Mendidik anak memang bukan perkara mudah. Keterampilan dan keahlian khusus perlu dimiliki guru atau pendidik agar anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi dan membanggakan.
Setiap anak pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tak selayaknya kita memvonis atau “membodoh-bodohkan” anak didik karena lamban saat menerima pelajaran.
Oleh karena itu, ketika melihat anak yang kurang mampu menyerap pelajaran di kelas, jangan buru-buru memvonis mereka sebagai anak yang lemah dan bodoh. Pasalnya, setiap anak mempunyai kadar kemampuan yang berbeda-beda.
Ada anak yang gampang menyerap informasi di kelas, tetapi tak sedikit juga yang lambat dalam memahami apa yang disampaikan guru. Semua butuh proses karena proses pembelajaran bukan seperti sulap yang bisa berlangsung dengan instan.
Munif Chatib (2018) yang bertahun-tahun berpengalaman di bidang pendidikan, mempunyai “ramuan” khusus untuk mendidik anak atau peserta didik. Semuanya dikupas dalam buku Semua Anak Bintang.
Dalam buku ini, penulis menjelaskan bagaimana mengenal kecerdasan dan bakat terpendam yang dimiliki anak dengan teori Multiple Intelligences Research (MIR). Buku ini mengajak semua guru dan orangtua agar lebih bisa mengenal kecerdasan terpendam seorang anak. Kecerdasan yang sebenarnya akan muncul jika seorang guru bisa menggalinya dengan cara-cara yang tepat.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Howard Gardner tentang Multiple Intelligence Research (MIR), setidaknya ada 8 kecerdasan yang dimiliki anak, yaitu kecerdasan linguistis (bahasa), matematis-logis (angka dan logika), spesial-visual (gambar dan ruang), musikal (musik), kinestetis (bergerak), interpersonal (bergaul), intrapersonal (diri), dan kecerdasan naturalis (alam).
Bahkan, menurut Gardner sendiri, masih banyak kecerdasan lain yang belum ditemukan. Seperti kecerdasan humor, kecerdasan kuliner, dan kecerdasan lain yang mampu menjadikan anak sebagai bintang (hlm. 8).
Buku setebal 104 halaman ini, secara keseluruhan memaparkan kiat dan cara orangtua, guru, dan siswa mengasah kebiasaan untuk mengetahui gaya belajar sesuai dengan kecenderungan kecerdasan.
Selain itu, juga untuk mengetahui potensi kecerdasan dan bakat-bakat terpendam anak yang bisa dikembangkan, serta mengetahui cara dan pola pendekatan komunikasi kepada anak-anak. Dengan metode pembelajaran yang tepat dan baik, tidak tertutup kemungkinan seorang anak akan menjadi pribadi yang sukses dan membanggakan.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
3 Alasan Kenapa Orangtua Membentak Anaknya, Demi Kebaikan!
-
Ulasan Buku Topi-topi Kesiangan: Mengajarkan Kedisiplinan pada Anak
-
Hati-hati, 3 Kesalahan saat Mendidik Anak Ini Bisa Berakibat Fatal
-
5 Manfaat Dongeng untuk Perkembangan Kecerdasan Anak, Orangtua Wajib Tahu!
-
4 Fakta Seputar Tes IQ yang Perlu Kamu Ketahui
Ulasan
-
Review Juvenile Justice: Sebuah Pengungkapan Kasus Brutal pada Remaja
-
Ulasan Uncle Samsik: Potret Korea Selatan di Ambang Krisis Politik 1960
-
Satu Makan Siang dan Kenangan Cinta Pertama di Buku Makan Siang Okta
-
Sekolah Bukan Pabrik Nilai, Melainkan Tempat Menumbuhkan Potensi
-
Pintar tapi Tidak Bermoral? Inilah Alasan Mengapa Kecerdasan Bukan Jaminan Kebaikan
Terkini
-
Tim Favorit Justru Paling Tertekan di Piala Dunia 2026, Benarkah?
-
Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur: Teror Mistis Menggugat Iman dan Keluarga
-
Di Balik Ban Kapten, Ada Sisi Psikologi yang Menentukan Nasib Sebuah Tim
-
Elite Force Tayang 22 Juli, Serial Netflix Angkat Operasi Antiteror GIGN
-
Satu Program, Seribu Panggung: Jejak Narasi MBG dalam Pidato Prabowo