Pada babak 16 besar gelaran piala dunia 2022 yang berlangsung di Qatar, tim nasional Spanyol haru rela angkat koper lebih awal setelah takluk oleh tim nasional Maroko melalui babak adu pinalti. Hasil ini sekaligus membuat Spanyol kembali gagal mengulang prestasi menjadi kampiun piala dunia 2010 silam. Hasil ini pula juga membuat tim nasional Maroko memecahkan rekor pribadi mereka, yakni dengan lolos ke babak perempat final.
Namun, dalam laga semalam ada sebuah fenomena yang cukup unik, yakni ketika lagu kebangsaan kedua negara didentangkan, para punggawa timnas Spanyol tidak ada yang menyanyikan lagu kebangsaan mereka. Usut punya usut, ternyata hal ini bukan berarti mereka tidak memiliki rasa nasionalisme terhadap negara mereka, akan tetapi memang dikarenakan lagu kebangsaan negara Spanyol yakni Marcha Real memang tidak memiliki lirik secara resmi.
Asal Usul Lagu Marcha Real
Lagu nasional Spanyol yakni Marcha Real (Royal Mars) yang memiliki arti “mars kerajaan” merupakan satu dari sekian lagu nasional yang tidak memiliki lirik resmi. Beberapa negara lain yang diketahui memiliki lagu kebangsaan tanpa disertai lirik adalah Bosnia and Herzegovina, San Marino dan Kosovo. Dilansir dari wikipedia.com, lagu ini merupakan salah satu mars kebangsaan atau lagu kebangsaan tertua di dunia.
Asal muasal lagu ini juga tidak diketahui secara pasti, namun lagu ini diketahui berada dalam sebuah dokumen lama yang dikenal dengan nama Libro de la Ordenanza de los Toques de Pífanos y Tambores que se tocan nuevamente en la Ynfantª Española atau buku yang menjadi panduan cara-cara meniup terompet dan memukul drum bagi prajurit infantry karya Manuel de Espinosa. Lagu ini dalam buku tersebut dikenal dengan nama La Marcha Granadera (mars para pasukan grenadiers).
BACA JUGA: NGERI! Mantan Teroris Sebut Bom Di Polsek Astanaanyar Diduga Berbahan The Mother Of Satan
Pada akhirnya lagu ini dijadikan lagu wajib sejak abad ke-16 oleh pihak kerajaan Spanyol. Lambat laun lagu ini lebih dikenal sebagai lagu kebangsaan karena seringkali dimainkan waktu acara kenegaraan ataupun acara adat bangsa Spanyol dan diberi nama Marcha Real (mars kerajaan) karena selalu diperdengarkan ketika ada acara yang dihadiri oleh keluarga kerajaan.
Pernah Dianggap Sebagai Pelambang Fasisme Spanyol
Pada perjalanan sejarahnya lagu ini ternyata sempat memiliki beberapa lirik tidak resmi. Salah satunya yakni yang cukup kontroversial pada masa pemerintahan Jenderal Francisco Franco yang dianggap terlalu ekstrimis sayap kanan. Pada masa ini lagu tersebut sempat diubah dan diberi lirik. Akan tetapi, nuasanya sangat mencerminakan ideologi fasisme yang dianut oleh Franco. Kemudian setelah Franco lengser, lirik lagu bernuansa fasisme tersebut kemudian dihapuskan kembali.
Hingga hari ini setiap tim nasinal Spanyol atau warga negara Spanyol yang berlaga di event internasional dan berkesempatan mendendangkan lagu tersebut pasti tidak akan pernah ada yang menyanyikan liriknya. Pada gelaran piala dunia 2022 ini hal tersebut merupakan salah satu fenomena yang cukup unik meskipun sudah sering terjadi setiap tim yang berjuluk La Furia Roja ini berlaga.
Video yang Mungkin Anda Suka.
Tag
Baca Juga
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik
-
Skandal Kartu Merah Piala Dunia: Bom Waktu yang Dipasang Sendiri oleh FIFA?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Film Sihir Tanah Kubur: Saat Dendam Gaib Memecah Belah Ikatan Darah!
-
Ulasan Lassie Come-Home: Kisah Kesetiaan Anjing yang Menembus Jarak dan Waktu
-
Misi Menyelamatkan Dunia di Balik Sikap Jutek Cranky, Crabby Crow
-
Ulasan Novel Playing Victim, Skenario Palsu yang Berujung Pertaruhan Nyawa
-
Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja
Terkini
-
Ketika Pakan Satwa Dikorupsi: Ironi Ketidakadilan Mahluk yang Tak Bersuara
-
Menitipkan Lansia di Daycare Bukan Berarti Membuang, Melainkan Merawat Kewarasannya
-
Niatnya Self-Love, Kok Malah Insecure? Ini Jebakan di Balik Main Character Energy
-
Agent Kim Reactivated: Saat Pertengkaran Remaja Sukses Guncang Dua Negara
-
Review Film Inglourious Basterds: Dilema Moral dan Balas Dendam Nazi