De Kleine Batu merupakan cafe sekaligus penginapan yang menarik perhatian pengunjung dengan arsitektur ala Swiss, yang menampilkan bangunan piramida transparan yang memungkinkan pengunjung melihat ke dalam dan ke luar dengan leluasa.
Dengan tambahan taman hijau, suasana di De Kleine sangat menyegarkan, yang membuat pengunjung betah untuk berlama-lama.
Cafe ini terletak di batas tanah Perhutani yang digunakan untuk peternakan kuda Megastar Indonesia, yang mencakup luas 3000 meter persegi.
Keunikan tempat nongkrong ini tidak hanya terletak pada bangunan ala Swiss-nya, namun juga pemandangan Gunung Panderman yang menakjubkan dari ketinggian. Suasana alam yang asri dan modern menciptakan pengalaman unik yang tak terlupakan.
Bangunan di Cafe De Kleine Batu
Cafe De Kleine menjadi tempat nongkrong yang nyaman dengan pemandangan Kota Batu yang indah dari ketinggian. Udara yang cukup dingin di dataran tinggi dapat dinikmati melalui 7 ruangan kaca berbentuk prisma. Cafe ini mengusung konsep outdoor yang memperkaya pengalaman pengunjung.
Fasilitas yang disediakan cukup lengkap, yang meliputi area parkir luas, gazebo, tempat duduk yang nyaman, spot foto Instagramable, toilet umum, taman yang asri, musala, piramida kaca untuk hangout, dan berbagai fasilitas lainnya yang dikelola dengan baik ileh pengelola pariwisata De Kleine Batu Malang.
Lokasinya yang strategis yaitu di Jalur Lingkar Batu Barat, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, membuatnya mudah diakses, terutama bagi yang telah mengunjungi Taman Pinus Batu Cafe yang terletak sangat dekat. Google Maps juga bisa menjadi alternatif bagi yang kesulitan menemukan lokasi.
Cafe De Kleine Batu buka mulai pukul 11.00 hingga 20.00 WIB untuk weekday, dan 09.00 hingga 21.00 WIB untuk weekend. Suasana malam hari di sini memberikan ketenangan khususnya bagi yang ingin menikmati keindahan Kota Batu.
Harga menu yang terjangkau membuat cafe ini menjadi destinasi kuliner yang menarik. Cafe ini menyediakan menu sayuran rumahan, makanan berat, ayam, dan makanan ringan dengan harga kisaran Rp10 ribu hingga Rp65 ribu saja dengan variasi yang mencukupi selera pengunjung.
Bukan hanya tempat nongkrong yang asik, Cafe De Kleine Batu juga menyediakan paket barbeque dengan pilihan menu yang menarik. Pengunjung bisa menikmati suasana alam yang indah sambil menikmati berbagai hidangan lezat yang disajikan dengan pemandangan yang memesona.
Dengan konsep unik dan harga yang bersahabat, De Kleine Batu Malang adalah destinasi wisata kuliner yang wajib dikunjungi bagi semua kalangan.
Tertarik untuk mengunjungi cafe ini?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Film Penyalin Cahaya, Mengungkap Potret Gelap di Balik Institusi
-
Warung Mekar Jaya, Menikmati Gurihnya Nasi Genjes Khas Kota Malang
-
Ulasan Buku The Art of Stoicism, Misi Pencarian Makna tentang Kehidupan
-
Fenomena Job Hugging, Tanda Loyalitas atau Karier Stagnan?
-
Mengubah Hobi Jadi Gaya Hidup Sehat Lewat Olahraga Futsal
Artikel Terkait
-
Ini Bisnis Haji Alwi Ruslan Camer Putri DA, Pantas Bisa Berangkatkan Umrah Ratusan Orang
-
Abdul Azis Anak Siapa? Pantas Berani Kasih Uang Panai Rp 2 M, Orang Tuanya Pernah Sawer Putri DA
-
Dijerat Pasal Berlapis, Palti Hutabarat Terancam Hukuman Maksimal 12 Tahun Penjara
-
Noi Cafe Batu, Menikmati Sensasi Ngopi di Lereng Gunung Arjuno
-
Rekor! Harga Saham Tambang Batu Bara Milik Sinarmas Tembus Rp111 Ribu jadi yang Termahal
Ulasan
-
Keunikan Novel Koloni: Membedah Sisi Manusia Lewat Karakter Serangga
-
Romansa dengan Sentuhan Sejarah: Ulasan Novel Geronimo Karya Indah Hanaco
-
Film I Was a Stranger: Perjalanan Haru yang Menyentuh di Tengah Perang
-
Film Penyalin Cahaya, Mengungkap Potret Gelap di Balik Institusi
-
Ketika Misi Putus Berubah Jadi Boomerang di Novel Algoritme Rasa
Terkini
-
5 HP Rp 3 Jutaan dengan Spesifikasi Gahar, Mana yang Paling Layak Dibeli?
-
Hipdut, Wajah Baru Dangdut yang Kembali Populer di Kalangan Gen Z
-
Bahaya di Balik Keharuman: Mengapa Vape Tetap Menjadi Racun bagi Tubuh?
-
Opini Publik yang Dibentuk Algoritma For Your Page, Apakah Masih Organik?
-
Latte Factor Versi Ramadan: Mengapa Takjil Rp20 Ribu Sehari Diam-diam Bikin Kantong Bolong?