Sudah dua setengah bulan sejak pertama kali Rusia melakukan invasi terhadap Ukraina, pembicaraan dalam upaya damai pun tetap dilakukan namun hingga kini tetap tidak berhasil karena Rusia terus meningkatkan kampanye militernya. Dampak yang ditimbulkan akibat invasi ini tidak hanya berdampak kepada kedua negara yang berperang, melainkan juga berdampak terhadap negara-negara lain terutama Negara Moldova.
Maia Sendu, Presiden Moldova mengatakan bahwa, dampak dari perang telah memaksa lebih dari 5,6 juta orang mengungsi dari Ukraina, termasuk sejumlah 450.000 orang yang telah menyeberangi perbatasan Moldova. Selain itu baru-baru ini telah terjadi insiden penembakan di wilayah Transnistria yang menargetkan unit militer, menara dan juga pemukiman yang menampung senjata milik Rusia.
Transnistria sendiri merupakan wilayah pro-Rusia yang awalnya merupakan bagian dari Moldova, namun pada tahun 1992 Transnistria memilih untuk memisahkan diri dari Moldova. Dengan adanya peristiwa penembakan di Transnistria memunculkan kekhawatiran bahwa perang yang sedang berlangsung antara Rusia dengan Ukraina akan mampu menarik Moldova ke dalamnya, ditambah lagi setelah itu muncul kampanye militer dari Jenderal Rusia yang menyatakan bahwa operasi militer di Kremlin bertujuan untuk membangun koridor darat melalui Ukraina selatan ke tepi kiri Sungai Transnistrian.
Akibat dampak tersebut semakin meningkat keinginan Moldova untuk bergabung dalam keanggotaan Uni Eropa. Sendu mengatakan bahwa Moldova telah mengajukan permohonan untuk bisa dapat menjadi bagian dalam integrasi tersebut pada tanggal 3 maret 2022.
“Kami memilih integrasi Eropa sebagai model pembangunan kami. Bahaya dan ketidakpastian dari perang sebelah menunjukkan kepada kita bahwa kita harus mempertahankan pilihan kami dan membuat langkah tegas terhadap jalan yang kita pilih,” kata Sandu dalam konferensi pers dengan Dewan Presiden Eropa Charles Michel saat kunjungan ke ibukota negara, Chisinau.
Dalam merespons keinginan dan serangkaian peristiwa yang terjadi di Negara Moldova tersebut, Dewan Presiden Eropa Michel menyatakan bahwa Uni Eropa berencana untuk secara signifikan meningkatkan dukungannya untuk angkatan bersenjata Moldova dengan peralatan militer tambahan, setelah terjadinya serangkaian peristiwa yang menimbulkan kekhawatiran tentang perang yang akan meluas melintasi perbatasan dengan Ukraina.
Michel mengatakan blok itu (Uni Eropa) akan meningkatkan dukungan dalam “bidang logistik, cyber-pertahanan” dan akan berusaha untuk memberikan “militer membangun kapasitas yang lebih” ke Moldova, tanpa masuk ke detail lebih lanjut.
Michel juga mengatakan bahwa ia mendukung keinginan Moldova untuk mengajukan permohonan menjadi anggota Uni Eropa.
“Kami akan terus memperdalam kemitraan kami dengan Anda untuk membawa negara Anda lebih dekat ke Uni Eropa,” ujar Michel.
Sumber:
AL Jazeera. 2022a. “EU to ‘Significantly Increase’ Military Aid to Moldova.”———. 2022b. “Nauseda: ‘Ukraine War Opened Europe’s Eyes to Putin’s Intentions.”
Saidel, Peter. 2022. “EU Vows Military Support for Moldova.”
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Gara-gara Bastian Steel, Kita Sadar Gombalan Bocah 2010-an Itu Sangat Genius
-
Habis 5 Jam di Cafe Catarina: Tempat Reuni yang Bikin Lupa Waktu Sekaligus Ramah Kantong!
-
Bahagia Tak Perlu Menunggu: Pelajaran dari Seni Membahagiakan Diri Sendiri
-
Review Leadership Mastery: Apakah Buku Ini Layak Jadi Kitab Wajib Para Pemimpin Masa Kini?
-
"Bara Sang Pengarang", Novel Fantasi Misteri Sarat Makna
Terkini
-
Sains di Balik Jatuh Cinta: Kenapa Otak Kita Mendadak Jadi "Gila"?
-
Merangkai Harapan dari Manik-Manik: Cerita Hangat dari Anak-Anak Legok Jambi
-
4 Ide OOTD Dark Glamour ala Shuhua I-DLE yang Elegan dan Super Classy!
-
My Royal Nemesis Viral, Ini 5 Drama Korea Terkenal dari Lim Ji-yeon!
-
Selamat Tinggal Password! Microsoft Resmi Pensiunkan Kata Sandi