Dammahum adalah kumpulan cerpen karya Benny Arnas yang menawarkan pengalaman membaca yang tidak lazim dalam tradisi cerpen Indonesia. Keempat belas cerpen di dalam buku ini dapat dibaca secara terpisah dan dari urutan mana pun.
Namun, semuanya saling terhubung erat, membentuk satu semesta cerita yang utuh layaknya sebuah novel. Tokoh-tokoh yang muncul dalam cerpen pertama tidak ditinggalkan begitu saja, melainkan kembali hadir dalam cerpen lain dengan kisah dan sudut pandang yang berbeda.
Latar yang digunakan pun beragam dan memanjakan imajinasi pembaca, mulai dari Lubuklinggau, Slovenia, Jakarta, Turki, hingga Hunza di Pakistan.
Perpindahan ruang ini tidak terasa artifisial, melainkan justru memperkuat kesan bahwa dunia Dammahum adalah dunia yang hidup dan berkelanjutan.
Cerpen pembuka sekaligus yang terpanjang, berjudul Menjadi Mercusuar, menjadi kunci bagi keseluruhan cerita. Cerpen sepanjang 39 halaman ini memperkenalkan tokoh-tokoh sentral seperti Dammahum, Amir, Omar, sang kiai, dan istrinya, Maryam.
Dammahum dikisahkan sebagai mantan koruptor dan pebisnis besar yang tiba-tiba bertobat setelah bermimpi bertemu Rasulullah. Ia kemudian nyantri kepada seorang kiai di Lubuklinggau.
Sebagai santri, Dammahum digambarkan sangat cemerlang. Ia dengan cepat menguasai ilmu-ilmu gurunya, bahkan mampu menghafal Al-Qur’an hanya dalam waktu dua tahun. Namun, perintah sang kiai agar ia “menjadi mercusuar” justru disalahartikan.
Atas nama dakwah, Dammahum kembali ke dunia politik. Ia dielu-elukan, dipuja, dan akhirnya menjadi presiden yang berkuasa selama 32 tahun. Di masa kekuasaannya, ia melegalkan pertambangan, memberi izin penebangan hutan, serta mengeluarkan berbagai kebijakan yang menguntungkan dirinya dan kelompoknya—semuanya dibungkus atas nama agama dan dakwah.
Ketika sang kiai mencoba mengingatkan, ia justru dituduh hendak memberontak. Konflik ini berujung pada pengasingan sang kiai ke Pakistan bersama kedua istrinya. Dari titik inilah, benang merah cerpen-cerpen lain mulai terajut.
Cerpen kedua, Parang Patah, kembali menghadirkan kejutan yang membuat saya merinding, terutama pada bagian akhir yang benar-benar tak terbayangkan sebelumnya.
Cerita ini mengisahkan seorang remaja bernama Patah yang terpaksa “bekerja” sebagai begal di bawah kendali seorang tauke. Ritme ceritanya terjaga dengan baik, membuat pembaca terus terdorong untuk menuntaskannya.
Keunikan Dammahum semakin terasa ketika pembaca mulai menyadari bahwa tokoh-tokoh dalam cerpen yang berbeda ternyata saling terhubung. Patah, sang begal dalam Parang Patah, kelak muncul kembali sebagai suami Jannah dalam cerpen Saudara yang Sempurna. Ummi Sukma, istri kedua sang kiai dalam cerpen Ganja Putih dan Ceri Ungu untuk Kiai, ternyata adalah ibu dari Omar dalam cerpen Narascajoca. Tokoh-tokoh ini tidak sekadar muncul ulang, tetapi juga mengalami perkembangan nasib dan peran yang signifikan.
Kisah Omar sendiri menjadi salah satu yang paling menarik. Ia adalah putra Ummi Sukma, janda muda yang dinikahi sang kiai.
Omar disekolahkan hingga sukses di Amerika Serikat. Namun, setelah mapan, ia justru ingin “menyelamatkan” ibunya karena mengira sang ibu hidup tertindas sebagai istri kiai.
Kenyataannya bertolak belakang: Ummi Sukma hidup terhormat, disayangi sang kiai, dan justru kiai pula yang membiayai kehidupan Omar di Amerika. Konflik batin dan kesalahpahaman ini memperkaya lapisan emosi cerita.
Memang, tidak semua cerpen dalam buku ini meninggalkan kesan yang sama kuatnya jika dibandingkan secara langsung dengan dua cerpen utama tersebut.
Namun, hal itu bukan berarti cerpen-cerpen lainnya lemah. Cerita seperti Cahaya akan Mengambang di Hunza dan Saudara yang Sempurna tetap memberi kesan mendalam dengan caranya masing-masing. Terlebih, keempat belas cerpen dalam kumpulan ini telah lebih dulu dimuat di berbagai media nasional, seperti Jawa Pos, Kompas, dan Media Indonesia, yang menunjukkan bahwa kualitasnya tidak disajikan secara sembarangan.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan utama Dammahum terletak pada keberanian Benny Arnas menciptakan tokoh-tokoh yang saling terhubung lintas cerita. Berbeda dengan cerpen pada umumnya yang menuntaskan relasi tokoh di akhir cerita, hubungan emosional dalam buku ini justru berlanjut dan semakin dalam dari satu cerpen ke cerpen lain. Bahasa yang digunakan relatif sederhana dan mudah dicerna, tanpa kehilangan kekuatan maknanya.
Adapun kekurangannya, buku ini tidak dilengkapi kata pengantar ataupun sambutan. Keterhubungan cerita yang sangat rapat pada beberapa bagian membuat pembaca tercengang dan terpaksa mengulang bacaan untuk memastikan relasi antartokohnya benar-benar dipahami.
Identitas Buku
- Judul Buku: Dammahum
- Penulis: Benny Arnas
- Penerbit: Diva Press
- Cetakan: I, Maret 2023
- Tebal: 192 halaman
- ISBN: 978-623-189-190-7
Baca Juga
-
Mengungkap Misteri Pulau Kirrin Bersama Lima Sekawan: Mengapa Mereka Minggat?
-
Romantisasi Duka dalam 'Ikhlas Penuh Luka' Karya Boy Candra
-
The Lost Library: Menyusuri Jejak Rahasia Perpustakaan yang Hilang
-
Review Buku How to Master Your Habits: Panduan Praktis Kehidupan dari Ustaz Felix Siauw
-
Topeng Arsenik di Pendapa Jenggala
Ulasan
-
Film Papa Zola: The Movie, Komedi Sci-Fi yang Lucu dan Menyentuh
-
Menampar Diri Lewat Buku How to Stop Feeling Like a Sh*t Karya Andrea Owen
-
Buku Saat Kau Terluka Karena Rasa Percaya: Trauma itu Sakit!
-
Mengungkap Rahasia Orang Kaya Sejati dalam Buku The Having
-
Menyelami Buku Empat Arketipe: Warisan Psikis Manusia Menurut Carl Gustav Jung
Terkini
-
Bikin Lelah Mental, Ini 6 Tanda Kamu Punya Hubungan Buruk dengan Diri Sendiri
-
Dokumen Jeffrey Epstein Dibuka, Nama Donald Trump dan Bill Clinton Muncul
-
Komidi Putar 1975
-
Menyoal Istilah "Gentengisasi" dan Prioritas Pembangunan Pemerintah
-
Bahas soal Hak Asuh Anak, Pihak Inara Rusli Ungkit Kasus Lama Virgoun