Cita-cita atau impian merupakan hal penting dalam hidup ini. Karenanya, setiap orang harus berusaha memilikinya. Tanpa cita-cita hidup akan terasa hambar tanpa makna, dan tanpa tujuan yang pasti.
Hal yang penting direnungi bersama bahwa setiap cita-cita itu harus diupayakan. Berusahalah untuk mewujudkannya dan jangan pernah takut dengan yang namanya kegagalan. Sebab, kegagalan termasuk hal yang mesti dihadapi oleh setiap orang yang ingin sukses dalam meraih impian atau cita-citanya.
Tak ada sukses yang diraih secara instan. Semua harus diusahakan dengan kegigihan dan semangat pantang menyerah. Hal yang harus diingat bahwa dalam meraih kesuksesan itu harus melalui jalur yang benar dan tak menyalahi aturan atau ketetapan Tuhan.
Hermes Fortune, dalam buku I Am The Best I Am The Winner menguraikan bahwa semua yang dijalankan melalui jalur yang benar pasti akan membuahkan hasil. Impian yang dilakukan dengan ikhlas akan berwujud sebuah kenyataan. Banyak orang yang bermimpi besar, tetapi impian mereka tidak terwujud. Penyebabnya, mereka tidak dapat mempertanggungjawabkan impian tersebut.
Juara sejati pasti didapatkan dengan tetesan keringat dan darah. Tidak ada seorang juara yang terlahir secara spontan. Seorang pemenang atau juara sejati tidak pernah berpikir menjatuhkan orang lain dengan cara yang tidak adil. Seorang pemenang tidak pernah pelit akan ilmu pengetahuan. Menjadi juara bukan pilihan, melainkan suatu keharusan (I Am The Best I Am The Winner, halaman 118-119).
Jangan percaya bila ada orang yang bisa meraih cita-citanya karena hoki atau kebetulan belaka. Hermes Fortune menjelaskan, jangan memercayai bakat turunan dan hoki. Sesungguhnya dua hal itu tidak pernah ada. Hermes Fortune lebih percaya bahwa semua bisa dilakukan dengan kerja cerdas, ulet, dan semangat. Apa gunanya jika seseorang memiliki bakat yang bagus, tetapi dia tidak semangat dan bermalas-malasan dalam hidup? Bisa-bisa hasilnya menjadi kosong.
Buku I Am The Best I Am The Winner ini menarik dijadikan sebagai bahan bacaan yang dapat memotivasi pembaca yang ingin sukses dalam meniti kariernya.
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Masjid Baiturrahman Alasmalang, Dirawat Seperlunya Tanpa Ubah Wajah Lama
-
Review Drama Start-Up: Drakor Lama dengan Pelajaran yang Tak Pernah Usang
-
Bisnis Kriminal yang Berujung Kekacauan di Serial The Gentlemen Season 2
-
Review Resident Evil 2026: Kurir Medis Melawan Chaos di Kiamat Zombie
-
365 Repeat The Year, Thriller Time Travel dengan Alur Penuh Plot Twist
Terkini
-
Tugas Guru Itu Mengajar, Bukan Menjadi Petugas Pemeriksa MBG
-
Mode Survival Rakyat: Ayah Antre BBM, Ibu Cari Sembako, Anak Keracunan MBG
-
Menelisik Pameran 'On Equal Grounds": Saat Hierarki di Dunia Seni Diruntuhkan
-
Cuaca Panas Terik? Ini 5 Mist Spray Aloe Vera untuk Menyegarkan Kulit Wajah
-
Dari Romcom hingga Aksi, 5 Drama Korea 2026 Ini Wajib Masuk Watchlist