Buku Memindah Dapur ke Halaman, adalah semacam buku harian seorang ibu yang menceritakan tentang keseharian tingkah laku sang anak dan teman-temannya. Buku yang terdiri 89 halaman ini sangat menarik untuk dibaca karena terdapat pesan positif yang dapat menginspirasi pembacanya.
Cerita-cerita dalam buku kecil ini menggambarkan bagaimana sang anak diberikan kesempatan mengekspresikan dan melakukan aktivitas bermainnya dengan bebas tanpa intervensi apa pun dari orang tua. Sang anak dengan bebasnya mengeksplorasi rasa keingintahuannya. Semacam ungkapan tidak boleh begitu, tidak boleh begini sama sekali tidak diperlihatkan oleh orang tuanya.
Terlihat dari salah satu cerita saat Jalu (sang tokoh utama) bersama temannya menemukan sebuah telur dipekarangan rumah. Mereka ingin memasaknya. Tapi tidak di dapur, melainkan di pekarangan tersebut. Jalu tampak bolak balik ke dapur untuk mengambil barang yang dibutuhkan untuk memasak telur. Mereka mempersiapkan segalanya.
Sang ibu yang menyaksikan kejadian itu tetap santai dan percaya bahwa anaknya bisa melakukannya. Meskipun mereka masih kecil-kecil, tapi sang ibu tidak takut jika sesuatu terjadi pada mereka. Tentu pesan hati-hati tetap disuarakan, bukan dibiarkan begitu saja.
Saya membayangkan diri sendiri jika menjadi seumuran Jalu. Alangkah indahnya masa kecil seperti itu. Adanya ayah dan ibu yang begitu terbuka dan para guru yang penuh dengan cinta. Jika flash back pada pengalaman sendiri jaman dulu, betapa sangat terbatasnya ruang untuk berekspresi dan berdialog.
Orang tua saya membatasi setiap apa yang saya inginkan. Pun dalam berpakaian dan menempuh pendidikan waktu itu saya didikte harus sesuai dengan keinginan orang tua. Tentu sebagai anak kecil saya hanya bisa pasrah dan paling banter ya menggerutu atau menangis dikamar.
Setiap orang tua seharusnya bisa berperan menjadi teman kepada sang anak. Kadang karena alasan sayang atau cinta kepada anak, ingin sekali mengarahkan, menasihati namun akhirnya terjebak menggurui. (hlm ii) Dunia anak adalah dunia bermain. Tidak seperti dunia orang dewasa yang sering kali punya ukuran atau standarisasi yang seolah lebih bijak daripada pikiran atau pendapat alami dari seorang anak.
Buku Memindah Dapur ke Halaman, yang diterbitkan oleh Salam Book (2019) ini, layak dijadikan sebagai sumber inspirasi dan referensi bagi para orang tua. Terutama untuk para ibu-ibu yang masih suka parno (paranoid) menghadapi dinamika hidup anak-anak. Dengan Bahasa yang sangat lugas dan tidak bertele-tele kiranya sangat pas dijadikan teman bersantai sambil menemani anak bermain.
Baca Juga
-
Ulasan Buku The Second Chance: Pengelolaan Sumber Daya untuk Masa Depan
-
Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih: Romantisme Sejoli yang Penuh Kelucuan
-
Secuil Cerita Menyambut Satu Dekade Suara.com
-
Ulasan Buku 'Born To Be Success': Cara Mudah Meraih Sukses
-
Hapus Ketidakadilan Berbasis Gender, Pahami Feminisme Lewat Buku 'Menggugat Feminisme'
Artikel Terkait
Ulasan
-
Demi Krypto dan Cinta: Pengorbanan yang Menjadi Jantung Film Supergirl
-
Nuku: Sultan Pemberontak yang Mengguncang Imperium VOC di Nusantara Timur
-
Novel Delicious Lips: Berawal dari Rasa Turun ke Hati
-
Ulasan Film The Substance: Pertarungan Dua Ego dalam Satu Tubuh yang Rusak
-
Ketika Film Cerita Lila Menjadi Cerminan Luka Masa Kecil
Terkini
-
Marco Bezzecchi vs Marshal: Valentino Rossi Tak Menyangka Muridnya Diskors
-
Anti-Apek! 4 Parfum Pria Paling Segar Buat Dipakai Gym dan Olahraga Outdoor
-
Proklamasi di Kedai Kopi: Lahirnya Republik Marilah Cerita
-
Pensiun Aparat Diulur, Loker Sipil Berumur
-
Kutukan di Balik Dapur SPPG: Ketika Rakyat Miskin Nyaman Jadi Buruh Murah