Es krim merupakan salah satu kuliner yang cukup populer di hampir seluruh penjuru dunia. Makanan yang dikategorikan sebagai dessert atau makanan penutup ini memang terkenal memiliki berbagai cita rasa.
Tekstur es krim yang dingin dan lembut tentunya membuat makanan ini disukai oleh hampir semua kalangan. Di Amerika Serikat pada setiap minggu ketiga di bulan Juli diperingati sebagai Hari Es Krim Nasional atau National Ice Cream Day.
Melansir dari situs National Today, peringatan hari es krim nasional di Amerika Serikat mulai dilakukan sejak tahun 1984 lalu dan terus diperingati hingga tahun ini.
Selain itu, es krim merupakan salah satu kuliner yang memiliki sejarah tersendiri di dunia. Berikut 3 fakta sejarah dari kuliner es krim.
1. Cikal Bakal Es Krim Muncul sejak 500 S.M
Es krim ternyata diketahui telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Melansir dari artikel yang berjudul “The Unknown Origins of Ice Cream in Ancient Iran”, kuliner yang memiliki kemiripan dengan es krim diketahui telah diproduksi oleh bangsa Persia selama ribuan tahun.
Kuliner ini dikenal dengan nama “Faloodeh”, yakni makanan sejenis sorbet yang terbuat dari campuran buah yang didinginkan.
Cara pembuatan makanan ini terbilang cukup unik. Di zaman tersebut bangsa Persia memiliki rumah es yang sekaligus berfungsi seperti kulkas yang disebut dengan Yakchal.
Di rumah inilah mereka mengolah makanan tersebut. Makanan tersebut umumnya disajikan kepada para bangsawan ataupun orang-orang penting di zaman itu.
2. Penyebaran Es Krim di Eropa Melalui Jalur Perdagangan
Dalam perkembangan sejarahnya, makanan sejenis es krim mulai menyebar ke penjuru Eropa melalui jalur perdagangan. Perkembangan es krim atau sorbet mulai mengalami masa kepopulerannya pada abad ke-16 masehi.
Melansir dari artikel berjudul “Ice Creams, Sorbets & Gelati:The Definitive Guide”, orang-orang Eropa mulai belajar cara membuat sorbet melaui teknik yang diperoleh dari orang-orang Cina.
Mereka umumnya menggunakan campuran garam dan es dalam membuat es krim atau sorbet. Cara ini tergolong cara paling sederhana dan paling sering digunakan hingga hari ini untuk membuat kuliner satu ini.
Kepopuleran es krim atau sorbet membuat banyak negara mulai ditumbuhi banyak restoran yang menyajikan makanan ini pada saat itu.
Beberapa negara Eropa yang dikenal sebagai negara produsen es krim di masa tersebut adalah Prancis, Italia dan Inggris.
3. Es Krim Mulai Populer di Amerika Serikat pada Abad ke-18
Di Amerika Serikat, es krim diketahui mulai masuk pada abad ke-18 masehi. Melansir dari sebuah artikel dalam situs pbs.org, kemungkinan masuknya es krim di Amerika Serikat hampir bersamaan dengan masuknya es ke negara tersebut pada masa kolonial. Es krim saat itu merupakan hidangan bangsawan dan orang-orang penting di Amerika Serikat.
Seiring berjalannya waktu, kepopuleran makanan ini mulai meningkat di abad ke-19 masehi di Amerika Serikat. Belum lagi varian es krim yang menggunakan campuran susu juga cukup digemari sebagian besar warga Amerika Serikat.
Hal ini juga turut didukung dengan ditemukannya alat pembuat es krim mekanis pertama yang didesain oleh Nancy Maria Johnson sekaligus sebagai pemegang hak patennya.
Baca Juga
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
-
Direstui oleh John Herdman, Taisei Marukawa Segera Bela Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
CEK FAKTA: Sandiaga Uno Mengajak Kader Partai Lain Dukung Anies-AHY di Pilpres 2024, Video Ini Comot Artikel Suara.com
-
CEK FAKTA: Putri Ariani Diundang ke Rumah Ganjar Pranowo, Diberi Hadiah Fantastis
-
CEK FAKTA: PDIP Tak Tenang Anies Baswedan Makin Meroket, 6 Orang Ternama Siap Perang
-
Cek Fakta: Imbas Perselingkuhan, Syahnaz Sadiqah Diboikot KPI, Raffi Ahmad Ikut Terseret
-
Dandan Cantik Mirip Amanda Manopo, Sayangnya Arya Saloka Sudah Tak Peduli Putri Anne lagi, Cek Faktanya
Ulasan
-
Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari
-
Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa
-
Potret Diskriminasi Perempuan Korea Selatan di Novel Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982
-
Ulasan Stock Struck: Saat Pemula Nekat Main Saham dan Berujung Kena Mental
-
Review The Longest Wait: Melihat Perjuangan Timnas Garuda dari Balik Layar
Terkini
-
Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat
-
Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru
-
Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?
-
Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial
-
Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran