Sebagaimana telah kita pahami bersama bahwa dalam hidup ini kita memiliki dua kewajiban. Pertama, kewajiban menjalin hubungan yang baik dengan Allah Swt. Kedua, kewajiban menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia. Bahkan dengan semua makhluk ciptaan-Nya pun mestinya kita berusaha berbuat baik dan berlaku adil.
Jangan sampai sebagai manusia kita mementingkan diri sendiri. Misalnya karena merasa sudah beribadah kepada Allah, sudah bisa secara rutin menunaikan shalat lima waktu, kemudian merasa tak perlu bersosialisasi dan merasa tak perlu berbuat kebajikan kepada orang-orang di sekitar kita.
Kita tentu tahu bahwa hidup di dunia ini setiap manusia tidak dapat melakukan apa-apa sendiri. Kita membutuhkan bantuan atau pertolongan orang lain. Karenanya, menjalin hubungan yang baik dengan sesama merupakan hal yang tak boleh ditawar-tawar lagi. Berbuat baik dengan siapa pun mestinya menjadi budaya atau kebiasaan sehari-hari.
K.H. Husein Muhammad, dalam buku Islam (2021) menjelaskan bahwa ibadah personal merupakan cara manusia untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Tuhan, membersihkan hati dan membebaskan diri dari ketergantungannya kepada selain Tuhan, tetapi pada saat yang sama, ia juga menuntut manusia untuk melakukan tanggung jawab sosial dan kemanusiaan.
Sebenarnya bila kita berusaha memahami ajaran Islam dengan baik, kita tidak akan bersikap semena-mena. Kita tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban beribadah tetapi lebih dari itu, yakni mampu memaknai esensi setiap ibadah yang kita kerjakan. Jangan sampai kita menjadi manusia yang bangkrut, sudah capai atau lelah beribadah tapi kita tidak memahami esensinya sehingga kita masih gemar melakukan hal-hal yang merugikan orang lain.
Perihal orang yang bangkrut, dalam buku ini, K.H. Husein Muhammad menguraikan hadits riwayat Muslim. Dalam sebuah perbincangan di masjid dengan para sahabat, Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda:
“’Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut?’ Para sahabat menjawab: ‘Ia adalah orang yang tidak punya apa-apa lagi.’ Nabi memberikan penjelasan yang lain, ‘Tidak demikian. Orang yang bangkrut adalah orang yang datang pada Hari Kiamat dengan membawa daftar pahala shalat, puasa, dan zakat. Dalam waktu yang sama, ia juga membawa daftar kezaliman. Ia mengecam si A, menuduh si B, memakan harta si C, menumpahkan darah si D, dan memukul si E. Kepada mereka yang dizalimi, ia akan diharuskan membayar dengan kebaikan yang dimilikinya sampai habis. Manakala ia belum bisa melunasinya, maka dosa korban kezalimannya akan ditimpakan kepadanya. Sesudah itu, ia dilemparkan ke dalam api neraka.’”
Mumpung masih hidup di dunia, mari kita bersama-sama berusaha menunaikan tugas atau kewajiban utama kita, yakni berbuat baik kepada Tuhan, dan berbuat baik kepada sesama manusia.
Baca Juga
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
-
Bahagia di Usia 48 dan Masih Lajang: Rahasia di Balik Berdamai dengan Diri Sendiri
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku Menempuh Jalan ke Surga, Setiap Orang Ingin Bahagia
-
Film Kingdom of Heaven: Benarkah Sultan Saladin Merupakan Sosok yang Kejam?
-
Penguatan Moderasi Beragama Dilakukan di Kalbar, Tuai Pujian dari Kemenag
-
Apakah Libur Tahun Baru Islam 2022 Digeser Seperti Hari Raya Idul Adha?
-
Berapa Kuota Haji 2023? Ini Kata Menag
Ulasan
-
Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal
-
4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!
-
Kung Fu Soccer: Sajikan Perpaduan Seni Bela Diri dan Taktik Bola Modern
-
Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing
-
Sepucuk Surat dalam Film Dear You Mengajarkan Arti Rindu yang Hilang
Terkini
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Bye Kulit Kering! 4 Hydrogel Mask Korea Panthenol Kunci Skin Barrier Kuat
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
-
Dampak Domino AI di Depan Mata: Panduan Cerdas Beli Gadget Sebelum Harga Makin 'Gila'
-
Kepala BGN Minta Guru Santap MBG: Perlukah Sekolah Mengisi Celah Sistem?