Beberapa hari terakhir, zat kimia asam sulfat menjadi perbincangan di media sosial. Hal ini berawal dari Gibran Rakabuming Raka yang keliru menyebut bahwa zat kimia yang termasuk senyawa berbahaya tersebut dibutuhkan oleh anak-anak dan ibu hamil untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk pada balita.
Padahal, zat asam sulfat tersebut merupakan salah satu zat yang cukup berbahaya apabila terkena atau dikonsumsi oleh manusia. Selain itu, ada beberapa fakta menarik dari zat asam sulfat tersebut. Berikut 3 fakta menarik dari senyawa asam sulfat yang perlu kamu ketahui.
1. Dapat Ditemukan dalam Produk Kebersihan
Zat asam sulfat ternyata merupakan salah satu senyawa penyusun dalam beberapa produk kebersihan yang sering kali digunakan sehari-hari.
Dilansir dari situs alodokter.com, asam sulfat lumrah digunakan sebagai salah satu pembuat sabun detergen untuk mencuci baju, mencuci piring ataupun pembersih toilet.
Sifat senyawa ini yang menghasilkan rasa panas dapat membantu mengangkat dan membersihkan kotoran dari benda-benda tertentu.
Meskipun berbahaya untuk dikonsumsi, namun zat yang telah diubah menjadi larutan pembersih tersebut sedikit lebih aman apabila terkena kulit. Namun, tidak disarankan menyentuhnya apabila tengah mengalami luka karena dikhawatirkan menyebabkan iritasi.
2. Diyakini Sudah Ditemukan pada Abad ke-1 Masehi
Studi mengenai asam sulfat dilakukan secara mendalam pada abad ke-19 Masehi. Akan tetapi, diyakini asam sulfat mulai ditemukan dan dimanfaatkan sejak awal abad ke-1 Masehi.
Dilansir dari artikel “Vitriol in the History of Chemistry”, bangsa Sumeria diyakini sudah menggunakan asal sulfat yang dikenal dengan nama vitriol untuk beberapa keperluan upacara pada saat itu.
Penggunaan Vitriol tersebut juga dilakukan untuk kegiatan metalurgi seperti penempaan besi dan beberapa alat lainnya.
3. Dapat Menyebabkan Iritasi Apabila Terpapar Kulit
Salah satu hal yang menyebabkan asam sulfat cukup berbahaya apabila dikonsumsi adalah zat ini bisa menyebabkan rasa terbakar apabila terkena air.
Dilansir dari laman halodoc.com dan alodokter.com, asam sulfat dapat memberikan rasa terbakar hebat apabila terkena kulit secara langsung.
Hal tersebut juga berlaku apabila terkena organ dalam apabila tertelan dan terkena mata. Bahkan, dalam beberapa studi juga menyebutkan zat ini juga dapat menyebabkan gagal ginjal dan kebutaan.
Nah, itulah beberapa fakta menarik dari zat asam sulfat yang tengah ramai diperbincangkan saat ini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.
Baca Juga
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
Artikel Terkait
-
Sebut Bumil Butuh Asam Folat dari Tanaman Bukan Bengkel, Anies Sindir Gibran?
-
Baru Sepekan Kampanye, Gibran Diduga Sudah 2 Kali Lakukan Pelanggaran Di DKI
-
Jawaban Gibran Ditanya Soal Debat Cawapres Tanpa Didampingi Capres: Saya Ngikut Aja
-
5 Tas Hermes Selvi Ananda Istri Gibran Rakabuming Raka, Semua di Angka Ratusan Juta
-
Padahal Lulusan Singapura-Australia, tapi Gibran Salah Sebut Asam Folat Jadi Asam Sulfat Buat Ibu Hamil
Ulasan
-
Dibalik Sangar dan Brutalnya Aksi Agent Kim Reactivated, Ada Kisah Ayah dan Anak yang Menguras Emosi
-
Review Drama My Mister: Mahakarya Slice-of-Life tentang Beban Hidup dan Empati Kemanusiaan
-
Ternyata Fanatisme Film Samakdo Lebih Horor dari Teror Setan, Ngeri Banget!
-
Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness
-
Review Drama Kingdom, Melawan Teror Zombi di Tengah Intrik Politik Joseon
Terkini
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear
-
Ketika Perjuangan Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Enak, ya, Jadi Kamu"