Ayah adalah sosok pemimpin dalam sebuah rumah tangga. Ayah yang baik tentu akan berusaha memimpin keluarganya dengan bijaksana serta memberikan keteladanan yang baik bagi seluruh anggota keluarganya.
Bicara tentang peran ayah dalam sebuah keluarga, dalam buku “Meraih Jannah dengan Berkah Ayah” karya Abdul Wahid diterangkan beberapa peran seorang ayah. Salah satunya ialah memenuhi kebutuhan anak. Fungsi ayah sebagai pemenuh kebutuhan anak sangat besar artinya bagi anak, terutama saat anak masih memerlukan perhatian yang besar dari ayah.
Kebutuhan seorang anak biasanya meliputi kebutuhan fisik, psikis, sosial dan spiritual. Kebutuhan fisik menyangkut makan, minum, pakaian, tempat tinggal dan lain sebagainya. Kebutuhan psikis meliputi kebutuhan cinta, kasih sayang, rasa aman, diterima, diperhatikan, dihargai, dan lain sebagainya. Kebutuhan spiritual menyangkut pendidikan tentang kewajiban kepada Allah, Rasul-Nya, orangtua, dan sesama (hlm. 23-24).
BACA JUGA: Ulasan Buku Pendekar UKM, Usaha Kecil Miliaran: Kisah Inspiratif Pebisnis Sukses
Abdul Wahid menjelaskan seorang ayah harus mampu menciptakan hubungan atau ikatan emosional dengan anaknya. Kasih sayang, perhatian, dan lain semacamnya yang diberikan seorang ayah kepada anaknya akan menimbulkan berbagai perasaan yang menunjang kehidupan sang anak dengan orang lain.
Cinta kasih yang diberikan oleh ayah kepada anaknya akan mendasari cara anak berhubungan dengan orang lain. Artinya, besarnya cinta kasih ayah kepada anaknya sangat mempengaruhi besarnya kebaikan sikap anak nantinya (hlm. 26).
BACA JUGA: Review Buku 'Bahagia, Berbagi dalam Keberagaman', Kisah Pahlawan Kehidupan
Peran ayah lainnya yang dibahas dalam buku terbitan Saufa (Yogyakarta, 2016) ini adalah menjadi teladan bagi anak. Seorang ayah harus paham bahwa apabila ia ingin mendapatkan keturunan yang salih, berakhlak mulia, atau berperilaku baik, maka salah satu syaratnya adalah terlebih dahulu menjadikan diri sebagai teladan dan panutan yang baik bagi anaknya.
Jika hal tersebut sudah terwujud, maka tidak ada yang mustahil untuk menjadikan anaknya mempunyai sikap yang baik, menuruti segala yang diperintahkan, dan menjauhi hal-hal yang terlarang. Namun, juga sebaliknya, apabila seorang ayah menyuruh sesuatu kepada anaknya, sedangkan ia tidak melakukannya, maka sungguh berat rasanya kehendak atau keinginan itu dilaksanakan oleh sang anak (hlm. 36).
Buku ini sangat cocok dijadikan bacaan bagi para orangtua, khususnya ayah. Lewat buku ini, pembaca dapat merenungi peran-peran ayah dalam sebuah rumah tangga. Sukses tidaknya sebuah keluarga, sangat berkaitan erat dengan cara ayah dalam memberikan pengajaran serta keteladanan yang baik di dalamnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Restoran Legendaris Bali Buka di Jakarta, Jaraknya Cuma 3,5 Kilometer dari Taman Wisata Alam Mangrove
-
4 Zodiak Paling Kutu Buku, Sosok Intelektual yang Dilabeli Sebutan Geek
-
Bersantai, Berkumpul, Baca: BookClan Gabungkan Piknik Santai dengan Literasi Penuh Makna!
-
Review Buku 'Bahagia, Berbagi dalam Keberagaman', Kisah Pahlawan Kehidupan
-
Di Balik Sebuah Rasa, Serunya Belajar Review Kuliner Bareng Yoursay dan Novarty
Ulasan
-
Kejujuran yang Diadili: Membaca Absurditas dalam 'Orang Asing' karya Albert Camus
-
Review Never Back Down (2008): Film dengan Latar Belakang Seni Bela Diri Campuran!
-
Kejamnya Label Sosial Tanpa Pandang Umur di Novel 'Dia yang Haram'
-
Tanah Gersang: Kritik Tajam Mochtar Lubis Tentang Moral di Ibukota
-
Drama China You Are My Hero: Ketika Medis dan Militer Bertemu
Terkini
-
Topeng Arsenik di Pendapa Jenggala
-
Dihubungi John Herdman, Peluang Tampil Sandy Walsh di Timnas Kian Besar?
-
Veda Ega Pratama Debut Moto3: Seberapa Besar Peluangnya Melaju di MotoGP?
-
Preppy Hingga Street Style, Intip 4 Ide OOTD Layering ala Shin Eun Soo Ini!
-
Fetisisme Kesibukan: Saat Lelah Menjadi Simbol Status Sosial