Saat ini penggunaan plastik sebagai alat kemasan makanan telah dikurangi penggunaannya. Hal itu disebabkan karena semakin banyaknya sampah plastik yang telah mencemari lingkungan, karena sampah plastik membutuhkan waktu puluhan tahun agar dapat diurai oleh bakteri di tanah. Selain itu, paparan mikroplastik pada makanan juga disinyalir dapat mengganggu kesehatan dan menyebabkan berbagai macam penyakit berbahaya. Oleh karenanya kita perlu mengganti penggunaan plastik sebagai alat kemasan makanan dengan jenis lain yang lebih ramah lingkungan.
Mengutip dari laman Healthline.com, inilah 5 jenis kemasan makanan yang dapat digunakan sebagai pengganti plastik, serta lebih ramah lingkungan.
1. Wadah Kaca
Wadah kaca sebagai alat kemasan makanan dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan plastik. Wadah kaca juga mudah untuk dibersihkan serta dapat digunakan kembali sebagai kemasan makanan. Akan tetapi wadah kaca memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan wadah plastik, selain itu wadah kaca juga mudah pecah. Oleh karena itu, anda dapat menggunakan wadah kaca sebagai kemasan makanan hanya untuk penggunaan di rumah saja.
2. Wadah Stainless steel
Stainless steel yang telah lolos food grade memiliki kualitas yang tinggi daripada plastik. Selain itu wadah stainless steel juga memiliki keunggulan, seperti : mudah dibersihkan, tahan panas, anti karat, serta dapat dipergunakan kembali sebagai kemasan makanan. Stainless steel memiliki bobot yang tidak terlalu berat, sehingga lebih praktis dapat dibawa kemana saja.
3. Wadah Bambu
Bambu memiliki sifat yang mudah terurai dibandingkan plastik, sehingga dapat dikatakan lebih ramah lingkungan. Selain itu bambu juga memiliki sifat tahan panas serta bobot yang juga ringan, meskipun penggunaan bambu sebagai alat kemasan makanan memiliki jangka waktu yang tidak terlalu lama.
4. Wadah Sekam Padi
Wadah sekam padi menjadi produk terbarukan dalam alat kemasan makanan yang bermutu tinggi. Selain itu wadah sekam padi memiliki biaya produksi yang lebih murah, tahan lama, serta dapat dipergunakan kembali.
5. Edible Film Gelatin
Selain wadah sekam padi, ternyata edible film gelatin juga dapat difungsikan sebagai alat kemasan makanan yang terbarukan. Percobaan pertama edible film gelatin sebagai alat kemasan makanan, yaitu pada bungkus bumbu mie instan, dimana anda tidak perlu membuka bungkusnya. Cukup tuangkan air panas pada bungkus bumbu mie instan, kemudian bungkus bumbu tersebut akan larut dalam air. Selain itu, penggunaan edible film gelatin dinilai aman untuk dijadikan pembungkus makanan, meski hanya untuk 1 kali pemakaian.
Itulah 5 jenis kemasan makanan yang ramah lingkungan sebagai pengganti plastik, semoga bermanfaat bagi pembaca.
Tag
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Dampak Negatif Telat Makan bagi Kesehatan
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
Artikel Terkait
-
Restoran Cepat Saji di AS Banyak Alami Kerugian, Imbas Dukung Israel?
-
BPOM Indonesia: Peran, Tugas, dan Kontribusinya dalam Menjaga Kesehatan Masyarakat
-
20 Alasan Berat Badan Tidak Turun-Turun, Bagaimana Mengatasinya?
-
Nikmati Manisnya Mochi Es Krim Mangga di Momen Kebersamaan yang Spesial
-
Menjaga Kesehatan Saat Lebaran: Cara Cerdas Menikmati Hidangan Tanpa Risiko
Ulasan
-
Review Pulse: Series Medis Netflix yang Tegang, Seksi, dan Penuh Letupan
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"
-
3 Rekomendasi Novel Penulis Indonesia tentang Pendakian Gunung, Sudah Baca?
-
Review Film Holland: Misteri yang Gagal Mengembang dan Meledak
-
Bikin Hati Adem, Ini 3 Novel Jepang Berlatar Toko Buku dan Perpustakaan
Terkini
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Bangkit dari Kematian, 4 Karakter Anime Ini Jadi Sosok yang Tak Tertandingi
-
Women in STEM, Mengapa Tidak?
-
Start Manis di Piala Asia U-17, Bukti Indonesia Punya Bibit Bertalenta?