"Ritual Tumbal Terakhir," film yang dirilis sekitar Februari 2024 oleh KlikFilm, memadukan drama misteri dan elemen horor dengan sentuhan nuansa lokal yang memikat.
Dengan durasi singkatnya sekitar 70 menitan, film ini menyajikan narasi padat yang menggabungkan kisah masa lalu, kepercayaan lokal, dan konflik modern.
Kisah ini berpusat pada Hans, seorang turis Belanda keturunan Jawa, yang meminta bantuan Mayang, seorang pemandu wisata di Yogyakarta.
Sementara itu, pacarnya Mayang, Pram, seorang arkeolog, terlibat dalam serangkaian pembunuhan yang diduga terkait dengan ritual gelap di situs makam Ki Panjang Mas.
Konflik semakin kompleks dengan munculnya lakon Rahwana yang dipersiapkan oleh ayah Mayang, Damarjati, seorang dalang. Dalam perjalanan mencari kebenaran, terungkap hubungan cinta dan takdir dengan masa lalu yang kelam di situs tersebut.
Salah satu daya tarik utama film ini adalah penghubungan kedua kisah melalui benang merah cinta. Ini menciptakan narasi yang unik dan penuh makna, memperdalam pengalaman penonton dengan perpaduan emosi dan misteri.
Film ini juga berhasil menyelipkan unsur-unsur budaya dan spiritual, konsep weton atau hari kelahiran menjadi elemen penting dalam plot. Penggabungan elemen-elemen ini menciptakan pengalaman menonton yang kaya dengan kearifan lokal.
Dari segi akting, trio utama, Yasamin Jasem, Bryan Domani, dan Axel Matthew Thomas, berhasil menampilkan chemistry yang oke di layar. Nggak terlihat canggung di antara mereka bertiga. Performa mereka secara keseluruhan turut memperkuat daya tarik film ini.
Namun, kekurangan terasa pada kompleksitas konflik dalam film ini. Dengan durasi sependek itu, narasi menjadi terasa terlalu singkat dan nggak memungkinkan pengembangan yang lebih mendalam.
Kompleksitas karakter dan lapisan cerita yang sebenarnya dapat digali lebih dalam hanya tergarap pada satu lapisan saja. Seandainya saja ada penambahan durasi dan produksinya lebih serius lagi terhadap materi dan pengembangan cerita, film ini mungkin akan berpotensi menjadi karya yang jauh lebih bagus.
Meskipun demikian, "Ritual Tumbal Terakhir" aku kasih skor: 6/10. Ini memang sangat subjektif, tetapi satu hal, film setanggung ini walaupun tayang di bioskop, penonton juga mikir-mikir lagi buat nonton sepanjang 70-an menit itu.
Akan tetapi, film ini memang menawarkan perpaduan yang menarik antara ketegangan dan keindahan budaya lokal, jadi sudah pas tayang secara streaming. Jangan lupa nonton, ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Film All We Imagine as Light: Kesunyian di Tengah Hiruk-pikuk Mumbai
-
Remake Film Mendadak Dangdut: Apa yang Berubah?
-
Review Jumbo: Cara Menghadapi Kehilangan dan Belajar Mendengarkan Orang Lain
-
Film Muslihat: Tipu Daya Iblis di Panti Asuhan, Siapa yang Akan Tersesat?
-
Review Qodrat 2: Lebih Religius dan Lebih Berani Menebar Teror!
Artikel Terkait
-
Persaingan Film Lebaran 2025, Norma: Antara Mertua dan Menantu Paling Tak Diminati
-
Jejak Ray Sahetapy di Hollywood, Peran yang Terhapus dari Captain America: Civil War
-
Sinopsis Setetes Embun Cinta Niyala, Film Lebaran Tayang di Netflix
-
Review Film All We Imagine as Light: Kesunyian di Tengah Hiruk-pikuk Mumbai
-
Remake Film Mendadak Dangdut: Apa yang Berubah?
Ulasan
-
First Impressions Drama 'Korea The Divorce Insurance', Worth It Gak Sih?
-
Review Novel 'Entrok': Perjalanan Perempuan dalam Ketidakadilan Sosial
-
Review Film All We Imagine as Light: Kesunyian di Tengah Hiruk-pikuk Mumbai
-
Novel Homicide and Halo-Halo: Misteri Pembunuhan Juri Kontes Kecantikan
-
Ulasan Novel Dunia Sophie: Memahami Filsafat dengan Sederhana
Terkini
-
Tampil Gacor di Timnas Indonesia, Ole Romeny Sebut Ada Andil dari Patrick Kluivert
-
'Weak Hero Class 2' Tayang April, Kelanjutan Kisah Yeon Si Eun di SMA Baru!
-
Spider-Man: Brand New Day, Jembatan Multiverse MCU ke Avengers: Doomsday
-
Resmi! PSSI Umumkan Skuad Timnas Indonesia Untuk Piala Asia U-17 2025
-
22 Tahun Bersama, TVXQ Resmi Perpanjang Kontrak dengan SM Entertainment