Anak merupakan anugerah yang harus disyukuri dan dijaga dengan baik oleh setiap orang tua. Menjaga atau mengasuh anak tentu saja bukan perkara mudah. Diperlukan ilmu pengetahuan agar orang tua dapat mengasuh anak dengan penuh kelembutan dan kebijaksanaan.
Kita mungkin sering menyaksikan, orang tua yang tampak tak sabar ketika menghadapi perilaku anak-anaknya. Terlebih ketika anak melakukan suatu kesalahan atau hal-hal yang bikin emosi orang tua tersulut karenanya. Misalnya, ketika anak tak sengaja memecahkan gelas, menumpahkan makanan di lantai, dan sebagainya.
Orang tua yang bijaksana, tentu akan bersikap bijaksana ketika menghadapi hal-hal semacam itu. Orang tua yang bijaksana biasanya akan mencari tahu terlebih dahulu akar permasalahan atau sebab musababnya. Bukan malah langsung memarahi si anak.
Pada dasarnya, anak adalah individu yang merdeka. Anak terlahir dan memiliki dirinya secara utuh meskipun punya daya tahan yangberbeda dengan orang dewasa. Daya tahan yang dimaksud adalah fisik dan mentalnya (hlm 5-6).
Hal yang harus dipahami bersama, meski anak memiliki kemerdekaan sebagai individu, keberadaannya tidak bisa terlepas dari lingkungan sosialnya sebagai keluarga. Oleh karena itu, orang dewasa di rumah bisa berperan sebagai ayah, ibu, atau kakak. Sementara, anak bisa berperan sebagai adik (hlm. 7).
Orang tua harus benar-benar mengawasi perkembangan anak-anaknya dengan baik. Termasuk juga memberikan keteladanan yang baik. Lingkungan atau suasana yang menyenangkan juga sangat diperlukan oleh anak dan ikut berperan pada pertumbuhan psikisnya di kemudian hari.
Dalam ilmu parenting, dikenal dengan usia emas pada anak. Yakni saat anak berusia 0-5 tahun. Sebagaimana kita tahu, emas adalah benda berharga dan bernilai mahal. Apa yang mahal dari usia anak saat itu? Yang mahal adalah masa perkembangan di usia tersebut. Sebagai usia pembentukan, masa ini tidak akan terulang lagi. Jika tidak ada dukungan positif untuk menghasilkan perkembangan positif, masa itu akan berlalu dengan sia-sia (hlm. 9-10).
Anak yang kurang perhatian atau kasih sayang dari orang tuanya, tentu akan bertumbuh dan berkembang dengan kurang maksimal. Bisa jadi dia akan menjadi anak yang pemalu, pemurung, mudah sedih, tidak dihargai, bahkan mungkin akan merasa kurang bersemangat menjalani hidup.
Anak yang mendapat perlakuan buruk dari orang tua atau lingkungannya, juga akan mengalami rasa trauma atau ketakutan yang dapat menyebabkan tumbuh kembang psikisnya menjadi terganggu karenanya.
Dalam buku ini dijelaskan, jika anak mendapat atmosfer emosi yang positif, dia akan mengembangkan kematangan emosinya ke arah positif. Begitu juga sebaliknya, jika anak sering tersakiti, ia akan menabung emosi negatif.
Buku ‘Daily Parenting’ karya Rudi Cahyono terbitan PandaMedia (Jakarta Selatan) ini menarik dan layak dijadikan sebagai buku panduan bagi para orang tua untuk membantu mengasuh anah dengan bijaksana.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Cara Menyiapkan Bekal Bergizi untuk Anak dari Ahli Gizi, Jangan Asal Cepat Siap!
-
Rezeki Anak Solehah! Bocah 5 Tahun di Malaysia Menangkan Undian Mobil
-
Bisa Mengancam Keselamatan, KPAI Minta Warganet Jangan Dukung Siswa STM Demo di DPR
-
Anak STM Ikut Aksi Kawal Putusan MK, KPAI Bilang Begini
-
Aspek-aspek Penting dalam Buku Seni Berhubungan dengan Orang Lain Karya Richard Templar
Ulasan
-
Memahami Manusia Lewat Biologi di Buku Behave karya Robert Sapolsky
-
Ulasan Buku The Magic of Thinking Big: Motivasi yang Tak Lekang oleh Zaman
-
Ulasan Buku Zona Produktif Ibu Rumah Tangga: Berdaya Meski di Rumah Saja
-
Ulasan Buku I Do: Kiat Memutus Luka Batin Warisan Leluhur dalam Pernikahan
-
Review Film In Your Dreams: Imajinasi Netflix yang Penuh Keajaiban
Terkini
-
Setetes Air Mata Kesetiaan
-
Lama Dinanti, The Angel Next Door Spoils Me Rotten Season 2 Umumkan Jadwal Tayang
-
Bertemu Kembali dengan Adrian dan Pocong Tinggi di Dekat Pemakaman
-
3 Alasan Wajib Nonton Honour, Drakor Thriller Hukum Adaptasi Serial Populer Swedia
-
4 OOTD Versatile ala Woochan ALLDAY PROJECT, Kasual ke Mid Formal Style