Jujur adalah termasuk sifat atau perangai mulia yang mestinya selalu dimiliki oleh setiap orang. Sebaliknya, bohong termasuk sifat yang dibenci banyak orang, termasuk dibenci oleh Tuhan, sehingga kita harus berupaya untuk menjauhinya.
Idealnya, perangai yang baik atau mulia diajarkan sejak usia dini oleh orang tua terhadap anak-anaknya di rumah. Tentu saja, cara mengajari anak tidak hanya berupa nasihat saja, tetapi juga harus dicontohkan oleh orang tuanya.
Tak hanya itu, para orang tua juga perlu membekali diri dengan beragam ilmu pengetahuan, termasuk ilmu parenting atau ilmu tentang cara mendidik anak-anak secara benar dan bijaksana.
Termasuk juga belajar tentang cara mendeteksi hal-hal yang menyangkut kebiasaan dan perilaku anak dalam pergaulan. Misalnya, ketika anak memiliki karakter keras, suka membantah, dan gemar melakukan beragam kebohongan.
Salah satu cara untuk mendeteksi apakah anak sedang jujur atau berbohong adalah dengan mengamati wajahnya. Dalam buku ‘Deteksi Kejujuran dan Kebohongan dari Ekspresi Wajah’ diungkap bahwa wajah adalah petunjuk perasaan dan pikiran. Bahkan, wajah ibarat ensiklopedia karena berbagai informasi kepribadian dan karakter terdapat di dalamnya. Wajah dipercaya mampu menguak rahasia yang bersifat pribadi sekalipun.
Wajah merupakan bagian yang paling mudah dilihat tanpa kita harus meminta izin kepada sang pemilik wajah itu. Hal inilah yang membuat pembacaan wajah lebih mudah dilakukan ketimbang pembacaan garis tangan (palmistry). Wajah banyak menyimpan rahasia karakter dan pengalaman hidup seseorang. Sebab, hal yang ditampilkan pada wajah merupakan cerminan kondisi alam bawah sadar pemiliknya (Deteksi Kejujuran dan Kebohongan dari Ekspresi Wajah, hlm. 6).
Kemampuan kita dalam memahami atau mendeteksi wajah banyak orang akan membantu kita untuk lebih peka atau berempati dengan nasib hidup orang lain. Juga dapat mengantarkan kita pada kemudahan mendapatkan teman, sahabat, hingga rekan bisnis. Termasuk juga dapat digunakan untuk menguak para pelaku kasus kejahatan.
Budi Susilo dalam buku ini menjelaskan, apabila mampu membaca wajah seseorang, maka kita bisa menggunakannya untuk hal-hal positif, seperti menjalin pertemanan baru, merekrut karyawan baru, memotivasi diri, memilih bidang pekerjaan, bahkan bisa menunjukkan jalan keluar atas situasi tertentu. Pendeknya, kemampuan ini akan memberikan inspirasi dan motivasi kepada kita. Hal terpenting, kita mengetahui kuncinya, yakni membaca wajah seseorang dengan benar.
Mata termasuk daerah wajah yang perlu dideteksi ketika berinteraksi dengan seseorang. Secara umum, kita dapat mendeteksi orang berbohong atau jujur dari beberapa tanda gerakan matanya. Jika kedipan mata seseorang berlebihan, maka ada sesuatu yang terjadi dengannya. Dalam bahasa komunikasi, hal itu menandakan ada sesuatu yang yang disimpan atau berbohong (Deteksi Kejujuran dan Kebohongan dari Ekspresi Wajah, hlm. 127).
Dalam sebuah pembicaraan, orang yang berkata jujur akan mampu menatap orang lain dalam waktu lama. Biasanya, tatapan tersebut diikuti dengan senyum rekah dari bibirnya. Senyuman itu bukan senyuman biasa karena menampakkan kekaguman dengan menahan gerakan bibir untuk tersenyum (Deteksi Kejujuran dan Kebohongan dari Ekspresi Wajah, hlm. 129).
Saya berharap terbitnya buku ‘Deteksi Kejujuran dan Kebohongan dari Ekspresi Wajah’ karya Budi Susilo (penerbit Laksana, Yogyakarta) ini bisa menjadi salah satu buku panduan yang akan membantu siapa saja dalam mendeteksi sifat orang lain, termasuk para orang tua dalam mendeteksi sifat anak-anaknya.
Tentu saja, kemampuan mendeteksi sifat orang lain bukan untuk keperluan menghakimi, tetapi agar kita bisa lebih waspada dan berhati-hati saat berinteraksi dengan banyak orang. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Selamat membaca buku Deteksi Kejujuran dan Kebohongan dari Ekspresi Wajah!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
-
Cintai Diri, Maka Kamu Akan Bahagia: Seni Menjalani Hidup Bahagia
-
Petualangan Anak Natuna, Kisah Tiga Detektif Cilik Menangkap Penjahat
-
Menghardik Gerimis, Menikmati Cerita-Cerita Pendek Sapardi Djoko Damono
-
Warisan Leluhur Negeri Tirai Bambu: 88 Kisah yang Bikin Kamu Lebih Bijak
Artikel Terkait
Ulasan
-
Telegram Karya Putu Wijaya: Kabar Duka dari Dunia yang Tak Pernah Pasti
-
Drama Romance Benci Jadi Cinta, Apakah My Dearest Nemesis Layak Ditonton?
-
Review Film Warung Pocong: Campuran Antara Komedi dan Horor yang Seimbang
-
Novel Kemben Emas: Sejarah Kejayaan Majapahit dan Bangkitnya Kerajaan Demak
-
Refleksi Lagu Runtuh: Ketika "Baik-baik Saja" Jadi Kebohongan Paling Melelahkan
Terkini
-
AB6IX Umumkan Hiatus, Negosiasi Perpanjangan Kontrak Masih Berlangsung
-
Tayang 17 April, Seo Ji Hye dan Go Soo Bintangi Drakor Thriller Reverse
-
Bukan Masalah Kurang Bersyukur, Saya Kerja 3 Profesi Pun Masih Tetap Bokek
-
Akui Gunakan AI di Opening Ascendance of a Bookworm, WIT Studio Minta Maaf
-
Hyeop-sama Is Back! Chae Jong Hyeop Dikonfirmasi Bintangi Drama Jepang Baru