perilaku “sedikit buruk”. Selain itu, dilengkapi juga dengan tips, cara penanganan, dan contoh yang didasarkan pada keilmuan yang telah dipelajari dan diteliti oleh para ahli serta profesional. Semua metode dan langkah kerja dibahas secara mendetail, dilengkapi dengan contoh, serta pembahasan, sehingga Ayah dan Bunda dapat menentukan metode terbaik untuk menangani anak-anak di rumah (Every Child is Special, halaman 6).
Penting dipahami oleh setiap orangtua bahwa setiap anak terlahir spesial. Sebagaimana dipaparkan Mega Sinta Wulandari, pahami bahwa setiap anak spesial. Ada kebutuhan yang berbeda dengan anak yang lain. Kebutuhan anak kita akan berbeda dengan kebutuhan anak saudara ataupun tetangga kita. Bahkan bisa jadi, kebutuhan anak pertama kita tidak sama dengan kebutuhan anak kedua kita, kebutuhan anak kedua kita berbeda dengan kebutuhan anak ketiga kita. Mereka spesial dengan apa adanya mereka. They are special with their ways. Bahkan, jika mereka adalah anak kembar, mereka tetap akan memiliki perbedaan.
Anak-anak bukanlah penerima karma. Mereka tidak hidup dan dilahirkan untuk membalaskan apa yang telah kita rasakan. Mereka juga tidak hidup dalam kondisi dan situasi yang sama seperti kita. Jika orangtua dulu hidup dengan banyak keterbatasan, kemudian dengan segala daya upaya, cacian, celaan, dan makian harus bertahan hidup, please, jangan menarik dan membawa anak-anak pada posisi yang sama. Jangan gunakan cacian, celaan, dan makian untuk mengajarkan hidup kepada anak-anak. Atau, jika orangtua mendapatkan banyak kemudahan untuk mencapai semuanya, jangan lantas menuntut anak-anak untuk meraih pencapaian yang sama (Every Child is Special, halaman 14-15).
Sebagai orangtua, kita juga harus menjadi seorang aktor dan aktris. Artinya, kita dapat tiba-tiba menjadi guru, penasihat, bahkan hakim atau dokter bagi anak-anak. Alih-alih menuntut anak kita untuk menjadi seperti apa, bukankah lebih baik untuk mendukungnya melakukan segala hal yang menjadi mimpinya? Namun, jika mimpinya tidak terwujud pada masa kanak-kanak, berikan ia nasihat untuk terus berbahagia dan bersenang-senang di usianya (Every Child is Special, halaman 22).
Terbitnya buku Every Child is Special ini semoga dapat membantu para orangtua dalam mendidik anak-anaknya di rumah. Semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Membaca Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur: Satire Sengit Penguasa Daerah
-
Kritik Novel Bukan Perawan Maria: Antara Gagasan Berani dan Narasi Tanggung
-
Yang Bertahan dan Binasa Perlahan: 19 Cerita Getir tentang Wajah Indonesia
-
Aksi Brutal Berbalut Komedi, Mengapa Bullet Train Wajib Masuk Daftar Tontonmu?
-
Ulasan Novel Buat Ayah yang Dirindui: Luka Anak yang Tak Pernah Dipahami
Terkini
-
Rupiah Melemah, Beli iPhone Murah di Luar Negeri Tak Lagi Menggiurkan?
-
Ironi Lulusan Sekolah Kejuruan: Mengapa Penyumbang Pengangguran Terbesar Masih dari SMK?
-
Berhenti Jadi Budak Konten: Mengapa Hidup 'Estetik' Seringkali Adalah Jebakan Finansial
-
OPPO Enco Air5 Pro Resmi Rilis, Senjata Baru OPPO di Pasar TWS Premium 2026
-
Belanja Demi Mendapat Gratis Ongkir: Hemat atau Malah Jebakan Konsumtif?