Jodoh adalah rahasia Tuhan yang kadang sulit ditebak. Tak jarang orang yang sudah lama menjalin hubungan pacaran, ke mana-mana sering bersama, tapi tiba-tiba kandas di tengah jalan dan malah berjodoh dengan orang lain yang belum lama kenal bahkan di luar perkiraan.
Tugas manusia yang ingin mengakhiri masa lajang adalah berusaha memilih pasangan atau jodoh yang terbaik. Tentu saja, ketika ingin mendapat jodoh yang baik, seseorang harus berupaya memperbaiki diri terlebih dahulu. Konon yang namanya jodoh adalah cerminan dari diri kita.
Sementara bagi mereka yang belum siap menikah, atau memang tidak menikah karena alasan-alasan tertentu yang tidak bertentangan dengan syariat, maka tidak mengapa bila belum atau tidak menikah. Karena yang namanya beribadah itu banyak jenisnya. Jadi, bukan hanya menikah saja yang termasuk ibadah.
Yang perlu dipahami bahwa hidup melajang atau jomblo itu tak selamanya buruk. Menurut saya, yang memandang buruk sebenarnya persepsi masyarakat yang terlalu menyudutkan kaum jomblo.
Memang ada jomblo yang baik dan ada yang tidak baik. Begitu juga, ada orang yang sudah berumah tangga dan memiliki akhlak baik, namun ada juga yang berakhlak buruk.
Ada sebuah pertanyaan menarik yang saya baca dalam buku ‘Enteng Jodoh Enteng Rezeki’ karya Ippho Santosa dan Shamsi Ali (Elex Media Komputindo, Jakarta). Begini pertanyaannya: benarkah menjomblo itu selalu jelek? Ternyata nggak juga.
Sebuah studi dari Journal of Social and Personal Relationships menilik bahwa orang-orang yang menjomblo bukanlah sosok-sosok kesepian seperti sangkaan orang selama ini. Riset ini diselenggarakan oleh peneliti Natalia Sarkisian dan Naomi Gerstel.
Hasilnya? Percaya atau tidak, rupanya orang-orang yang berstatus lajang bisa jadi memiliki kehidupan sosial yang lebih baik ketimbang pasangan yang telah menikah.
Orang-orang berstatus lajang lebih mampu bersosialisasi dengan baik terhadap teman, tetangga, orang tua, dan saudara kandung ketimbang orang-orang seusianya yang telah menikah. Kan, mereka lebih leluasa dari segi waktu dan tidak terikat apa pun.
Selain itu, studi ini menyingkap, wanita dan pria yang belum menikah juga cenderung lebih mudah memberi dan menerima bantuan. Mereka nggak perlu berembuk dulu dengan siapa pun. Ini sisi positifnya (hlm. 25).
Kesimpulannya, bagi orang yang sudah mampu menikah, silakan saja menikah. Bagi mereka yang belum siap, ya jangan memaksakan diri atau terburu-buru sampai salah memilih jodoh.
Menikah itu bukanlah ajang perlombaan. Bukan pula tentang menang atau kalah. Menikah itu ibadah bagi yang sudah siap menjalaninya. Tentu saja menikah yang sesuai dengan aturan syariat. Bukan menikah tanpa didasari ilmu.
Tema-tema yang diulas dalam buku ‘Enteng Jodoh Enteng Rezeki’ karya Ippho Santosa dan Shamsi Ali ini antara lain tentang serba-serbi kebahagiaan, serba-serbi wanita, serba-serbi pernafkahan, serba-serbi anak, dan serba-serbi pernikahan. Royalti buku ini 100% didonasikan. Selamat membaca.
Baca Juga
-
Menjaga Kesehatan Mental dengan Bercerita dalam Buku Psikologi Cerita
-
Upaya Mendeteksi Minat pada Anak sejak Dini dalam Buku Bimbingan Karier
-
Pentingnya Menjadi Manusia Kreatif dalam Buku The Magic of Creativity
-
Review Buku Adaptasi: Menyikapi Fase Perubahan dalam Kehidupan Umat Manusia
-
Buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas: Sebuah Upaya Menghalau Kecemasan
Artikel Terkait
-
Real Crazy Rich! Pasangan Ini Berhasil Minta Chris Martin Nyanyi di Pernikahan Mereka: Rp75 M Lewat!
-
Setelah Nadya Mustika Sah Jadi Istri Iqbal Rosadi, Kini Giliran Rizky DA Bakal Menikah di Awal Bulan Desember
-
Umumkan Pernikahan dengan Tiko, Netizen Ingatkan BCL: Moga Gak Salah Pilih
-
Siapa Sosok yang Bongkar Detail Pernikahan BCL dan Tiko Aryawardhana? Bocorkan Informasi Penting Ini
-
Tak Kalah dari Gwen Ashley-Ryan Harris, Pengantin TikToker Purwodadi Prewed di Paris hingga Swiss
Ulasan
-
Khusus Dewasa! Serial Vladimir Sajikan Fantasi Erotis Profesor Sastra yang Tak Terkendali
-
Review Abang Adik: Siap-siap Banjir Air Mata dari Kisah Pilu Dua Saudara
-
Novel When My Name Was Keoko, Perjuangan Identitas di Bawah Penjajahan Jepang
-
Menjaga Kesehatan Mental dengan Bercerita dalam Buku Psikologi Cerita
-
Dinamika Kehidupan dan Filosofi Man Shabara Zhafira dalam Karya Ahmad Fuadi
Terkini
-
5 Tim Ini Pernah Ngerasain Jadi Juara yang Tak Dianggap: Ada Senegal dan Juventus!
-
Annyeonghaseyo! Korea Gratiskan Visa Liburan WNI, Syaratnya Cuma Gak Boleh Pergi Sendiri
-
Rahasia Hutan Ajaib
-
Bangkit dari Post Holiday Blues Usai Mudik Lebaran: 7 Cara Cerdas Balik ke Realita Tanpa Drama
-
HP Panas Padahal Gak Main Game? Waspada, Mungkin Ada "Tamu Tak Diundang" Lagi Ngintip