Untuk orang yang awam tentang lagu Jepang, "Marigold" milik Aimyon tidaklah buruk. Bahkan lagu ini bisa langsung diterima telinga saya saat pertama kali mendengarkannya.
Lagu ini memiliki irama yang menenangkan dan cocok didengar saat lelah selepas bekerja sebagai teman pulang ke rumah. Meski tidak mengetahui artinya, tapi saya bisa merasakan makna menyentuh dari "Marigold".
Hal pertama yang terlintas di pikiran saya saat mendengarkan lagu ini adalah anime dan durasi lagunya yang panjang. Meski memiliki durasi lagu yang lebih dari 5 menit tapi saya bisa menikmati lagu ini hingga selesai dan hanyut dalam melodi serta penghayatan lirik dari sang penyanyi.
Dalam musik videonya yang telah ditonton 327 juta kali di YouTube, terlihat gambar sederhana tapi cukup menggambarkan isi lagu secara keseluruhan.
Video ini dimulai dengan Aimyon yang sedang berada seorang diri di dalam ruangan. Sosoknya dan segala yang ia lakukan di ruangan tersebut benar-benar menggambarkan wanita yang sedang mengalami masalah asmara.
Semua perasaan dilema, gundah, dan sedih tercipta dengan baik saat menonton video ini. Ditambah dengan lagu menyentuh, kita seperti ikut merasakan konflik yang dialami tokoh dalam lagu ini.
Selain di dalam ruangan, Aimyon juga tampak bermain skateboard sambil hujan-hujanan. Adegan ini identik dengan seseorang yang meski merasakan pedih dan sakit, tapi dia tetap berusaha hidup dan menjalani kehidupan.
Walau mungkin ia merasa dingin karena hujan yang terus turun, tapi Aimyon masih bisa tersenyum dan melaju dengan skateboardnya.
Banyak lirik yang diulang dalam lagu ini. Ketika mendengarkannya pertama kali, saya masih bisa menikmatinya. Namun ketika mencoba mendengarkan untuk kedua kalinya dalam waktu yang berdekatan, saya merasa bosan.
Bukan berarti lagu ini jelek. Namun ada lagu yang memang hanya untuk dinikmati satu kali dalam waktu berdekatan. Selain itu, makna dari lagu ini benar-benar menyentuh sehingga bisa mempengaruhi mood.
Sehingga sebaiknya jangan mendengarkan lagu bernada sendu dalam jarak waktu berdekatan sekaligus agar moodmu bisa tetap positif.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Isu Diskriminatif di Balik Film Jepang 'Sweet Bean'
-
Bukan Sekadar Berpesta, Ini Kekonyolan Masa Muda di BIGBANG We Like 2 Party
-
Kontras dengan Judulnya, Ini Kisah Patah Hati di Lagu Key SHINee 'Easy'
-
Hampers Tidak Wajib, Tapi Jangan Ajak Orang Lain Stop Kirim Hadiah Lebaran
-
Lebaran Penuh Kepalsuan, saat Momen Suci Berubah Menjadi Tekanan Tahunan
Artikel Terkait
-
Disindir Dedi Mulyadi gegara Liburan ke Jepang, Bupati Lucky Hakim Punya Utang Rp5 M Lebih
-
Harga Tiket Pesawat Medan-Batam Tembus Rp17 Jutaan, ke Jepang Cuma Rp5 Juta
-
Kenapa Jepang Sering Terjadi Gempa Bumi? Prediksi Mengerikan di Palung Nankai Bikin Khawatir
-
Diulti Dedi Mulyadi, Lucky Hakim Diduga Liburan tanpa Izin ke Jepang usai 2 Bulan Jabat Bupati
-
Eminem Resmi Jadi Kakek! Putrinya Lahirkan Anak Laki-Laki Bernama Elliot
Ulasan
-
Review Anime My Stepmoms Daughter Is My Ex: Ketika Mantan Jadi Saudara Tiri
-
Novel Four Aunties and A Wedding: Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Mencekam
-
Review Film Broken Rage: Ketika Takeshi Kitano Menolak Bertele-tele
-
Review Film Exorcism Chronicles - The Beginning: Visual Ajaib tapi Cerita Kacau?
-
Review Anime Yuru Camp, Menjelajahi Keindahan Alam Jepang
Terkini
-
Kembali Naik Peringkat, Timnas Indonesia Berpotensi Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
-
Hidup Itu Absurd, Jadi Nikmati Saja Kekacauannya
-
Lawan Yaman, Evandra Florasta Beri Sinyal Timnas Indonesia akan Makin Gacor
-
Pengabdi Setan Origins: Batara, Darminah, dan Asal Mula Teror
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?