Dalam blurb buku "Sangkakala di Langit Andalusia", dituliskan bahwa setelah hampir delapan abad Islam berdaulat di Andalusia, penaklukkan oleh Isabella dan Ferdinand menjadikan muslim terusir dari negerinya.
Rammar Ibnu Baqar, pemuda yatim piatu penghafal Qur'an terakhir di Andalusia harus menyelesaikan teka-teki yang dibuat oleh Wazir Mansoor. Ia pun diuji dengan melawan inkuisitor Ximenes de Cisneros hingga harus menyelesaikan kemelut umat zaman itu.
Pada masa kini, kita bisa melihat perjalanan Hanum Rangga menelusuri jejak Rammar dan keluarganya dengan melewati tempat-tempat bersejarah di Spanyol.
Review Novel Sangkakala di Langit Andalusia
"Sangkakala di Langit Andalusia" yang berlatar di Spanyol, menceritakan tentang sejarah masa lalu dan masa kini. Keduanya terhubung lewat perjalanan Hanum Rangga mengunjungi beberapa tempat bersejarah.
Menggunakan alur maju mundur dari latar waktu tahun 1400-an dan tahun 2000-an, kita seolah sedang diajak menjelajah ke berbagai tempat bersejarah bagi umat Islam. Buku ini termasuk ke dalam trilogi langit setelah buku "99 Cahaya di Eropa" dan buku "Langit Terbelah di Langit Amerika".
Kelebihannya, saya sangat suka dengan pemaparan penulis ketika mendeskripsikan tempat maupun kisah, kita seolah diajak ikut berkelana ke tempat tersebut.
Kisahnya dimulai ketika Islam jatuh kepada Isabela dan Ferdinand yang beragama Kristen. Lalu, ada banyak peraturan yang memberatkan muslim di sana, hingga akhirnya Almansoor mendidik Baqar, Al Ariq, dan Houda bin Habibullah menjadi seorang hafidz sejati. Namun, misi dari Al mansoor yang akan ketiganya emban tak tercapai karena adanya kemelut ego, siasat, dan cinta.
Rammar sang hafidz terakhir yang menjadi penerus harus mampu mengungkap misi teka-teki Mansoor dengan hafalannya yang bersih dan kuat.
Kita akan merasakan perjuangan para muslim yang tertindas, keimanan mereka walau di tengah masa sulit, dan persatuan yang harus dijunjung tinggi.
Tokohnya lumayan banyak, namun semua tokoh memiliki porsi sendiri dan bukan hanya tempelan semata. Jadi diharapkan, kita bisa berkaca dari karakter maupun sifat dari para tokoh tersebut. Tentunya yang paling saya suka adalah plot twist-nya yang bikin kaget.
Namun untuk kekurangannya, karena buku ini merupakan novel sejarah menurut saya akan lebih mengena kalau diselipkan potongan ilustrasi maupun gambar di tempat-tempat yang kedua penulis kunjungi, sehingga akan membuat kita langsung tervisualisasikan apalagi bagi seseorang yang belum pernah mengunjungi Spanyol.
Lalu, karena menggunakan alur maju mundur, sehingga pembaca harus fokus ketika membacanya, ingat pula tanggal terjadi suatu kejadiaannya, ya.
Tapi terlepas dari kelebihan maupun kekurangannya, buku ini akan saya rekomendasikan untuk kamu yang ingin belajar sejarah Islam tapi nggak mau baca yang berat-berat dulu. Maka novel "Sangkakala di Langit Andalusia", dapat menjadi awal untuk kamu belajar sejarah Islam di masa lampau, khususnya sejarah di Andalusia.
Identitas buku:
Penulis: Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
Halaman: 484 hlm
Tahun terbit: 2022
Jenis buku: Fiksi Sejarah
Penerbit: Republika Penerbit
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Buku Tere Liye #AboutLove, Belajar Memahami Cinta dari Buku
-
Review Komik Islam, 'Muhammad Al-Fatih #1 Perang Varna', Anti Bosan
-
Review Novel Jepang 'Twenty Four Eyes', Kisah Guru dan Murid Mengharu biru
-
Ulasan Buku "Psikologi Pengantin" untuk Kamu yang Mau Menikah
-
Review Novel "The Traveling Cat Chronicles," Petualangan Kucing Bikin Seru
Artikel Terkait
-
Sejarah Pulau Bangka Belitung Sebelum Timahnya Jadi Rebutan, Disepelekan, Sarang Perompak hingga Disebut Pulau Mayit
-
Review Cheeky Romance Karya Kim Eun Jong: Menyegarkan, Lucu, dan Romantis
-
Sejarah Mudik: Tradisi Lebaran yang Mengakar Sejak Zaman Kolonial
-
Last Love Story Of Walden Brothers: Kisah Romantis yang Menggugah Hati
-
Review Novel Konayuki, Merajut Empati dan Keindahan dalam Kompleksitas Emosi
Ulasan
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
-
Bukan Sekadar Isekai: Mengapa Mushoku Tensei Dianggap Pelopor Genre Modern?
-
Simfoni Kesederhanaan Didikan Mamak Nur dan Bapak Syahdan dalam Novel Pukat
-
Maaf Aku Lahir ke Bumi: Refleksi tentang Luka yang Tidak Pernah Bersuara
-
Satire di Balik Tawa: Membaca Indonesia Lewat Buku Esai Lupa Endonesa
Terkini
-
iPhone Versi Android? Honor 600 Pro Viral karena Iklan di Depan Apple Store
-
Proyek Bangunan Ternyata Butuh Tumbal? Fakta Menarik di Film Tumbal Proyek
-
Jogja yang Romantis bagi Pelajar, tapi Terasa Pedih bagi Pekerja
-
Murah Tapi Gak Murahan! 7 HP Samsung Terbaik 2 Jutaan
-
Kebiasaan Scrolling Media Sosial: Mengapa Anak Muda Jadi Mudah Insecure?