Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan yang sedang menjadi fokus pemerintah untuk segera diatasi. Buku berjudul Stunting Mengancam Human Capital yang ditulis oleh Sitti Patimah ini menguraikan dengan cukup rinci tentang hal-hal yang berkaitan dengan stunting. Mulai dari apa itu stunting, proses atau penyebab terjadinya stunting, stunting dalam perspektif global, stunting dan korelasinya dengan human capital, upaya penanggulangan stunting, hingga contoh studi kasus terkait dengan masalah stunting.
Buku Stunting Mengancam Human Capital ini menguraikan bahwa stunting mengacu pada gangguan pertumbuhan linear yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Secara umum, stunting disebabkan oleh status gizi dan kesehatan ibu sebelum kehamilan, selama kehamilan, dan setelah kehamilan yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak.
Bukan hanya di Indonesia, stunting menjadi permasalahan kesehatan yang turut diperhatikan oleh masyarakat global. Secara global, masalah stunting bisa ditemukan pada negara-negara berkembang yang berpenghasilan menengah ke bawah. Negara dengan angka stunting yang tinggi, stunting bukan hanya menjadi masalah kesehatan, melainkan juga berpengaruh terhadap kondisi sosial hingga ekonomi negara maupun global.
Hubungannya dengan human capital, Sitti Patimah dalam buku Stunting Mengancam Human Capital ini menguraikan bahwa kesehatan dan perkembangan anak menjadi hal yang sangat penting agar nantinya dapat menjalani kehidupan yang sehat dan produktif. Perkembangan negara sangat bergantung pada sumber daya manusianya. Ketersediaan sumber daya manusia yang sehat dan produktif dapat menjaga bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.
Selain menguraikan permasalahan-permasalahan akibat stunting, buku Stunting Mengancam Human Capital ini juga menguraikan langkah-langkah yang bisa diambil sebagai upaya untuk menanggulangi stunting. Menurut buku ini, stunting sebenarnya tidak bisa diobati, sehingga dibutuhkan pencegahan agar tidak terjadi secara berkelanjutan. Pencegahan melalui perbaikan gizi saja sebenarnya masih sangat kurang. Dibutuhkan upaya berkelanjutan untuk membantu mengatasi permasalahan stunting, seperti strategi program kesehatan nasional, program keluarga berencana, ketersediaan air bersih dan sanitasi yang baik, hingga faktor-faktor lain yang berkaitan dengan permsalahan stunting.
Dalam buku ini diuraikan juga data-data dan hasil penelitian terkait dengan permasalahan stunting dan hal-hal lain yang berkaitan dengan stunting. Buku ini tidak hanya khusus dapat dibaca oleh orang yang bekerja di bidang kesehatan, tetapi juga dapat dibaca oleh masyarakat umum agar kita dapat lebih aware terhadap permasalahan stunting.
Tag
Baca Juga
-
Adu Jurus Purbaya VS Luhut: Polemik Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung
-
Gawai, AI, dan Jerat Adiksi Digital yang Mengancam Generasi Indonesia
-
Married to the Idea: Relevankah Pernikahan untuk Generasi Sekarang?
-
Rangga dan Cinta Bukan Sekuel, Tapi Reinkarnasi Romansa Ikonik AADC
-
Pegawai Melimpah, Kinerja Seret: Potret Ironi Birokrasi Kita
Artikel Terkait
-
Little Women: Karya Klasik yang Tetap Eksis hingga Sekarang
-
5 Rekomendasi Lagu K-Pop untuk Menemani Baca Buku, Mana Favoritmu?
-
Pekan Menyusui Sedunia 2022: WHO Sebut ASI Eksklusif Jadi Kunci Penurunan Stunting di Indonesia
-
Target Turunkan Angka Stunting, Pemkot Bandar Lampung Rancang Program Konvergensi
-
Ulasan Buku Jurnalisme Online: Kiat Menulis Konten Online Berkualitas
Ulasan
-
Teach You A Lesson vs Study Group: Drakor Mana yang Paling Recommended?
-
Review Drama Filing For Love: Angkat Isu Fatherless yang Bikin Mewek
-
Review Drama Korea Your Honor: Ketika Keadilan Tak Lagi Hitam Putih
-
Novel Bandung Menjelang Pagi: Sisi Gelap Kota Kembang ala Brian Khrisna
-
Menyusuri Lorong Rindu dalam Antologi Puisi Bertemu di Temaram
Terkini
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia