Kamu pernah memakan hot dog? Kuliner satu ini memang dikenal sebagai salah satu kuliner fast food atau cepat saji terpopuler di Amerika Serikat. Bahkan, penjual hot dog sangat mudah ditemui di negara tersebut. Mulai dari yang dijual di pinggi jalan dengan kereta dorong atau mobil, hingga yang dijual di restoran berbintang.
Melansir dari situs National Today, kuliner yang berbahan dasar sosis ini diperingati pula di Amerika Serikat. Hari hot dog nasional atau National Hot Dog day diperingati setiap rabu minggu ketiga di bulan Juli. Di tahun 2023 ini hari hot dog nasional jatuh pada tanggal 19 Juli. Kuliner ini selain juga cukup populer ternyata juga memiliki beberapa fakta menarik di dalamnya. Berikut merupakan 3 fakta menarik kuliner hot dog.
1. Berasal Dari Jerman
Kuliner satu ini ternyata sudah ada sejak abad ke-13 masehi. Melansir dari situs etymonline.com, kuliner yang menjadi cikal bakal hot dog muncul pada abad ke-13 masehi di Jerman. Di masa tersebut ada hidangan sosis tradisional Jerman yang disebut dengan Frankfurter Würstchen. Kuliner ini umumnya dihidangkan pada saat penobatan kaum bangsawan ataupun saat menjamu tamu agung kerajaan.
Hot dog sendiri mulai populer di Amerika Serikat ketika dibawa oleh para imigran asal Jerman di abad ke-19. Saat itu ada beberapa orang Jerman yang membuka restoran di Amerika Serikat dan turut menyajikan sosis tradisional ini sebagai hidangannya. Lambat laun makanan ini cukup populer karena dianggap memiliki citarasa sederhana namun enak bagi sebagian besar orang Amerika saat itu.
2. Pernah Menggunakan Daging Anjing
Penamaan hot dog ternyata memang untuk menyebut olahan dari daging anjing. Melansir dari buku “Word Myths: Debunking Linguistic Urban Legends”, sosis daging yang menjadi bahan dasar hot dog ternyata memang benar-benar terbuat dari daging anjing. Praktek tersebut diketahui dilakukan oleh beberapa orang Jerman hingga abad ke-18 dan 19 masehi. Bahkan, praktek semacam ini masih ditemui di awal abad ke-20.
Namun, daging hot dog yang dijual di Amerika Serikat pada abad ke-19 diyakini tidak terbuat dari daging anjing, meskipun saat itu tidak dapat dibuktikan secara valid. Umumnya daging yang populer digunakan sebagai sosis hot dog adalah campuran daging babi atau sapi. Beberapa juga menggunakan daging ayam. Praktek memakan daging anjing tersebut diyakini telah hilang sejak abad ke-19 karena dianggap kejam.
3. Beresiko Menyebabkan Kanker
Meskipun hot dog merupakan salah satu makanan sederhana yang cukup nikmat, akan tetapi mengkonsumsi kuliner satu ini memiliki efek samping dapat menyebabkan kanker. Melansir dari sebuah artikel dari American Institute for Cancer Research, mengkonsumsi daging olahan seperti hot dog secara terus menerus setiap harinya dapat menumbuhkan resiko kanker sekitar 20%. Hal ini terjadi apabila diri kita mengkonsumsi daging olahan yang memiliki kadar lemak dan garam yang tinggi seperti hot dog.
Pengolahan daging yang keliru juga dapat memungkinkan adanya kontaminasi dari beberapa jenis bakteri yang cukup berbahaya bagi sistem pencernaan. Akan tetapi, hal ini masih dapat ditoleransi oleh kondisi imun tubuh apabila diri kita tetap rutin berolahraga dan mengatur asupan nutrisi harian dengan berbagai makanan yang bergizi dan berfungsi sebagai anti-racun atau anti oksidan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
Artikel Terkait
-
Suguhkan Ragam Kuliner Menggugah Selera, Food Library Kembali Hadir di Mal Ciputra Jakarta
-
Detik-detik Jovi Adhiguna campurkan kerupuk babi dengan makanan halal di Restoran
-
Tinggalkan Usaha, Sovia Marcony Kini Komitmen Jadi Content Creator Kuliner dan Pencipta Resep Masakan
-
Klarifikasi Jovi Adhiguna yang Campurkan Kerupuk Babi dengan Makanan Halal
-
4 Kuliner Ayam Legendaris di Bali: Ada yang Usianya Sudah 60 Tahun, Wajib Dicoba!
Ulasan
-
Review Juvenile Justice: Ketika Usia Menjadi Tameng bagi Pelaku Kejahatan
-
Dianggap Mitos hingga Diakui Pahlawan Nasional: Siapakah Ratu Kalinyamat?
-
Novel Celebrity Wedding, Pernikahan Kontrak Antara Akuntan Publik dan Musisi
-
1000x Ghea Indrawari, Lagu yang Bikin Saya Berhenti Membandingkan Cinta
-
Ulasan Ketok Mejik: Aksi Konyol Para Mekanik Mempertahankan Rumah Warisan
Terkini
-
5 Merek Sepatu Lokal dengan Visual Keren dan Harga Terjangkau
-
4 Clay Mask Ampuh Bersihkan Pori untuk Cegah Bruntusan pada Kulit Berminyak
-
Underemployment: Saat Keringat Sarjana Cuma Jadi Angka Formal
-
Desa Les Bekali Generasi Muda dengan Bahasa Inggris, Siap Mendunia?
-
Naturalisasi Pemain Sepak Bola: Proses Kemenangan atau Kesalahan Berulang?