Kamu pernah memakan kaviar? Atau mungkin hanya pernah melihat tapi tidak mengetahui bagaimana rasanya?
Kaviar merupakan salah satu menu makanan paling mahal di dunia hingga saat ini. Harga bahan makanan yang berasal dari telur ikan ini dibandrol mulai dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tidak mengherankan apabila makanan satu ini hanya bisa dikonsumsi oleh orang-orang kelas atas.
Melansir dari situs National Today, di Amerika Serikat pada tanggal 18 Juli diperingati sebagai Hari Kaviar Nasional atau National Caviar Day. Makanan yang sering kali identik dengan makanan berkelas ini umumnya berasal dari beberapa jenis ikan seperti sturgeon, salmon, trout dan beberapa jenis ikan lainnya.
Berikut ini 3 fakta unik dari kaviar.
1. Mulai Dikonsumsi Sejak Abad ke-10 Masehi
Sebagai makanan kelas atas, ternyata mengonsumsi kaviar telah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu. Melansir dari buku “Everyday Life in Byzantium”, mengonsumsi kaviar diketahui sudah dilakukan orang-orang di sekitar Eropa timur sejak abad ke-10 masehi. Di masa tersebut kaviar umumnya berasal dari ikan jenis Sturgeon yang lazim ditemukan di perairan laut hitam.
Makanan ini memang sejak awal ditujukan oleh kaum bangsawan dan pejabat kelas atas. Para kaum aristokrat yang berasal dari Yunani dan Eropa timur kerap kali disajikan makanan yang berasal dari telur ikan sturgeon tersebut.
Seiring berjalannya waktu, perkembangan jalur perdagangan membuat kepopuleran kaviar makin tumbuh di penjuru Eropa dan kerap disantap oleh para kaum bangsawan. Hingga kini, kaviar masih menjadi salah satu makanan berkelas yang tentunya memiliki harga yang cukup mahal di dunia.
2. Tiongkok Menjadi Produsen Kaviar Terbesar di Dunia
Meskipun terkenal sebagai makanan yang identik dengan bangsa Eropa timur, akan tetapi ternyata di era modern ini Tiongkok atau Cina menjadi produsen terbesar kaviar di dunia.
Melansir dari artikel dalam situs thatsmags.com, Cina memproduksi sekitar 60% kebutuhan kaviar di dunia saat ini. Salah satu merk kaviar yang cukup terkenal berasal dari Cina adalah Kaluga Queen.
Umumnya produksi kaviar di negara tersebut terpusat di danau Qiandao yang berada di provinsi Zhejiang. Di tempat ini pula terdapat pembudidayaan ikan sturgeon yang menjadi ikan penghasil telur ikan untuk kaviar.
3. Dapat Mencapai Harga Milyaran Rupiah
Sebagai salah satu makanan kelas atas, tentunya harga kaviar tidak dapat dibilang murah. Melansir dari situs dataindonesia.id, kaviar termahal yang diketahui masih diproduksi adalah kaviar yang berasal dari ikan sturgeon albino.
Ikan ini hanya mampu ditemui di laut Kaspia di Eropa timur. Ikan ini tergolong ikan yang cukup langka dan sangat susah dikembangbiakkan.
Harga 1 kg telur ikan sturgeon albino ini dapat dihargai mulai dari 30.000 USD atau sekitar 500 juta rupiah. Bahkan, untuk telur dengan kualitas terbaik dapat menembus angka 1 miliyar rupiah perkilogram.
Kelangkaan ikan sturgeon albino inilah yang membuat harga kaviar yang berasal dari telur ikan tersebut dihargai sangat mahal.
Baca Juga
-
Raih Hasil Positif di FIFA Matchday, John Herdman Bisa Saingi Shin Tae-yong
-
Ambisi Besar Macan Kemayoran: Datangkan Shin Tae-yong, Persija Siap Dominasi Liga 1!
-
Dirumorkan ke Fiorentina, Emil Audero Gantikan Kiper Legendaris Spanyol?
-
Karier Tak Jelas, Elkan Baggott Berpeluang Kembali Dipinjamkan Musim Depan?
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
Artikel Terkait
-
Ini Resep Bubur Merah Putih, Sajian Khas Malam Satu Suro
-
Resep dan Cara Masak Cilor yang Gurih dan Enak, Dijamin Nampol Banget!
-
Resep Bubur Candil Makanan Khas Jawa yang Enak, Rasanya Tidak Pernah Dilupakan Lidah Kamu
-
Harga Murah Kualitas Bagus! 8 Pasar Tradisional di Kabupaten Bandung Barat untuk Belanja: Ibu-ibu Pasti Senang Deh
-
Makanan Rendah Lemak yang Mendukung Kesehatan dan Keseimbangan Tubuh
Ulasan
-
Teach You A Lesson vs Study Group: Drakor Mana yang Paling Recommended?
-
Review Drama Filing For Love: Angkat Isu Fatherless yang Bikin Mewek
-
Review Drama Korea Your Honor: Ketika Keadilan Tak Lagi Hitam Putih
-
Novel Bandung Menjelang Pagi: Sisi Gelap Kota Kembang ala Brian Khrisna
-
Menyusuri Lorong Rindu dalam Antologi Puisi Bertemu di Temaram
Terkini
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia