Masa lalu yang buruk kadang membuat seseorang merasa tak bersemangat untuk melanjutkan hidup. Sementara bagi sebagian orang yang mampu menyikapinya dengan positif, justru dapat menjadikan masa lalu kelam sebagai sarana untuk menjadi sosok lebih baik.
Berdamai dengan masa lalu mestinya menjadi cara bagi setiap orang agar dapat menjalani hidup dengan lebih semangat dan gembira. Jadikan pengalaman pahit di masa silam sebagai pelajaran berharga bagi kita. Agar jangan sampai terulang kembali. Agar kita lebih hati-hati lagi dalam melangkah.
Selalu meratapi masa lalu yang kelam hanya membuat tubuh kita merasa letih dan akhirnya merasa kalah. Ada keterangan yang sangat menarik yang bisa kita jadikan renungan dari Natisa, dalam bukunya yang berjudul ‘Merebut Peran Tuhan’. Natisa menulis:
Ada yang lebih melelahkan daripada letihnya badan sehabis perjalan jauh. Yaitu; letihnya jiwa dan raga sebab perasaan dan pikiran jalan-jalan terus, entah ke luka masa lalu atau cemasnya masa depan. Sehingga diri tak pernah benar-benar hadir di masa kini, di sini. Kalau sudah demikian, jangan heran sering disergap rasa cemas, penyesalan berkepanjangan, kekhawatiran bertubi, susah bersyukur, dan mundah mengeluh. Mereka hadir seiringan dengan rasa dan pikir yang jalan-jalan ke masa lalu dan masa depan.
Bagaimana menghentikannya? Bukankah semakin ingin dihentikan kian menjadi-jadi? Tak perlu menghentikan. Cukup sadari saja bahwa yang sedang dialami oleh kita adalah “sedang jalan-jalan” ke masa lalu atau masa depan. Kesadaran tersebut akan membawa kita pada kesadaran selanjutnya, yaitu kesadaran akan kenyataan yang kita hadapi. Kemudian kita bisa memilah, mana yang sebenarnya nyata, mana yang sebenarnya hanya rasa dari suatu masa. Jalan-jalanlah ke hikmah di masa lalu, untuk ambil pembelajaran darinya (hlm. 3).
Salah satu hal yang membuat manusia kerap mengalami kekecewaan adalah karena keberharapannya yang begitu tinggi pada sesamanya. Ya, berharap pada manusia memang sering mengecewakan. Apalagi bila kita merasa kebergantungan kepadanya.
Mestinya, satu-satunya tempat untuk berharap dan bersandar dalam hidup ini adalah Allah Swt. Berharap pada-Nya tidak akan pernah mengecewakan dan akan membuat hati kita merasa tenang menjalani hidup.
Benar kata Natisa bahwa kekecewaan itu bersumber dari berharap kepada manusia. Maka pulang, selalu menjadi perjalanan syahdu melucuti segala kecewa, amarah, kecamuk pikir dan rasa.
Tuhan, aku pulang, dengan segudang kekecewaan dan bertubi harapan. Aku pulang. Aku lelah. Oleh manusia dan kemanusiaan yang merebut peran-Mu, Tuhan (hlm. 16).
Buku motivasi karya Natisa (Quanta, Jakarta) ini dapat dijadikan sebagai teman duduk yang menyenangkan. Terlebih bagi Anda yang tengah mengalami kelelahan, kekecewaan, dan perasaan-perasaan sejenisnya. Semoga dengan membaca buku ini dapat menjadi pelipur lara dan kembali bersemangat melanjutkan hidup.
Baca Juga
-
Ulasan Buku Setengah Jalan, Koleksi Esai Komedi untuk Para Calon Komika
-
Ulasan Buku Jadilah Pribadi Optimistis, Lebih Semangat Mengarungi Kehidupan
-
Rangkaian Kisah Penuh Hikmah dalam Buku Berguru pada Saru
-
Pentingnya Memiliki Prinsip Hidup dalam Buku Menjadi Diri Sendiri
-
Menjalani Hidup dengan Tenang dalam Buku Hujan Bahagia
Artikel Terkait
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Novel The Good Part: Makna Perjuangan yang Menjadikan Hidup Lebih Sempurna
-
Buku The Psychological of Money: Perspektif Psikologis dalam Mengelola Uang
-
Ulasan Buku Setengah Jalan, Koleksi Esai Komedi untuk Para Calon Komika
-
Ulasan Novel Death by Dumpling: Misteri Pembunuhan Pelanggan Setia Restoran
Ulasan
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Novel The Good Part: Makna Perjuangan yang Menjadikan Hidup Lebih Sempurna
-
Buku The Psychological of Money: Perspektif Psikologis dalam Mengelola Uang
-
Cafe Hello Sapa, Kombinasi Sempurna antara Kopi dan Pemandangan Danau Sipin
Terkini
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda
-
Lee Jung-eun Siap Jadi Bibi Kim Ji-won dalam Drama Baru 'Doctor X'
-
Jadi Couple di 'The Haunted Palace', Chemistry Yook Sungjae dan Bona Dipuji