Bicara tentang kasus penculikan anak memang mengerikan. Terlebih saat kabar yang beredar mengatakan anak-anak tersebut sengaja diculik untuk dibunuh dan kemudian dijadikan sebagai tumbal pembangunan jembatan.
Tentang kasus penculikan anak, kita bisa kilas balik salah satu berita dari media jawapos (9/3/2017) yang pernah memberitakan bahwa polisi mengamankan seorang wanita diduga melakukan tindakan penculikan di depan SDN 1Karang Jalak I, Kelurahan Sunyaragi, Cirebon (8/3). Sebelum diamankan, pelaku mendekati anak-anak kecil yang sedang bermain di depan SDN 1 Karang Jalak.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun radarcirebon, kejadian itu berlangsung pukul 16.20. Pelaku mendekati anak-anak dan mengikuti salah satu anak. Saat pelaku mengikuti anak tersebut, orangtuanya ada di belakang pelaku. Melihat gelagat mencurigakan, orangtua anak teriak culik...culik. Singkat cerita, pelaku berhasil ditangkap warga. Saat diinterogasi, pelaku memang mengaku ingin menculik anak kecil untuk dijadikan tumbal di salah satu jembatan yang ada di Indramayu (jawapos, 9/3/2017).
Kasus penculikan anak yang kemudian dijadikan sebagai tumbal jembatan juga dikisahkan dalam buku kumpulan cerpen Anak-Anak Masa Lalu (2015) karya Damhuri Muhammad. Anak-Anak Masa lalu, salah satu cerpen yang juga menjadi judul buku tersebut berkisah tentang misteri pembangunan jembatan Sinamar yang diduga kuat ada kaitannya dengan penculikan anak-anak untuk dijadikan sebagai tumbal. Konon, dengan adanya tumbal tersebut, bangunan jembatan menjadi lebih kuat.
Hingga pada suatu hari, ada seorang anak yang kesurupan. Alimba, anak yang kesurupan tersebut seolah menjadi bukti bahwa kasus penculikan yang selama ini terjadi memang untuk dijadikan sebagai tumbal jembatan Sinamar. Tongkin, seorang dukun pilih tanding, dengan segenap kesaktiannya, berusaha merenggut makhluk halus itu dari jasad Alimba.
Tongkin sempat bertanya pada Alimba mengenai siapa sebenarnya dirinya. Jawaban Alimba yang sedang kerasukan itu cukup mencengangkan, “Jangan pura-pura tidak tahu! Aku salah satu dari tiga anak yang kepalanya dibenamkan di lantai Jembatan Sinamar”.
Dulu, bila ada yang kesurupan, Tongkin selalu berkilah bahwa makhluk halus yang merasuk hanyalah penghuni sungai Sinamar yang terusik sejak pembangunan jembatan. Namun, setelah Alimba kerasukan, rahasia Jembatan Sinamar mulai tersingkap. Tongkin membenarkan bahwa riwayat usang tentang pemenggal kepala bukan cerita bohong (Anak-Anak Masa Lalu, halaman 18).
Kisah tentang Alimba dalam buku Anak-Anak Masa Lalu semoga bisa menjadi bahan renungan sekaligus pengingat bagi para pembaca, khususnya yang telah memiliki anak, agar berusaha menjaga anak-anaknya yang masih kecil. Jangan biarkan anak yang masih kecil pergi sendirian. Semoga ulasan ini bermanfaat.
***
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Kick Kick Kick Kick: Sebuah Komedi tentang Absurditas Kegagalan
-
Ulasan Novel Gagal Menjadi Manusia: Karya Paling Kelam Osamu Dazai
-
Novel Ketika Senja Jatuh di Nara: Kisah Keserakahan dan Luka Masa Lalu
-
Review Secrets of the Broken House: Misteri Pembunuhan yang Penuh Kejutan
-
Review The Oddysey: Saat Nolan Mengubah Mitologi Jadi Potret Trauma Manusia
Terkini
-
Wajah Pendidikan Karakter: Ketika Pemimpin Gagal Menjadi Contoh
-
Termasuk Semifinal Kali Ini, Argentina Sudah 3 Kali Singkirkan Inggris dengan Menyakitkan!
-
Old Money Vibes! 4 Gaya Outfit Preppy Style ala Winter aespa yang Timeless
-
Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja
-
Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Akhiri Puasa Juara?