Following adalah film bergenre misteri dan thriller yang diarahkan oleh sutradara Kim Se Hwi. Film ini melibatkan deretan aktor dan aktris kesayangan Korea, seperti Byun Yo Han sebagai Koo Jung Tae, Shin Hye Sun sebagai Han So Ra, sampai Lee El sebagai Oh Young Joo.
Adapun kisahnya tentang seorang agen real estat bernama Koo Jung Tae (Byun Yo Han) yang suatu hari menguntit seorang influencer terkenal bernama Han So Ra (Shin Hye Sun). Mulanya mereka berjumpa di lingkungan tempat tinggal So Ra. Perjumpaan tidak disengaja keduanya itu, kemudian membuat Koo Jung Tae penasaran lalu tertarik untuk menguntit Han So Ra.
Sampailah suatu ketika, tepatnya di saat Koo Jung Tae menjalankan aksinya, ia mendapati Han So Ra tengah terkulai berlumuran darah. Berada di situasi demikian membuat Koo Jung Tae ingin segera melaporkan kejadian. Tapi berhubung ia menyelinap paksa ke kediaman Han So Ra, dan bakal dicurigai atas perbuatannya, ia pun mengurungkan niat dan mencoba menjalankan skema agar biar orang lain saja yang menemukan mayat Han So Ra.
Ulasan Film Following
Penonton film Don't Buy the Seller, mungkin bakal familiar dengan situasi yang dihadapi karakter utama yang diperankan Shin Hye Sun di film ini. Yup, sebagai Jang Soo Hyun di film Don't Buy the Seller dan Han So Ra di film Following, Shin Hye Sun sama-sama perankan sesosok gadis lajang yang diikuti oleh penguntit nakal.
Walau demikian, bagi saya, di film Following ini Shin Hye Sun mendapatkan karakter yang lebih kompleks sehingga lebih mendapat banyak ruang untuk unjuk taring sebagai pemain peran. Kali ini, Shin Hye Sun sebagai Han So Ra mesti berganti-ganti "wajah" sesuai situasi demi keuntungannya. Dan benar saja, Shin Hye Sun sukses tampil badas, alias berhasil bawakan karakter Han So Ra, influencer bermuka dua yang berbahaya dengan begitu dalam.
Secara penataan alur cerita, tidak ada yang terlalu istimewa. Pengenalan karakter hingga memuncaknya konflik cerita di-runtut seperti kebanyakan film kriminal, misteri, thriller pada umumnya. Meski demikian, belokan plot-nya cukup mengesankan dan jadi pemantik antusias untuk mengikuti apa yang bakal terjadi di babak-babak selanjutnya.
Masuk ke karakter Koo Jung Tae yang diperankan Byun Yo Han, Kim Se Hwi selaku sutradara, bagi saya nampak serius membingkai dunia Koo Jung Tae yang serba presisi. Itu tampak dari beberapa adegan ketika Koo Jung Tae menjalankan hobi anehnya. Dan detail yang demikian berhasil menyumbangkan keindahan visual di film ini.
Untuk akting Byun Yo Han sendiri juga memuaskan, ia kawin betul dengan karakter yang ia bawakan. Dan keberhasilannya itu bagi saya terukur ketika sudut pandang Koo Jung Tae yang membenarkan hobi anehnya itu jadi semacam pengetahuan yang masuk akal tentang motif pelaku amoral.
Soal penempatan dan pergerakan kamera, warna film, tatanan musik, hingga efek suara, semuanya bersinergi membangun atmosfer yang sesuai dengan genre dan tema cerita yang dibawakan. Dengan segala pesonanya itu, film ini sangat layak untuk kamu jadikan tontonan pengisi waktu luang. Selamat menyaksikan!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Ulasan Who Am I, Manipulasi Hacker Cerdik dengan Plot Twist yang Berlapis
-
Ulasan Film Kabut Berduri, Misteri Pembunuhan Berantai di Kalimantan
-
Ulasan Buku What's So Wrong About Your Life, Self Healing yang Nampol Abis!
-
Goresan Bait-bait Sajak dari Pena Para Guru dalam Buku 'Ngidam Puisi'
-
8 Drama Korea Tayang September 2024, Ada Shin Hye Sun di Drama Dear Hyeri!
Ulasan
-
5 Centimeters Per Second: Ketika Cinta Pertama Bertemu dengan Kenyataan
-
Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!
-
Review Film Mutiny: Ketika Jason Statham Terjebak di Kapal Neraka, Masih Bisa Selamat?
-
Review Drama Beyond Evil, Misteri Hilangnya Warga Munju
-
Monster Hands: Ketika Monster Bawah Tempat Tidur Tak Lagi Menakutkan
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan