Apa pun profesimu, bila ingin meraih kesuksesan, maka harus berusaha membekali diri dengan attitude yang baik. Tata krama atau etika sangatlah penting dan akan membantumu meraih apa yang kamu cita-citakan.
Pengertian attitude, bila merujuk keterangan Sevilla (Gramedia.com) ialah sikap, perilaku, atau tingkah laku seseorang dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang disertai dengan kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan sikap tersebut.
Nah, perilaku yang baik sangat menentukan kesuksesan kariermu. Bila kamu sedang menggeluti suatu profesi, bisnis atau berjualan makanan misalnya, maka kamu harus membekali diri dengan attitude yang baik. Juga, mempelajari kiat-kiat sukses dalam berbisnis.
Salah satu kiat sukses berbisnis adalah memberikan kepuasan kepada konsumen. Melayani konsumen dengan baik dan ramah, termasuk cara jitu untuk menggaet pelanggan lebih banyak. Hindari perilaku yang membuat konsumen merasa kecewa bahkan merasa ilfil karenanya.
Bicara tentang kekecewaan konsumen, saya jadi teringat kejadian yang pernah saya alami beberapa waktu yang lalu. Tepatnya ketika saya hendak membeli bakso di sebuah warung bakso yang letaknya tak begitu jauh dari rumah saya.
Ketika saya sampai di warung tersebut, saya sempat melihat salah satu pelayan warung tersebut sedang melakukan hal yang menurut saya sangat jorok, yakni membuang selilit (sisa makanan di sela-sela gigi) dengan jari tangannya.
BACA JUGA: Generasi Z dan Pemilihan Karakter Presiden untuk Pemilu 2024
Dari situ, saya sebenarnya sudah merasa ilfil. Tapi berhubung motor saya sudah berhenti di depan warung dan pelayan tersebut sudah kadung melihat saya, maka saya pun memilih berhenti. Rasanya tak enak bila saya tiba-tiba langsung kabur tancap gas.
Akhirnya, saya pun terpaksa membeli sebungkus bakso. Tapi tidak untuk dimakan di situ. Melainkan dibungkus saja. Sialnya, pelayan yang tadi sempat saya lihat sedang membuang selilit dengan jarinya, tak mencuci tangannya terlebih dahulu, langsung saja meracik bakso dengan tangannya. Saya pun semakin bertambah ilfil karenanya. Saya pun berjanji dalam hati, tidak akan datang lagi ke warung tersebut. Kapok rasanya.
Dari kejadian tersebut, saya lantas menyimpulkan bahwa salah satu attitude dalam berbisnis adalah memberikan pelayanan yang bagus kepada konsumennya. Salah satu pelayanan yang bagus adalah terkait dengan kebersihan warung dan juga para pelayannya. Jangan sampai para pelayan melakukan hal-hal jorok yang bikin ilfil para pelanggannya, sebagaimana yang dilakukan pelayan warung bakso yang saya ceritakan tersebut.
Selain itu, wajah yang murah senyum dan ramah, disertai kerapian busana yang dikenakan juga menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Jangan sampai seorang pebisnis mengenakan busana yang tidak rapi, kumal, kotor, dan bau tak sedap. Apalagi disertai melakukan hal-hal jorok seperti mengupil atau membuang selilit. Hal-hal semacam ini akan membuat ilfil para konsumennya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Jingga untuk Sandyakala Part 2: Penutup Manis Perjalanan Panjang Ari-Tari
-
Memahami Gejolak Konflik Kerusuhan Film Tanah Runtuh dari Kacamata Anak
-
Review Welcome to the Jungle: Kekacauan di Hutan yang Penuh Lelucon Absurd!
-
Drama Once Upon a Small Town, Ketika Dokter Hewan Kota Harus Pindah ke Desa
-
Membaca Papua Lewat Memoria Passionis: Catatan Luka dari Timur Nusantara
Terkini
-
17 Daftar Pemain Muslim yang Bersinar di Piala Dunia 2026, Ada Yamal!
-
Masuki Babak Baru, Serial The Monster of Florence Season 2 Resmi Digarap
-
Anti Ribet! 5 Moisturizer Stick yang Bikin Wajah Lembap Seharian
-
Record of Ragnarok Season 4 Resmi Diumumkan, Janjikan Duel Pedang Intens
-
Djed Spence Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026: Muslim Pertama Timnas Inggris