Lagu "Steal My Girl" dari One Direction telah kembali menjadi sorotan setelah menjadi tren di platform TikTok, menarik minat kembali penggemar lama dan baru dengan lirik-lirik yang kuat dan melodi yang menggoda.
Dirilis pertama kali pada tahun 2014 sebagai bagian dari album studio keempat mereka, lagu ini mengisahkan tentang seorang pria yang dengan bangga mencintai dan membanggakan pasangannya, dengan lirik-lirik yang mengungkapkan rasa kepemilikan yang penuh kasih dan hormat.
Kembali munculnya lagu ini sebagai tren di TikTok menandai daya tarik abadi One Direction dalam menyampaikan pesan-pesan tentang cinta dan hubungan dalam gaya yang langsung mengena dan emosional.
Lirik-liriknya secara jelas mengekspresikan rasa kepemilikan dan cinta yang mendalam terhadap sosok wanita yang dicintainya sejak remaja.
Secara langsung, lirik dari Zayn Malik dan Niall Horan menunjukkan bahwa wanita ini adalah segalanya baginya, dan bahwa dia merasa bangga dengan hubungan mereka yang saling mendukung dan bermimpi bersama.
Pernyataan bahwa "Everybody wanna steal my girl" menyoroti rasa kebanggaan dan ketenangan hatinya terhadap hubungan mereka. Pernyataan ini juga menunjukkan kepercayaan dirinya terhadap hubungan ini dan keyakinannya bahwa cinta mereka tidak bisa dirampas oleh siapa pun.
Dengan mengatakan bahwa "she belongs to me", lagu ini menunjukkan perasaan kepemilikan yang kuat namun juga penuh dengan kehangatan dan penghargaan terhadap pasangannya.
Lagu ini juga menyoroti bagaimana pasangan ini menjadi pusat kehidupan sang pria. Lirik Harry Styles dan Liam Payne menggambarkan bahwa kehadiran pasangannya memberi energi positif dan makna dalam hidupnya.
Baginya, kehadiran dan keberadaan pasangannya sangat penting sehingga tanpanya, hidupnya tidak akan sama. Lirik "I don't exist if I don't have her" menegaskan bahwa kebahagiaan dan keberadaan pasangannya adalah segalanya baginya.
Selain itu, lagu ini juga menampilkan rasa hormat yang dalam terhadap keindahan dan kepribadian pasangannya.
Lirik "Kisses like cream, her walk is so mean" dan "every jaw drop when she's in those jeans" menunjukkan betapa pria ini terpesona dan terkesan dengan segala hal tentang pasangannya, dari fisiknya hingga kepribadiannya yang kuat dan menarik.
Secara keseluruhan, "Steal My Girl" bukan hanya tentang cinta dan rasa kepemilikan, tetapi juga tentang rasa hormat, kebanggaan, dan kepercayaan dalam sebuah hubungan yang mendalam dan penuh makna.
Lagu ini menghadirkan gambaran tentang bagaimana seseorang bisa merasa begitu beruntung dan bersyukur atas kehadiran dan cinta pasangannya dalam hidup mereka.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Membedah Perjuangan Politik Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan Bangsa
-
Jejak Politika Ki Hajar Dewantara dalam Menyongsong Kemerdekaan Bangsa
-
Mengasah Kesabaran dan Kontrol Diri melalui Ibadah Puasa Ramadan
-
Lagu 'Like JENNIE' sebagai Manifesto Kepercayaan Diri Seorang Superstar
-
Transformasi Ramadan: Mengalahkan Diri Sendiri untuk Hidup yang Lebih Baik
Artikel Terkait
-
Trump Kembali Tunda Blokir TikTok, Dikasih Waktu 75 Hari
-
Eminem Resmi Jadi Kakek! Putrinya Lahirkan Anak Laki-Laki Bernama Elliot
-
Gibran Ikut Tren Lebaran di TikTok, Intip Momen Akrab Bareng Prabowo dan Keluarga
-
Cina Tolak Kesepakatan TikTok di AS, Tarif Impor Baru Trump Jadi Biang Kerok
-
NCT Wish Ekspresikan Gaya Y2K di Comeback Album Terbaru 'Poppop'
Ulasan
-
Review Film Exorcism Chronicles - The Beginning: Visual Ajaib tapi Cerita Kacau?
-
Review Anime Yuru Camp, Menjelajahi Keindahan Alam Jepang
-
Review Pulse: Series Medis Netflix yang Tegang, Seksi, dan Penuh Letupan
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"
-
3 Rekomendasi Novel Penulis Indonesia tentang Pendakian Gunung, Sudah Baca?
Terkini
-
Pengabdi Setan Origins: Batara, Darminah, dan Asal Mula Teror
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Bangkit dari Kematian, 4 Karakter Anime Ini Jadi Sosok yang Tak Tertandingi
-
Women in STEM, Mengapa Tidak?