Kini ada banyak aplikasi yang bisa kita manfaatkan untuk membaca berbagai buku secara gratis, salah satunya adalah aplikasi iPusnas yang diluncurkan oleh Perpustakaan Nasional Indonesia. Aplikasi ini menyediakan ribuan judul buku digital dengan berbagai genre, mulai dari buku pendidikan, politik, referensi ilmiah, hingga beragam novel.
Salah satu genre yang cukup banyak memiliki peminat adalah genre thriller. Cerita seru yang dibalut dalam suasana mencekam kerap membuat para pembaca jadi ketagihan. Kamu termasuk salah satunya?
Berikut ini ada beberapa rekomendasi judul novel genre thriller yang bisa kamu baca gratis di iPusnas. Yuk simak hingga akhir!
1. Sang Peramal karya Chandra Bientang
Rekomendasi pertama ada Sang Peramal yang akan mengajak para pembaca untuk mengikuti kisah hidup Imar Mulyani. Semua orang menyebut dirinya dengan sebutan Sang Peramal. Sang Peramal ini sering muncul setiap akhir tahun di televisi sembari membacakan berbagai nasib yang tertera pada kartu-kartu tarotnya.
Para kliennya sendiri berasal dari berbagai kalangan, mulai dari orang-orang terkenal sampai orang biasa. Meski demikian, semua kliennya itu memiliki satu kesamaan, yakni mempunyai rahasia kelam. Suatu hari, Imar mendadak hilang! Di tengah jamuan makan malam yang diselenggarakan, siapa yang terlibat dalam hilangnya Sang Peramal ini?
2. The Turn of the Key karya Ruth Ware
Buku yang memiliki sampul dengan dominasi warna biru ini mengisahkan tentang Rowan yang dituduh membunuh. Rowan adalah seorang pengasuh anak-anak dan ia dituduh membunuh salah satu anak yang dirawatnya. Tidak ada yang mau mendengarkan pembelaannya.
Karena merasa putus asa, ia pun mengirimkan surat-surat dari penjara kepada seorang pengacara terkenal. Melalui surat-surat itu, ia menuliskan kisahnya dari awal hingga akhir. Mulai dari kisah sebelum pembunuhan itu terjadi, sampai kisah sebelum dia disidang dan kemungkinan besar akan menerima hukuman mati.
3. Rumah Bunuh Diri karya Ainun Nisa
Dari judulnya saja sudah cukup mencekam! Semua anak yang tinggal di rumah ini mengakhiri hidup mereka sendiri, sehingga orang-orang menjuluki rumah ini dengan sebutan Rumah Bunuh Diri. Meski demikian, Adrianna yang baru saja pindah ke rumah tersebut justru menemukan tujuh teman baru sekaligus.
Adrianna menyebut teman-teman barunya itu The Boys. Hidupnya yang sempat mengalami depresi kini terasa riuh kembali. Sampai malam penuh tragedi itu menghampiri. Saat mereka menemukan mayat di taman dan terjebak dalam permainan Werewolf yang mengancam nyawa. Bagaimana kisah akhir mereka?
Itulah tiga rekomendasi novel thriller yang bisa kamu baca lewat aplikasi iPusnas. Selamat membaca!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Lebih dari Sekadar Romansa, Ini Alasan Kenapa Kamu Wajib Baca Kokoronotomo: I Heart Tokyo
-
5 Primer Makeup untuk Pemula, Bisa Kamu Dapatkan di Bawah Rp50 Ribu!
-
Lika-liku Perasaan Remaja: Dear G Hadirkan Kisah Romansa Berbalut Teka-teki
-
Physical atau Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Ibu Hamil?
-
Wajah Lebih Cerah dalam 7 Hari: 5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti-Flek Hitam
Artikel Terkait
-
5 Rekomendasi HP Murah dengan NFC, Harga Mulai Rp 1 Jutaan Saja
-
Review Anime Amanchu!, Pengingat untuk Menghargai Keindahan Lautan
-
Ulasan Novel 'Six More Months of June', Cinta dan Persahabatan di Akhir SMA
-
Pencinta Wangi Buah Peach! Ini 3 Rekomendasi Parfum Lokal yang Tahan Lama
-
Teman Begadang! 5 Rekomendasi Film Thailand di Netflix yang Bikin Ketagihan
Ulasan
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
Terkini
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah