Bangun pagi memiliki sederet manfaat. Selain menyehatkan anggota tubuh atau raga kita, bangun pagi juga akan membuat pikiran kita lebih fresh. Kita jadi dapat beraktivitas dengan penuh semangat dan optimisme. Jangan salah, bangun pagi juga menjadi salah satu kunci kesuksesan, lho.
Ada sebuah keterangan yang menurut saya cukup menarik tentang hikmah bangun pagi yang saya dapatkan dalam buku kumpulan tulisan inspiratif berjudul Stay Woles and You are Great!, Sadar Diri Yuk, Biar Keren. Buku tersebut ditulis oleh banyak penulis dari latar belakang yang beragam.
Dari sekian banyak tulisan yang ditampilkan dalam buku terbitan Diva Press (2014) tersebut, saya akan mengulas yang berkaitan dengan manfaat dan hikmah bangun pagi. Tulisan tersebut berjudul Ingin Sukses? Bangun Pagi! Karya @Rahaminta.
Dalam tulisan tersebut diungkapkan manfaat bangun pagi. Misalnya, membuat kaya, membuat badan sehat dan pikiran cerdas. Kalau kita bangun pagi, kita bisa menikmati oksigen yang masih sangat berkualitas dan minim polutan (syukur-syukur sambil berolahraga).
Oksigen yang berkualitas sangat bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dan memaksimalkan kinerja otak, yang tentunya berimbas langsung dalam meningkatkan produktivitas dan membantu kita menjalankan aktivitas sepanjang hari dengan mood yang lebih baik.
Nah, kalau badan segar, mood baik, dan berpikir enak, insya Allah rezeki (baik berupa materi maupun non materi) pun juga pasti lancar (halaman 148).
Dengan bangun pagi, kita jadi punya lebih banyak waktu lagi untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan positif menuju sukses lainnya. Kita jadi lebih memiliki banyak waktu untuk produktif dibanding mereka yang cuma tidur.
Kita juga lebih memiliki banyak waktu hening yang baik untuk berkonsentrasi, merencanakan hal-hal penting dan terhindar dari “kemrungsung grusa-grusu” alias panik terburu-buru yang nggak jelas (halaman 149).
Bangun pagi, memang terasa sulit bagi sebagian orang. Terlebih bila orang tersebut tidak mendapat contoh atau teladan yang baik dari orangtuanya. Misalnya, orangtua juga memiliki kebiasaan bangun siang sehingga hal buruk tersebut pun ditiru oleh anak-anaknya. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Baca Juga
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
Artikel Terkait
-
4 Manfaat Penting Bangun Pagi untuk Kesehatan Fisik dan Jiwa
-
Merasa Kurang Bahagia? 4 Tips Ini Bisa Membantu Meningkatkan Mood Anda
-
5 Manfaat Bangun Pagi untuk Kesehatan Tubuh, Mulai Jadikan Kebiasaan Yuk!
-
Ampuh Atasi Bad Mood, Berikut 7 Mood Booster yang Perlu Kamu Coba!
-
9 Manfaat Sering Mendengarkan Musik, Mood Booster Terbaik!
Ulasan
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan
-
Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan
-
Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!
-
Through the Darkness: Mengurai Criminal Profiling dan Psikologi Kejahatan
-
5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap
Terkini
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?