Salah satu tujuan orang menikah ialah agar memiliki keturunan atau momongan. Bagi sebuah keluarga, kehadiran anak adalah termasuk anugerah yang indah. Anugerah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
Jangan sampai kita menjadi orangtua yang ketika telah dianugerahi anak oleh Tuhan, malah mengabaikan atau menyia-nyiakannya. Mengabaikan di sini mencakup arti yang luas, misalnya tidak memberikan pendidikan terbaik untuknya, hanya menyerahkan pengasuhan dan perawatan secara penuh kepada para pembantu, dan lain sebagainya.
Perihal momongan, sebenarnya tak semua mendapatkannya. Karena ada sebagian orang yang telah lama menjalin kehidupan rumah tangga tapi tak kunjung dikaruniai momongan. Bahkan ada juga yang sampai menikah lagi tapi tak jua mendapatkan momongan sebagaimana yang ia dambakan sejak lama.
Menurut saya, tak perlu sedih dan berkecil hati ketika belum kunjung mendapat anugerah momongan. Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki saat ini. Mungkin kita belum atau memang tidak dikaruniai anak, tetapi kita diberi karunia atau rezeki lain yang tak semua orang memilikinya. Misalnya rezeki berupa limpahan kesehatan.
Ada kisah menarik yang bisa kita simak dalam buku “Romila dan Kutukan Ingatan” karya Alif Febriyantoro. Buku ini berisi kumpulan cerpen yang dapat dijadikan bacaan yang menghibur di sela-sela waktu senggang Anda. “Romila dan Kutukan Ingatan” adalah salah satu cerpen yang berkisah tentang kehadiran anak yang ditunggu-tunggu oleh sebagian orang setelah menikah.
Adalah Jamal (lelaki yang menjalani kehidupan sebagai nelayan) yang setelah membina rumah tangga tapi belum kunjung mendapat anugerah momongan dari-Nya. Untunglah anugerah berupa anak akhirnya datang, meski anak tersebut bukanlah lahir dari rahim istrinya. Berikut ini petikan sebagian kisahnya:
Awalnya sepasang suami-istri itu merasa putus asa, mereka telah mencoba berkali-kali, tapi tetap saja sang istri tidak bisa hamil. Entah siapa yang mandul. Mereka pun tak pernah pergi ke dokter untuk mengkonsultasikannya. Hingga pada sebuah malam ketika nelayan itu selesai menjaring ikan dan berniat untuk pulang, ia mendengar suara bayi menangis.
Tentu saja Jamal—nelayan itu—kaget dan mencari di mana letak suara tangisan itu. Mana mungkin ada bayi yang menangis di tengah laut seperti ini? Ia bertanya dalam hati. Tapi kemudian ia terperangah ketika melihat bayi yang mengambang tepat di hadapannya.
Singkat cerita, bayi berjenis kelamin perempuan dan diberi nama Romila itu pun dipungut sebagai anak oleh Jamal dan istrinya. Mereka berdua sangat bahagia akhirnya memiliki anak meski bukan darah daging sendiri. Romila pun tumbuh menjadi gadis dewasa hingga tertarik pada lawan jenisnya. Sayangnya, lelaki yang ia sukai dan hendak melamarnya, tak mendapat restu sang ayah.
Kisah tentang Romila begitu rumit karena mengingatkan Jamal, sang ayah, dengan masa lalunya yang kelam. Tepatnya masa lalu sebelum Jamal menikah. Tentang ingatan seorang gadis yang pernah menjadi kekasih Jamal.
Kisah tentang Romila selain menarik disimak, juga meninggalkan pesan pada para orang tua agar jangan egois dan gegabah dalam memutuskan sesuatu hal. Semoga ulasan buku ini menghibur dan bermanfaat.
***
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
Pengamat Sebut Zulhas Manfaatkan Jabatan Sebagai Mendag untuk Kepentingan Politik Praktis
-
4 Pemeran Film 'Gadis Kretek', Serial Original Netflix Pertama Indonesia
-
Ayah Elon Musk Punya Anak dengan Putri Tiri: Hidup di Bumi Untuk Reproduksi
-
Ulasan Buku 'Ours' Karya Adrindia Ryandisza
-
Ibu Bunuh Anak Kandungnya Sendiri yang Berusia 11 Tahun di Rumah
Ulasan
-
Mati Berkali-kali, Tetap Harus Masuk Kerja: Dilema Eksistensi dalam Mickey7
-
Review Film Faces of Death: Versi Remake yang Lebih Intens dan Realistis!
-
Bukan Sekadar Perebutan Emas, Gold Land Juga Menyoroti Sisi Gelap Manusia
-
Surat Kecil Untuk Tuhan: Janji dan Misteri di Balik Persahabatan
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
Terkini
-
Dukung Gerakan Cegah Tindakan Bunuh Diri, Doyoung NCT Donasi Rp 1,1 Miliar
-
Sinopsis The First Jasmine, Drama Kolosal Bai Lu dan Ryan Cheng Tayang 9 Juni
-
Sinopsis Emily to Maria, Drama Komedi Jepang Dibintangi Marika Matsumoto
-
Lebih dari 1.000 Lampion akan Terangi Langit Borobudur saat Waisak 2026
-
Lomba Sihir Meremajakan Melompat Lebih Tinggi dengan Nuansa Indie Pop