Geisha adalah sesuatu yang ikonik di Jepang. Penampilan spektakuler mereka menjadikan Geisha menawan. Geisha mempunyai tatanan rambut yang khusus, riasan dan kimono yang berbeda dari kimono kebanyakan orang. Akan tetapi, banyak orang keliru menilai pekerjaan seorang Geisha. Nah, penjelasan dari Tsunagujapan di bawah ini akan memberikan pemahaman singkat mengenai apa itu Geisha dan pekerjaannya. Berikut beberapa fakta Geisha di Jepang.
1. Bukan Seorang Pekerja Seks
Geisha memang seorang wanita yang bekerja untuk menemani dan menjamu tamu di kedai teh. Di samping itu, mereka sering dihadirkan dalam acara-acara penting lainnya. Selama jamuan acara tersebut para Geisha menampilkan beragam hiburan, seperti pertunjukan tari, nyanyi, permainan alat musik, juga menyajikan makanan dan minuman atau sekadar menemani ngobrol.
Dilihat dari asal katanya, Geisha mempunyai dua makna, yakni gei yang berarti seni dan sha yang artinya hiburan. Apabila diartikan, kedua kata tersebut berarti orang seni. Dari arti namanya sendiri, Geisha jelas bukanlah seorang wanita penjaja seks. Terlebih lagi untuk menjadi seorang Geisha diperlukan beragam latihan kecakapan dan latihan kepribadian. Calon Geisha yang disebut “Maiko” akan diberi pelajaran di bidang musik, tarik suara dan keterampilan lainnya seputar menjamu tamu.
2. Ada Banyak Istilah Geisha
Istilah Geisha sudah dikenal luas oleh seluruh orang di dunia. Akan tetapi, istilah ini hanya merujuk pada satu istilah saja, yakni wanita penghibur tradisional Jepang. Di masa ini, Geisha diterima sebagai wanita penghibur di Tokyo. Nah, di Kyoto, Geisha disebut dengan Geiko. Sementara itu, di kawasan Niigata dan Kanazawa, Geisha disebut dengan Geigi. Kendati demikian, semuanya merujuk kepada sebuah seorang wanita yang bertugas untuk menemani dan menghibur tamu.
3. Geisha Masih Ada Sampai Saat Ini
Seiring zaman, jumlah Geisha semakin menyusut. Pada akhir keemasan zaman Edo (1603-1867) jumlahnya diperkirakan sekitar 600 orang saja. Menariknya, masih banyak wanita muda yang tertarik untuk menekuni profesi sebagai Geisha. Di kawasan Niigata, Tokyo, Kanazawa, Kyoto dan Hachioji. Para Geisha di daerah tersebut tinggal di kawasan yang disebut dengan Hanamachi. Hanamachi yang paling terkenal terletak adalah Ochaya Shima, sebuah kedai teh kuno yang dibangun pada tahun 1820.
4. Geisha Asalnya Adalah Pria
Mungkin ini terdengar mengejutkan, tapi memang seperti inilah sejarahnya. Sebelum Geisha dikenal identik dengan wanita-wanita yang mempunyai skill luar biasa, Geisha dulunya adalah laki-laki yang disebut dengan “Taikomochi” atau “Hokan.” Mereka menghibur tamu-tamu dari kalangan bangsawan dengan cara menari dan mendongeng. Baru pada abad ke-18 dan abad ke-19, para wanita terjun dan mempelajari kecakapan untuk menjadi seorang Geisha. Geisha laki-laki atau Taikomochi mulai terdesak dan menjadi pendukung Geisha wanita sampai pada akhirnya Geisha wanita mendominasi.
5. Geisha Dibayar Per Jam
Pada zaman Edo, durasi kerja Geisha dihitung dari berapa lama satu batang dupa habis terbakar. Proses pembakaran dupa ini disebut dengan senkodai. Sedangkan di masa ini, besar kecilnya bayaran yang diterima oleh seorang Geisha di masa bergantung pada berapa jam Geisha bekerja dan seberapa tenar ia. Oleh sebab itu, pendapat mereka tidak stabil per bulannya. Selain itu, para Geisha tidak diberi jaminan dan tunjangan apa pun. Seorang Maiko bahkan tidak menerima gaji apa pun kecuali Okiya (tempat tinggal) memberikan hadiah atau bonus kepada mereka. Ketika resmi menjadi Geisha, seorang Maiko juga tidak bisa langsung menyimpan uang hasil pekerjaan mereka. Mereka harus melunasi hutang selama menjadi Maiko.
Nah, dari penjelasan di atas jelas bahwa Geisha adalah seorang penghibur yang menampilkan hiburan kesenian. Profesi satu ini menampilkan suguhan kesenian bagi mereka yang mencari penghiburan tradisional yang otentik. Tertarik dengan pertunjukan Geisha? Kabarnya turis asing pun bisa menikmati penampilan Geisha di tempat mereka bekerja. Akan tetapi ada aturan tersendiri yang harus dipatuhi.
Baca Juga
-
Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
-
6 Fakta Menarik Perfect Crown yang akan Segera Tayang
-
Frieren: Beyond Journey's End Season 2, Musim yang Lebih Emosional dan Sepi
-
Deretan Anime Yang Tayang Bulan Maret 2026, Wajib Dinantikan!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Distraksi Patah Hati: Belajar Melepaskan dan Terluka Sewajarnya
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan
-
Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan
-
Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!
-
Through the Darkness: Mengurai Criminal Profiling dan Psikologi Kejahatan
Terkini
-
Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom
-
Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu
-
Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan
-
Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola
-
Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!