Pantai menjadi salah satu tempat favorit bagi saya untuk menghibur diri. Atau menjadi sarana refreshing, bersantai sejenak, melepaskan segala resah, gundah, dan bosan. Terlebih bila suasana pantai tersebut masih benar-benar alami alias natural. Belum banyak pengunjungnya. Andai banyak pengunjungnya pun biasanya hanya pada hari-hari libur saja, seperti hari Minggu atau hari-hari bertanggal merah.
Itulah mengapa saya lebih suka berkunjung ke pantai atau tempat-tempat wisata lain di luar hari libur. Atau dengan kata lain, saya berusaha menghindari berkunjung ke tempat wisata ketika hari libur seperti Minggu. Karena bisa ditebak, suasananya akan begitu ramai dan bagi saya menjadi kurang nyaman saja.
Bicara tentang pantai yang masih alami dengan udaranya yang sepoi-sepoi menyejukkan, belum lama ini saya menemukan sebuah pantai yang masih alami dan cukup memanjakan mata. Saya menyebutnya “pantai tak bernama” karena memang belum ada nama atau papan terpampang di sana. Juga tak ada warung-warung yang menyediakan aneka minuman dan makanan di tepi pantai sebagaimana pantai-pantai pada umumnya.
Pantai “tak bernama” tersebut saya temukan ketika sedang saya sedang mengendarai motor sendirian. Saya memang termasuk orang yang kalau sedang bosan atau gabut, biasanya naik motor tanpa tujuan yang pasti. Pokoknya sekadar mutar-mutar saja. Kalau kebetulan menemukan tempat yang bagus untuk berfoto, saya biasanya akan berhenti sejenak, untuk mengambil gambar di sana. Ya, selain menulis dan membaca, saya memang menyukai dunia fotografi.
Pantai “tak bernama” tersebut lokasinya sangat dekat dengan pantai Criwik, Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Lebih tepatnya, di sebelah timurnya Pantai Criwik (sekitar 300-an meter). Berhubung pantainya belum bernama dan belum dikelola oleh warga, maka tak ada petunjuk arah yang pasti. Tapi ada tanda atau sebuah petunjuk yang cukup jelas, yakni sepetak jalan yang sudah dicor yang lurus ke selatan menuju pantai.
Di pantai “tak bernama” tersebut, kita akan menikmati pemandangan pantai yang masih benar-benar alami dan tentu saja gratis (tanpa tiket masuk dan parkir motor). Kita bisa berjalan-jalan dengan bebas dan lama, sambil berfoto-foto atau membuat video di sana. Di tepi pantai tumbuh tanaman liar yang bila masanya tiba akan berbunga dan lumayan bagus buat background foto.
Ada juga tanaman pohon kelapa, pohon cemara dan rerumputan liar yang subur dan menghijau. Bisa buat bersantai dan lumayan bagus juga buat acara camping atau bersantai bersama teman-teman. Jangan lupa, tetap jaga kebersihan saat mengunjungi pantai “tak bernama” ini, ya? Hindari membuang sampah di sembarang tempat.
Menariknya, saya menemukan sebuah ayunan menggantung di salah satu pohon cemara di sana. Mungkin ada warga yang sengaja menaruh ayunan tersebut buat bersantai. Saya pun penasaran ingin mencobanya. Saya lantas naik ke atas ayunan dan mengambil gambarnya. Oiya, saya membawa kamera saku, jadi sebelum naik ke ayunan, saya menyiapkan tongsis dan mengaktifkan “timer” kameranya terlebih dahulu, hehehe.
Nah, bagi kalian yang tertarik mengunjungi pantai tak bernama ini, bisa diagendakan, ya. Saran saya, tetap hati-hati dan jangan mandi atau berenang di pantai, karena pantai ini termasuk pantai selatan dengan ombaknya yang cukup besar dan kurang aman buat berenang.
***
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Dunia yang Menghakimi Sebelum Memahami: Pelajaran Berharga dari Film Saat Aku Bersuara
-
Bukan Sekadar Buku Nasihat, Ini Alasan "4 You, Ladies" Berasa Seperti 'Teman Ngobrol' Sehari-hari
-
Ahmad Tohari dan Realisme Magis yang Sunyi dalam Lintang Kemukus Dini Hari
-
Review Dukun Magang: Komedi Absurd yang Sukses Bikin Merinding Sekaligus Ngakak!
-
Review The Gangster, The Cop, The Devil: Adu Brutal Polisi Nekat dan Bos Mafia Melawan Sang Iblis
Terkini
-
RM Cempaka Sari: Oase Kuliner Minang di Jambi yang Menjaga Keaslian Resep Turun-Temurun
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
Hallan Tembus Festival, Kim Hyang Gi Datang ke New York Asian Film Festival
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Pesta 15 Tahun MAPPA: Banjir Pengumuman Anime Kelas Berat yang Wajib Masuk Daftar Tonton!