Memiliki sahabat yang selalu ada di kala suka dan duka adalah hal yang sangat menyenangkan. Bersama sahabat, segala hal bisa dilalui dengan lebih mudah. Itulah yang tengah dirasakan oleh Cinta.
Bersama Tia, sahabat sejatinya, ia bisa melakukan beragam aktivitas yang menyenangkan. Salah satunya adalah belajar menjahit di butik milik Tia di pusat kota.
Ternyata kegiatan menjahit sangat menyenangkan dan bisa membuat suasana hatinya menjadi lebih baik, tak terus menerus dikungkung oleh kesedihan. Sedih karena harus berpisah dengan lelaki yang selama ini mewarnai hari-harinya.
Sungguh, Cinta tak pernah mengira bahwa cintanya yang tulus akan dikhianati oleh lelaki yang selama ini tampak begitu romantis dan sangat memanjakannya.
Rendi, lelaki yang telah 10 tahun menjadi suami Cinta, nyatanya tega mendua hati. Diam-diam tanpa sepengetahuan Cinta, Rendi memiliki perempuan idaman lain di luar sana.
Mulanya ia tak mempercayai begitu saja kabar tentang perselingkuhan suaminya itu. Mulanya ia mengira bahwa suaminya difitnah oleh orang yang iri dan tak menyukai keharmonisan rumah tangganya.
Namun ketika Tia, sahabat Cinta menyodorkan video yang direkamnya saat melihat perselingkuhan yang dilakukan oleh Rendi, baru ia percaya dan akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Rendi.
Jadi pada suatu hari Tia melihat Rendi di sebuah hotel di luar kota bersama perempuan lain. Kebetulan waktu itu Tia sedang menginap hotel yang sama karena ada urusan pekerjaan.
Diam-diam tanpa sepengetahuan Rendi, Tia merekam saat-saat Rendi bersama perempuan itu.
***
Waktu terus berjalan dan hidup harus terus dilalui tiada henti. Cinta tidak ingin berlalu terlalu larut dalam luka dan kekecewaan.
Beruntung ia memiliki teman seperti Tia yang selalu menyemangati dirinya. Tia adalah teman kuliah Cinta yang masih hidup betah melajang di usia kepala tiga.
Kesibukan Tia sangat padat. Ia memiliki usaha butik di pusat kota. Ia memang gadis yang menyukai fashion dan senang menjahit sejak masih belia.
Bisa dibilang Tia adalah sahabat terdekat Cinta yang selalu ada untuknya, terlebih ketika Cinta baru berpisah dengan Rendi. Tia selalu berusaha menghibur, memberikan support pada sahabatnya.
Sangat beruntung Cinta memiliki sahabat sebaiknya Tia.
"Aku sangat beruntung memiliki sahabat sepertimu Tia," ujar Cinta suatu hari.
"Ah, jangan berlebihan memujiku, nanti aku besar kepala hahaha," sahut Tia sambil tertawa.
"Aku serius, kamu adalah satu-satunya sahabat yang selalu memberikan support dan selalu menghiburku,"
"Ya, aku juga beruntung punya sahabat sepertimu Ta, aku yang dulunya gagap teknologi akhirnya bisa seperti sekarang ini. Kamu sangat membantuku dalam mempromosikan bisnisku lewat berbagai media sosial," ujar Tia.
Ya, sejatinya, manusia hidup di dunia ini memang harus saling melengkapi satu sama lain. Saling membantu dan tidak hanya sibuk memikirkan diri sendiri. Seperti persahabatan cinta dan Tia.
***
Baca Juga
Artikel Terkait
Cerita-fiksi
Terkini
-
4 Body Serum Anti-Aging Harga Rp40 Ribuan, Rahasia Kulit Kencang dan Cerah
-
Gema Langkah di Lorong yang Tak Pernah Ada
-
Kisah Transformasi Tas Anyaman Jali, Produk UMKM yang Tembus Pasar Paris dan Tokyo
-
Bina Marga Percepat Pemulihan Akses Jalan di Aceh Pascabencana
-
Jay Idzes dan Beban Ekspektasi: Menguji Kedewasaan Suporter Indonesia