Misbehavior adalah sebuah film asal Korea Selatan tahun 2016 yang mengeksplorasi hubungan rumit antara seorang guru, Baek Hyo-joo, dengan muridnya, Jae-ha, serta konfliknya dengan rekan kerja baru, Choo Hae-young.
Film ini bercerita tentang Hyo-joo, seorang guru honorer yang berambisi mendapatkan posisi tetap, ia menghadapi tekanan pekerjaan dan hubungan yang kurang memuaskan.
Kedatangan Hae-young, anak dari CEO dewan sekolah, semakin memperkeruh suasana. Ketika Hyo-joo menyaksikan hubungan terlarang antara Hae-young dan Jae-ha, ia mulai memegang kendali situasi, namun juga terjebak dalam permainan berbahaya.
Review Film Korea Misbehavior
Salah satu kelebihan Misbehavior adalah karakter-karakternya yang kompleks dan dinamis. Hyo-joo digambarkan sebagai sosok yang ambisius, cerdas, namun juga menyimpan luka batin. Penampilan Kim Ha-neul sebagai Hyo-joo sangat memukau, dengan ekspresi dingin yang bercampur dengan kerentanan.
Ia adalah korban sistem yang tidak adil, namun juga pelaku yang kejam. Pertarungan batinnya antara keinginan untuk membalas dendam dan rasa bersalah membuatnya menjadi karakter yang menarik untuk diikuti.
Sementara Hae-young, digambarkan sebagai sosok yang polos dan manipulatif. Ia menggunakan kecantikannya dan koneksi keluarganya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Namun, di balik penampilannya yang sempurna, tersimpan kerentanan dan ketidakamanan.
Jae-ha, sebagai korban dari permainan dua wanita dewasa, juga menjadi karakter yang menarik. Ia terjebak dalam situasi yang sulit dan harus memilih antara dua wanita yang sama-sama menginginkannya.
Sayangnya, pengembangan karakter Hae-young dan Jae-ha terasa kurang dalam. Meskipun ada adegan bahwa Hae-young menyesal atas perbuatannya, karakternya cenderung digambarkan sebagai sosok yang manipulatif. Sementara itu, Jae-ha lebih terlihat sebagai korban nafsu remaja daripada karakter yang kompleks.
Meskipun ada kekurangan, Misbehavior berhasil menciptakan ketegangan dan menghadirkan pertanyaan-pertanyaan menarik tentang korban dan pelaku.
Film ini juga menyoroti isu keamanan pekerjaan dan tekanan sosial di Korea Selatan. Namun, beberapa adegan yang dipotong mengurangi kedalaman cerita dan pengembangan karakter.
Secara keseluruhan, Misbehavior adalah film yang menarik dengan premis yang kuat. Meskipun memiliki kekurangan dalam pengembangan karakter, film ini berhasil menciptakan suasana tegang dan menyajikan pertanyaan-pertanyaan moral yang kompleks.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Film Penyalin Cahaya, Mengungkap Potret Gelap di Balik Institusi
-
Warung Mekar Jaya, Menikmati Gurihnya Nasi Genjes Khas Kota Malang
-
Ulasan Buku The Art of Stoicism, Misi Pencarian Makna tentang Kehidupan
-
Fenomena Job Hugging, Tanda Loyalitas atau Karier Stagnan?
-
Mengubah Hobi Jadi Gaya Hidup Sehat Lewat Olahraga Futsal
Artikel Terkait
-
Yoon Park dan Park So Jin Jadi Second Couple di Drama Korea Cinderella at 2AM
-
Buntut Panjang Medali Emas Olimpiade 2024 An Se Young di Korea Selatan
-
3 Rekomendasi BB Cream Korea untuk Makeup Flawless Sekaligus Melembapkan!
-
Ulasan Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak, Kisah Haru Perjuangan Keadilan
-
Lim Se Mi Jadi Pemilik Toko Barang Bekas di Drama Pendek O'PENing: Junk Dealer Miran
Ulasan
-
Membuka Portal Dunia Baru di Novel Bumi Karya Tere Liye
-
Review Film The Last Supper: Drama Rohani yang Sederhana dan Menyentuh Iman
-
Potret Dunia Kerja yang Penuh Tekanan di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi
-
Realita Buruh dan Nasib Kelas Pekerja dalam Novel Lelaki Malang, Kenapa Lagi?
-
Menjalin Cinta yang Sehat di Buku Bu, Pantaskah Dia Mendampingiku?
Terkini
-
2 Alasan Kita Harus Berterima Kasih kepada Persib Meski Perjuangannya di Asia Berakhir Ricuh
-
4 HP Flagship Samsung Ini Turun Harga hingga Jutaan, Makin Worth Dibeli!
-
Kasus Suami Dwi Sasetyaningtyas, Sabrina Chairunnisa Soroti Awardee "Kabur"
-
Scroll, Klik, Ngiler! Cara Menyiksa Diri di Aplikasi Makanan saat Ramadan
-
Jadwal MotoGP Thailand 2026: Siapa yang akan Bersinar di Seri Pembuka?