Pasutri Gaje, sebuah film adaptasi webtoon populer karya Annisa Nisfihani, membawa kisah pernikahan muda yang penuh kelucuan dan keributan. Film ini disutradarai oleh Fajar Bustomi dan dibintangi oleh Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari sebagai pasangan suami istri, Adimas dan Adelia.
Menceritakan kehidupan awal pernikahan Adimas dan Adelia, dua insan yang saling mencintai namun memiliki kepribadian yang berbeda. Adimas yang santai dan Adelia yang perfeksionis seringkali berselisih paham dalam berbagai hal, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga masalah keuangan.
Konflik utama film ini berfokus pada tekanan dari orang tua dan lingkungan sekitar yang ingin mereka segera memiliki anak. Adimas dan Adelia masih ingin menikmati waktu berdua dan belum siap untuk menjadi orang tua, namun tuntutan ini terus menerus menghantui mereka.
Ulasan Singkat Pasutri Gaje
Berikut beberapa ulasan singkat tentang film Pasutri Gaje. Simak yuk!
- Pasutri Gaje dikemas dengan komedi ringan yang menghibur. Banyak adegan lucu yang dihadirkan, mulai dari interaksi kocak Adimas dan Adelia, hingga tingkah laku para karakter pendukung yang unik dan absurd.
- Yang lebih uniknya lagi film ini juga menggunakan animasi lucu untuk menggambarkan khayalan dan imajinasi para karakternya, menambah unsur komedi dan fantasi yang menarik.
- Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari menunjukkan chemistry yang apik sebagai pasangan suami istri. Reza sukses memerankan karakter Adimas yang santai dan kocak, sedangkan Bunga Citra Lestari mampu membawakan karakter Adelia yang perfeksionis dan tegas dengan baik.
- Para aktor pendukung pun tak kalah menarik seperti Andre Taulany, Indro Warkop, dan Kiky Saputri. Mereka memberikan warna dan humor yang berbeda pada film ini.
- Alur ceritanya terkesan sedikit lambat dan kurang fokus pada konflik utama. Beberapa adegan terasa dipaksakan dan kurang natural.
- Selain itu, film ini terkesan terlalu fokus pada komedi dan kurang menggali sisi emosional dari para karakternya.
Pasutri Gaje adalah film komedi ringan yang menghibur dan relatable bagi pasangan muda. Menghadirkan cerita yang ringan dengan banyak adegan lucu dan akting memukau dari para pemainnya.
Meskipun memiliki beberapa kekurangan, Pasutri Gaje bisa menjadi pilihan tontonan yang menyenangkan buat kamu yang ingin melepaskan penat dan tertawa bersama pasangan.
Sangat saya rekomendasikan untuk ditonton pasangan muda yang ingin menonton film komedi ringan dan relatable.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Review Film Runner: Kisah Pengorbanan Mengharukan dalam Balutan Laga Modern
-
Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati
-
Review Film Practical Magic: The Book Of Magic, Nostalgia Sihir yang Indah!
-
Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan
Artikel Terkait
-
Film Munkar: Menjelajahi Kegelapan dengan Sentuhan Religi
-
Detail Karakter Song Hye Kyo dan 4 Aktor Utama yang Bintangi Film Dark Nuns
-
4 Rekomendasi Film Horor Thailand Terbaru, Ada yang Berdasarkan Kisah Nyata
-
Comeback setelah 7 Tahun, Gandhi Fernando Mengaku Gugup Kembali Berakting di Film Lampir
-
Tak Masalah Dikritik, Hanung Bramantyo Sengaja Buat Kesalahan di Film Miracle In Cell No. 7
Ulasan
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi
-
Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit
Terkini
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan