"NYAD," sebuah film biografi olahraga yang mengesankan, dan sedang memanjakan penontonnya di Netflix, sudah tayang tanggal 3 November 2023. Disutradarai oleh Elizabeth Chai Vasarhelyi dan Jimmy Chin, serta ditulis oleh Julia Cox, film ini dibintangi oleh Annette Bening yang sudah meraih nominasi Academy Award sebanyak empat kali, sebagai: Diana Nyad.
Dalam kisah nyatanya yang menakjubkan, "NYAD" menggambarkan fase yang luar biasa dalam hidup Diana Nyad, seorang atlet kelas dunia. Dalam usianya yang menginjak 60 tahun, Diana, menjadi terobsesi untuk menyelesaikan pencapaian luar biasa: berenang sejauh 110 mil dari Kuba ke Florida. Dia memegang tekad kuat untuk menjadi orang pertama yang menyelesaikan tantangan renang ini.
"NYAD" memperlihatkan perjalanan yang mendebarkan selama empat tahun, melibatkan persahabatan dan dedikasi yang tinggi dari Bonnie Stoll, sahabat sekaligus pelatihnya, yang diperankan oleh Jodie Foster yang telah meraih dua Academy Awards. Bersama dengan tim layar yang penuh dedikasi, Diana menghadapi tantangan besar ini dengan tekad yang membara.
Ulasan
Film "NYAD" memikat dengan pemilihan cast yang memperhatikan fisik maupun stamina para pemain, itu terlihat sekali sangat sesuai dengan karakter yang dimainkan. Plotnya dirancang rapi. Scene Kegagalan yang terjadi berkali-kali, diperlihatkan dengan cermat melalui scene adegan yang berbeda, sehingga ketertarikan penonton jadi terjaga dan nggak jenuh dengan situasi yang bernasib sama yaitu momen kegagalannya.
Setiap detail: dari efek sengatan matahari, efek mata sehabis berenang, hingga efek tersengat ubur-ubur, disajikan dengan teliti. Annette Bening tampil memukau sebagai Diana Nyad, yang keras kepala. Meskipun beberapa konflik nyata Nyad nggak terlalu diekspos secara mendalam dalam film ini, nggak jadi masalah sih, terlebih ketika melihat konteks tujuan film ini dibuat untuk apa, jadi memang peristiwa nyata terkait kontroversi Nyad, nggak perlu ada nggak masalah.
Oh, iya, imajinasi Nyad yang divisualisasikan juga cukup menyenangkan ditonton. Namun, ada sesuatu yang begitu janggal di mataku ketika melihat sirip hiu. Itu terlihat sekali hanyalah sebuah mesin uang dikendalikan jarak jauh.
Menonton film ini, membuatku merenung, terkait pesan moralnya. Bahwa menjadi tua bukan berarti terbatas. "NYAD" mampu membangkitkan semangat penonton dengan cerita biopik sederhana yang diramu dengan baik, meskipun memiliki beberapa kekurangan. Skor 7/10 cukup untuk film ini. Jangan lewatkan untuk menonton dan merasakan inspirasi yang disajikan dalam kisah hidup Diana Nyad. []
Baca Juga
-
Ternyata Fanatisme Film Samakdo Lebih Horor dari Teror Setan, Ngeri Banget!
-
Spider-Man: Brand New Day dan Awal Era Mutan di Marvel Cinematic Universe
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Film Sihir Tanah Kubur Berhasil Mengubah Mitos Lokal Jadi Teror Mengerikan
-
Kupas Tuntas Misteri Adegan Pasca-kredit Film Spider-Man: Brand New Day
Artikel Terkait
-
Ulasan Serial The Baby Sitters Club, Kisah Para Gadis dalam Mengasuh Anak-anak
-
Selain Gadis Kretek, Ini 4 Series Indonesia yang Dibintangi Winky Wiryawan
-
Review Webtoon Sweet Home, Bertahan Hidup dari Monster yang Menakutkan
-
Review Little Women, Drama Korea Produksi Netflix tentang Tiga Bersaudara
-
4 Rekomendasi Anime Terbaru yang Tayang di Netflix November 2023
Ulasan
-
Dibalik Sangar dan Brutalnya Aksi Agent Kim Reactivated, Ada Kisah Ayah dan Anak yang Menguras Emosi
-
Review Drama My Mister: Mahakarya Slice-of-Life tentang Beban Hidup dan Empati Kemanusiaan
-
Ternyata Fanatisme Film Samakdo Lebih Horor dari Teror Setan, Ngeri Banget!
-
Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness
-
Review Drama Kingdom, Melawan Teror Zombi di Tengah Intrik Politik Joseon
Terkini
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear
-
Ketika Perjuangan Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Enak, ya, Jadi Kamu"