Film "Sewu Dino" adalah sebuah karya sinematik yang mengesankan. Mengikuti perjalanan Sri (Mikha Tambayong), perempuan muda yang hidup dengan keterbatasan dan hanya memiliki ayah yang menderita sakit parah. Untuk mencukupi biaya hidup dan pengobatan ayahnya, dia bekerja di warung makan Yu Minah (Maryam Supraba).
Namun, hidupnya tiba-tiba berubah ketika keluarga Atmodjo menawarkan pekerjaan dengan bayaran tinggi kepadanya. Mereka meyakinkan Sri bahwa dia adalah pilihan yang tepat untuk pekerjaan tersebut karena lahir pada hari Jumat Kliwon. Meskipun terdapat kecurigaan, situasi sulit yang dia alami memaksa Sri menerima tawaran tersebut.
Sri bersama dengan Erna (Givina Lukita) dan Dini (Agla Artalidia) dibawa ke sebuah gubuk tersembunyi di tengah hutan oleh Sugik (Rio Dewanto) untuk merawat Della Atmodjo (Gisellma Firmansyah), yang terkena santet seribu hari.
Namun, seiring berjalannya waktu, mereka menyadari bahwa keluarga Atmodjo menyimpan rahasia mistis yang mengancam nyawa mereka. Hingga akhir periode seribu hari, mereka harus menjaga Della dan menghadapi teror supranatural yang mengerikan.
Film ini produksi dari MD Pictures dengan sutradara Kimo Stamboel. Dengan durasi 121 menit, "Sewu Dino" mengusung nuansa slow burn yang menghadirkan pengalaman sinematik yang unik.
Film ini sebenarnya merupakan adaptasi dari sebuah thread di Twitter yang kemudian diterbitkan dalam bentuk novel oleh Simple Man.
Bagi sebagian penonton, film ini mungkin berhasil menghadirkan nuansa yang sesuai dengan ekspektasi, tetapi bagi sebagian lainnya, film ini dianggap sebagai perubahan gaya penyutradaraan Kimo Stamboel yang biasanya lebih tajam dan intens, tetapi nggak untuk film ini.
Naskah "Film Sewu Dino" cukup solid, meskipun terdapat beberapa improvisasi adegan yang tidak ada dalam novel aslinya. Hal ini memicu perpecahan dalam penilaian penonton.
Ada yang menyukai improvisasi tersebut karena dianggap cerdas, sementara yang lain merasa bahwa perubahan tersebut tidak mewakili ketegangan dan misteri dalam cerita aslinya.
Kualitas produksi film "Sewu Dino" patut diacungi jempol. Set dan detail kostum serta riasan karakter yang mencerminkan kehidupan di desa sangat berkesan. Terlebih lagi, scoring music yang mengiringi film ini berhasil menghidupkan nuansa hening, kelam, dan mengerikan.
Keberhasilan film ini mencapai lebih dari 4 juta penonton. Nggak hanya itu, scoring music filmnya mendapat pengakuan pada Album "Sewu Dino (Original Motion Picture Score)" yang masuk dalam nominasi kategori "Album Film Scoring Terbaik" dalam AMI Awards, penghargaan tertinggi dalam industri musik Indonesia.
Dalam penilaian subjektif, skor 7/10 untuk film ini. Meskipun penyutradaraan Kimo Stamboel cukup berhasil, beberapa aspek terutama pada babak akhir dan ketegangan yang dihasilkan oleh setan, terasa agak kurang.
"Sewu Dino" telah tayang di Prime Video sejak 26 Oktober 2023. Selamat menonton dan merasakan ketegangan serta misteri yang ditawarkan oleh film ini!
Baca Juga
-
Review Lingsir Wengi: Tembang Jawa, Mitos, dan Teror di Motel Tua Malioboro
-
Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar
-
Review Film Siti Si Vampir: Satir Kelas Sosial yang Kurang Menggigit?
-
Review Paralyzed by Hope: The Maria Bamford Story, Tawa dan Luka Mental
-
Review The Disciple: A Wu-Tang Fable dan Ironi Album Eksklusif Wu-Tang Clan
Artikel Terkait
-
Sinopsis Film 13 Bom di Jakarta, Adegan Berbahayanya Dibuat Tanpa Menggunakan CGI
-
3 Pemeran Utama Film Korea 'Single in Seoul', Ada Lee Dong Wook!
-
Review Film Hati Suhita, Kesabaran Istri yang Tak Dicintai
-
Review Film The Social Dilemma, Dampak Negatif Teknologi dan Media Sosial
-
Jadwal Bioskop CGV Lampung Hari Ini 27 Oktober 2023, Lengkap dengan Harga Tiket
Ulasan
-
Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled
-
Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup
-
Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?
-
Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?
-
Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko
Terkini
-
Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja
-
Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang
-
Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z
-
Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?
-
5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!