Beragam menu-menu sarapan berbagai daerah dapat ditemui di Kota Jambi, salah satunya yaitu menu sate. Sate merupakan salah satu kuliner nusantara yang cukup banyak penggemarnya dari berbagai kalngan usia dan bahkan dari beberapa daerah juga memiliki variannya masing-masing.
Pedagang sate di Kota Jambi yang buka pagi hari yaitu salah satunya outlet sate pro rakyat. Gerai sate pro rakyat mengusung konsep jualan di kaki lima dengan nuansa tradisional dengan ornamen bambu membuat daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Lokasi gerai sate pro rakyat berada di jalan Kapten Pattimura atau berada persis di samping Sekolah Dasar Negeri 205 Kota Jambi. Oktober tahun ini genap satu tahun sate pro rakyat memanjakan lidah pengunjungnya.
Sate pro rakyat mulai buka pukul enam pagi hingga pukul sebelas siang. Namun tak jarang outlet ini tutup lebih awal karena sudah kehabisan stok daging maupun lontongnya.
Sate pro rakyat cukup dikenal oleh kalangan masyarakat Kota Jambi, selain pelayanannya yang ramah, harga seporsi sate sangat terjangkau mulai dari harga lima ribu rupiah ditambah lagi rasa satenya yang nikmat membuat banyak pelanggan rela antri setiap harinya.
Terdapat tiga pilihan menu pada gerai sate pro rakyat ini yaitu pertama porsi rakyat kenyang, dengan rincian tiga tusuk sate dan lontong dengan harga lima ribu rupiah. Kemudian paket kedua porsi rakyat kuat dengan rincian enam tusuk sate dan lontong diharga sepuluh ribu rupiah.
Terakhir, paket rakyat hebat dengan jumlah sepuluh tusuk sate dan lontong harga lima belas ribu rupiah. Sate langsung dipanggang hingga matang ditempat sehingga masih hangat dan nikmat untuk disantap. Kuah sate di outlet pro rakyat ini yaitu kuah kacang dicampur kecap.
Satu porsi sate di taburi dengan acar serta sambal hijau sesuai dengan selera dan tingkat kepedasan pelanggan. Bagi pecinta sate, menu di outlet sate pro rakyat ini wajib dicoba untuk menambah daftar panjang kuliner sate yang dikunjungi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Tergulung Doomscrolling, Ketika Layar Jadi Sumber Cemas
-
Tersesat di Usia Muda, Mengurai Krisis Makna di Tengah Quarter Life Crisis
-
Fame Cafe Jambi: Suasana Santai, Rasa Juara, Bikin Tak Mau Pulang
-
Terjebak dalam Kritik Diri, Saat Pikiran Jadi Lawan Terberat
-
Takut Dinilai Buruk, Penjara Tak Terlihat di Era Media Sosial
Artikel Terkait
-
Siomay Merdeka Nganjuk, Jajanan Favorit Anak Sekolah dan Pegawai
-
Jangan Lupa Kulineran Saat Berwisata, Cek Diskon Tempat Makan Hingga 50 Persen di Sini!
-
4 Rekomendasi Tempat Makan Murah Dekat UNY, Perut Kenyang Kantong Aman!
-
Komunitas Warung Tegal Gelar Pelatihan Usaha Mikro Kuliner di Jakarta Utara
-
Mahasiswa Pembully Wanita di Lift Minta Maaf, Tuai Kecaman Netizen
Ulasan
-
Potret Kuasa dan Moralitas dalam Krisis Ekonomi di Buku Negeri Para Bedebah
-
Citra, Status, dan Rasa Takut Gagal dalam The Art of Sarah
-
Keunikan Novel Koloni: Membedah Sisi Manusia Lewat Karakter Serangga
-
Romansa dengan Sentuhan Sejarah: Ulasan Novel Geronimo Karya Indah Hanaco
-
Film I Was a Stranger: Perjalanan Haru yang Menyentuh di Tengah Perang
Terkini
-
Jelang MotoGP 2026: Jorge Martin Ingin Pulih dan Adaptasi dengan Cepat
-
Paramount Tegas Akuisisi Warner Bros., Tawaran Naik Jadi U$30 Per Lembar
-
Wajah Cerah Bebas Kusam Saat Puasa! Ini 4 Pelembab Harga Murah Rp30 Ribuan
-
Hindari Mi Instan, Pilih Telur Dadar Sayur Agar Puasa Tetap Berenergi
-
Puasa sebagai Jeda: Mengurai Burnout Digital di Bulan Ramadhan