Tidur adalah kebutuhan setiap makahluk hidup di dunia. Manusia maupun makhluk hidup lain seperti binatang, butuh mengistirahkan raganya dari beragam aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Tidur yang cukup dapat memulihkan rasa lelah yang ada dan dapat membuat tubuh kita menjadi lebih fresh dan lebih bersemangat menjalani hari-hari.
Dalam buku 88 Cemilan Otak Sehat diuraikan bahwa tidur yang cukup bukanlah sekadar untuk mengistirahatkan fisik dan raga, juga tidak hanya untuk mengistirahatkan otak, tetapi justru merupakan bagian yang sangat penting dari proses belajar dan peningkatan kemampuan mengingat Anda. Saat kita tidur, sebenarnya otak tetap melakukan pekerjaan yang berupa:
1. Otak kiri dan otak kanan akan menyeimbangkan diri dari ketimpangan beban kerjanya sepanjang hari.
2. Otak akan mengonsolidasikan informasi-informasi yang Anda ingat sepanjang hari. Informasi yang penting akan ditahan sementara informasi yang kurang penting akan dilunturkan dengan cepat (mengalami memory decay secara cepat).
3. Otak akan menumbuhkan dan mengembangbiakkan informasi dan pengetahuan baru dengan cara mengasosiasikan secara otomatis informasi yang baru masuk sepanjang hari dengan informasi lama yang sudah tersimpan dalam memori otak.
4. Otak akan mengeluarkan growth hormone atau hormon pertumbuhan, terutama saat gelombang otak Anda berada di level Delta atau sekitar 0,5-3 Hertz/detik. Hormon ini penting untuk pertumbuhan dan proses peremajaan sel-sel tubuh.
Dengan demikian, sudah sangat jelas bahwa tidur yang cukup dan berkualitas adalah sangat penting karena Anda akan membiarkan dan memberikan kesempatan kepada otak untuk melakukan konsolidasi-konsolidasi ingatan tersebut (halaman 58).
Membaca buku berjudul 88 Cemilan Otak Sehat karya Sutanto Windura ini dapat meningkatkan pemahaman kita tentang manfaat tidur yang baik dan berkualitas. Tak hanya itu, dalam buku terbitan Elex Media Komputindo (2012) ini juga dibahas banyak hal seputar otak manusia. Misalnya tentang fungsi otak kita, cara kerja otak dalam mengingat, dan lain sebagainya. Buku yang bagus dijadikan sebagai bacaan bermanfaat bagi seluruh anggota keluarga.
***
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
Ulasan
-
The Bridesmaids Tale: Ketika Luka Lama Membuat Kita Takut Jatuh Cinta Lagi
-
The Call: Satu Panggilan, Dua Nasib, dan Kesalahan yang Tak Bisa Ditarik
-
Buku We Are the Keystones, Mengenal Pahlawan Tersembunyi Penjaga Alam
-
The Full Moon Eye Clinic: Klinik Aneh yang Menyembuhkan Luka Masa Lalu
-
Jalan Panjang Menuju Penebusan Dosa di Novel The Kite Runner
Terkini
-
Bukan Tablet Biasa! iQOO Pad Pro Andalkan Layar OLED 165Hz dan Kipas Pendingin Aktif
-
Drama Korea Good Partner 2 Rilis Poster Perdana, Jang Nara Cari Rekan Baru
-
5 HP 3 Jutaan dengan Chipset Gahar untuk Gaming
-
Gaji Pas-pasan, Hiburan Kelas Sultan: Mengapa Gen Z Mengejar Konser Mahal?
-
Jang Ki Yong Diincar Bintangi Thriller Korea-Jepang dari Novel Ryu Murakami