"One Life" adalah sebuah film biografi yang mengisahkan kisah nyata Nicholas 'Nicky' Winton, seorang yang melakukan perbuatan luar biasa dalam menyelamatkan ratusan anak dari bahaya Holocaust.
Disutradarai oleh James Hawes, dan rilis pertama kali pada 9 September 2023 di TIFF, yang kemudian menyusul secara bertahap di berbagai negara.
TIFF merupakan singkatan dari Toronto International Film Festival. Ini adalah salah satu festival film paling bergengsi di dunia yang diadakan setiap tahun di Toronto, Kanada. TIFF juga dikenal sebagai platform penting untuk peluncuran film-film yang kemudian akan bersaing dalam penghargaan-penghargaan besar seperti Oscar.
"One Life" kisahnya terpusat pada Desember 1938, mengikuti perjalanan Nicholas 'Nicky' Winton, seorang broker muda dari London. Ketika Winton mengunjungi Praha, dia menyadari urgensi untuk menyelamatkan anak-anak dari bahaya pendudukan Nazi di Czechoslovakia.
Dengan memulai perlombaan melawan waktu, Winton berhasil meyakinkan Trevor Chadwick dan Doreen Warriner dari British Committee for Refugees in Czechoslovakia untuk menyelamatkan ratusan anak, terutama anak-anak Yahudi, sebelum perbatasan ditutup oleh Nazi.
Bertahun-tahun berlalu, selepas Nicholas 'Nicky’ Winton mendapati kabar dari salah satu anak yang diselamatkannya masih hidup, itu membuatnya tenang setelah sekian lama dihantui perihal nasib dari anak-anak itu. Sejalan dengan itu, pada akhirnya Nicholas 'Nicky’ Winton diakui sebagai pahlawan.
Film yang didasarkan pada kisah nyata memiliki daya tarik yang kuat karena menawarkan pandangan yang lebih dalam terkait pengalaman nyata yang luar biasa, dan peristiwa bersejarah yang menginspirasi.
Menurutku, kisah nyata Nicholas 'Nicky' Winton, memang menarik untuk difilmkan karena sosoknya adalah contoh nyata dari keberanian, empati, dan tindakan kemanusiaan yang luar biasa.
Kisahnya yang memilukan dan mengharukan, serta transformasinya dari seorang pria muda yang berjuang melawan waktu menjadi pahlawan yang diakui secara nasional, menawarkan narasi yang kuat dan menginspirasi.
Penggunaan medium film, terbukti menghidupkan kembali kisah nyata secara visual, dengan penggambaran dramatis dari peristiwa-peristiwa bersejarah. Yang mana, memfilmkan kisah nyata, sama dengan mengingatkan kita akan pentingnya untuk nggak melupakan sejarah.
Dalam film ini, Anthony Hopkins memerankan peran Nicholas Winton dengan penuh kekuatan dan kedalaman emosi. Hopkins dengan cemerlang membawa karakter ini menjadi hidup, memperlihatkan perjuangan Nicky yang penuh keberanian dan empati dalam menghadapi situasi yang sulit.
Begitu juga dengan para pemeran pendukung seperti Helena Bonham Carter sebagai Babi Winton, yang memberikan penampilan yang memukau dan mendalam.
Plot "One Life" juga dipresentasikan dengan baik, dengan alur naratif yang mengalir mulus dari awal hingga akhir. Sebagai film, "One Life" menghadirkan pengalaman visual yang memukau.
Penggambaran dramatis dari peristiwa-peristiwa bersejarah dan kehidupan sehari-hari Nicky menambah kedalaman dan kekuatan naratif film ini. Sutradara James Hawes berhasil menggabungkan elemen-elemen visual dan naratif, sehingga menciptakan film yang menginspirasi dan menyentuh hati.
Namun, beberapa adegan yang seharusnya bisa dibuat lebih emosional, malah cenderung seperti sengaja dibikin biasa. Jadi aku hanya bisa kasih skor: 8,5/10. Catat judul filmnya dan masukkan dalam list tontonmu, ya. Selamat menonton.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Voicemails for Isabelle: Sulitnya Melepas Orang yang Telah Tiada
-
Bukan Sekadar Superhero: Sisi Gelap Spider-Noir yang Menampar Realita
-
Dukun Magang: Mengapa Horor Komedi Jadi Formula Paling 'Nagih' di Bioskop Indonesia?
-
Demi Krypto dan Cinta: Pengorbanan yang Menjadi Jantung Film Supergirl
-
Ketika Film Cerita Lila Menjadi Cerminan Luka Masa Kecil
Artikel Terkait
-
Bakal Ada Bintang Baru, Intip Sinopsis Drakor The Escape of the Seven: Resurrection Season 2 yang Segera Tayang
-
Sinopsis Film Dream Scenario, Wabah Mimpi yang Menjangkiti Dunia
-
Respons Mahfud MD Usai Nonton Film Eksil: Bangsa Ini Pernah Punya Masalah Besar
-
Review Film Imaginary, Horor Boneka yang Klise!
-
Menjadi Pribadi Berpengaruh dalam Buku 'Berpikir Cerdas Bertindak Tegas'
Ulasan
-
Ulasan Law and The City: Drama Hukum dengan Nuansa Healing yang Hangat
-
Voicemails for Isabelle: Sulitnya Melepas Orang yang Telah Tiada
-
Toy Story 5 Angkat Fenomena Screen Time Addiction pada Anak-Anak
-
Mohammad Hatta: Potret Kesederhanaan dan Integritas Sang Proklamator
-
Review Film Phi Phong: The Blood Demon, Misteri Ritual Kuno yang Mencekam!
Terkini
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
-
Punya Kulit Kering & Berjerawat? 4 Moisturizer Ini Aman Tanpa Bikin Pori Tersumbat
-
Bintang yang Mustahil Digapai
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?
-
Dibalik Maraknya Kasus Deepfake di Kampus: AI Bukan Lagi Sekadar Alat Bantu