Banyak orang ingin mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Namun realitas memaparkan, tak semua orang yang sudah bergelar sarjana bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan sesuai harapan.
Sebagaimana kita maklumi bersama, mencari pekerjaan di era sekarang bukan hal mudah. Namun, bukan hal yang sulit sebenarnya bila kita sudah membekali diri dengan beragam keterampilan sejak usia muda.
Misalnya ketika masih kuliah, kita sudah mulai berusaha berbisnis kecil-kecilan. Sehingga ketika sudah lulus kuliah kita sudah memiliki pengalaman berbisnis dan tinggal melanjutkan pekerjaan kita dengan lebih maksimal.
BACA JUGA: Melatih Kemampuan Berpikir dari Buku '99 Cara Berpikir Ala Sherlock Holmes'
Danila Amani dalam bukunya yang berjudul ‘Langsung Bekerja Setelah Lulus Kuliah’ menjelaskan sederet usaha yang bisa dilakukan agar bisa segera mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.
Salah satunya ialah berburu informasi di media sosial. Lakukan perburuan informasi setelah lulus. Tujuannya agar bisa menyiapkan persyaratan yang diperlukan untuk melamar pekerjaan. Beberapa perusahaan bahkan menginformasikan kebutuhan pegawai baru lewat media sosial, semisal Kompas Gramedia dan semacamnya (hlm. 8).
Usaha berikutnya agar bisa segera mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah, sebagaimana diungkap dalam buku ini adalah mencari informasi dari kenalan yang sudah lebih dahulu bekerja. Kalau sudah memiliki kenalan yang bekerja di perusahaan yang kita incar, maka langkahmu akan lebih mudah. Manfaatkan kenalanmu untuk mengorek informasi penting terkait perekrutan pegawai.
BACA JUGA: Membaca Kecemasan Orang Dewasa Lewat Novel Anxious People Karya Fredrik Backman
Ikut program magang sebelum lulus kuliah juga bisa dijadikan sebagai usaha agar kita dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Magang bisa jadi pilihan yang tepat. Cobalah memanfaatkan jaringan kampus untuk mengajukan permohonan magang ke perusahaan impian. Dengan magang, kita bisa mendapatkan pengalaman kerja secara langsung. Selain itu juga bisa jadi ajang unjuk gigi di kantor untuk membuktikan kemampuanmu memang tokcer (hlm. 19).
Buku tipis yang bisa dibaca sekali duduk dan diterbitkan oleh Among Karta bekerja sama dengan lini+book (Yogyakarta) ini dapat dijadikan semacam acuan bagi para mahasiswa atau mereka yang baru lulus kuliah dan sedang berjuang mencari pekerjaan.
Dari sekian usaha yang dijelaskan dalam buku ini, pembaca bisa memilih cara atau usaha yang paling cocok atau yang tidak bertentangan dengan ajaran agama. Selamat membaca.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
Melatih Kemampuan Berpikir dari Buku '99 Cara Berpikir Ala Sherlock Holmes'
-
Membaca Kecemasan Orang Dewasa Lewat Novel Anxious People Karya Fredrik Backman
-
Analisis Teologis Islam Feminis: Ulasan Buku Bunga Rampai Islam dan Gender
-
Ulasan Novel Lebih Senyap dari Bisikan, Sebuah Realita Hidup Berumah Tangga
-
Konflik Zionisme, Yahudi dan Israel dalam Buku karya Dr. H. Ibnu Burdah, MA
Ulasan
-
Drama Korea Azure Spring: Laut sebagai Tempat Memulai Babak Baru
-
Meraih Ketidakmungkinan: Saat Pemuda STOVIA Terjebak Cinta & Nasib Bangsa
-
Review Warung Pocong: Bikin Ketawa Sekaligus Merinding, Ini Alasan Film Ini Beda!
-
"Benny Ramrez and the Nearly Departed", Fantasi Middle Grade Penuh Makna
-
The Red Palace: Fiksi Sejarah Joseon Abad ke-18 yang Penuh Intrik Kerajaan
Terkini
-
Paradoks Negeri Tambang: Kaya Sumber Daya, tapi Bergantung pada Pajak
-
Banyak yang Baru Sadar, 5 Fitur Android Ini Belum Ada di iPhone
-
Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik
-
Gen Z dan Stigma Generasi Pemalas, Apa Benar Masalahnya Sesederhana Itu?
-
Samsung Salip Apple Saat Pasar Smartphone Terpuruk, Kok Bisa?