Debat menjadi cara bagi sebagian orang untuk mengatasi beragam persoalan, terlebih bila persoalan tersebut menuai pro dan kontra. Dalam berdebat, ada etika-etika yang harus dijaga, misalnya menggunakan bahasa santun dan tidak memotong pembicaraan lawan debatnya.
Sebelum memutuskan untuk berdebat, setiap orang perlu mengetahui definisi dari debat itu sendiri. Dalam buku ‘Juara Debat dan Negosiasi’ diungkapkan bahwa debat menurut Henry Guntur Tarigan adalah suatu kegiatan saling beradu argumen antarpribadi atau antarkelompok manusia untuk menentukan baik dan tidaknya suatu usulan tertentu yang didukung oleh pendukung dan disangkal oleh penyangkal.
Ada sederet tujuan dan manfaat debat. Salah satunya ialah untuk melatih mental dan keberanian dalam mengemukakan pendapat di depan orang banyak atau khalayak. Debat dapat dilakukan untuk membantu seseorang yang penakut untuk menjadi seorang pemberani di depan banyak orang. Manfaat lainnya, untuk mematahkan pendapat dari lawan debat (hlm. 11).
Riza Noviana memaparkan, tata cara debat membuat peserta debat bisa berdebat dengan baik, sopan, menunjukkan penghargaan, serta menunjukkan hasil yang baik pula. Di antara tata cara berdebat yang baik yakni:
Pertama, memahami dan menjalankan peraturan debat. Ini penting karena jika seorang anggota debat melanggar peraturan, maka akan berpengaruh pada timnya. Kedua, kumpulkan fakta dan informasi lain sebagai bahan argumen dalam berdebat.
Ketiga, pahami kesalahan dalam berpikir dan penyelesaian masalah dengan baik. Selain untuk diri sendiri, kemampuan ini juga berguna untuk mengetahui kelemahan argumen tim lawan.
BACA JUGA: Saingi Honda BeAT 150, Yamaha NMAX 160 Dek Rata Tampil Elegan Hanya Rp20Juta
Keempat, sampaikan argumen dengan logis, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kelima, sampaikan opini secara santun.
Dalam buku terbitan Araska (2023) ini juga diungkap cara memenangi debat. Jadi, pada hakikatnya, inti semangat dalam suatu perdebatan dapat dirangkum menjadi tiga faktor utama, yaitu ethos (etika), pathos (emosi), dan logos (rasionalitas). Ketiganya merupakan tiga unsur penting dalam teori retorika yang diungkapkan oleh Aristoteles. Ethos adalah kredibilitas atau etika, logos adalah logika atau fakta, dan pathos adalah emosi atau perasaan. Mengembangkan argumentasi mengikuti tiga faktor tersebut akan menciptakan argumen yang kuat sehingga Anda bisa memenangkan suatu debat.
Meski demikian, Anda perlu melakukan persiapan, baik sebelum, maupun saat menghadapi sanggahan. Anda juga perlu mengetahui gaya debat nasional agar persiapan Anda semakin matang (hlm. 39).
Terbitnya buku karya Riza Noviana dengan sampul warna merah ini sangat tepat dijadikan sebagai salah satu buku panduan bagi siapa saja yang menyukai dunia perdebatan. Dengan membaca buku ini, setiap orang bisa memahami tentang cara-cara berdebat yang baik dan bijak sehingga argumen yang dilontarkan bisa diterima oleh seluruh kalangan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
-
Cintai Diri, Maka Kamu Akan Bahagia: Seni Menjalani Hidup Bahagia
-
Petualangan Anak Natuna, Kisah Tiga Detektif Cilik Menangkap Penjahat
-
Menghardik Gerimis, Menikmati Cerita-Cerita Pendek Sapardi Djoko Damono
Artikel Terkait
Ulasan
-
Novel Damar Kambang, Mencari Kebebasan di Balik Tabir Adat
-
Ulasan Serial The Pitt Season 2: Drama Medis yang Mengharukan dan Realistis
-
Sa'adatud Darain fi al-Shalah 'ala Sayyid al-Kaunain: Menyelami Samudra Cinta dengan Shalawat
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Tanpa Tuhan Apakah Segalanya Diizinkan? Mencari Akar Etika Lewat Filsafat
Terkini
-
"Skripsi yang Baik Adalah Skripsi yang Selesai": Curhat Mantan Mahasiswa Si Paling Perfeksionis
-
Fakta Unik Festival Musik Coachella: dari Menginap Sampai Tiket Rp150 Juta
-
Laris Manis! Konser EXO Planet #6 'EXhOrizon' di Jakarta Resmi Tambah Hari
-
Rahasia The Power of Habit, Mengapa Niat Saja Tidak Cukup untuk Berubah Jadi Lebih Baik?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?