Blink Twice (2024), film bergenre thriller psikologis, dan misteri, garapan sutradara Zoë Kravitz. Film ini dibintangi Naomi Ackie, Channing Tatum, hingga Alia Shawkat yang bawakan kisah super mendebarkan tentang kejadian mengerikan di balik jamuan super mewah seorang konglomerat terkenal.
Alkisah, seorang pelayan bernama Frida berpura-pura menjadi tamu undangan dalam sebuah acara bergengsi bersama temannya, Jess. Di sana, ia tak sengaja mencuri perhatian seorang konglomerat, sekaligus sang tuan rumah acara, Slater.
Oleh Slater, Frida dan temannya, Jess kemudian diajak untuk bergabung dalam pesta yang diadakan di pulau pribadinya. Frida dan Jess pun memenuhi ajakan Slater tanpa ragu. Sesampai di sana, Jess dan Frida dibuat hanyut dalam kemewahan dan kesenangan tiada tara.
Namun, kesenangan itu usai, setelah Frida menyadari Jess hilang dan semua teman pestanya mengaku tak mengingat kehadiran Jess sama sekali. Melihat reaksi semua orang, pada akhirnya membuat Frida menyadari bahwa ada yang aneh di balik jamuan mewah yang selama ini ia nikmati.
Ulasan Film Blink Twice
Lagi-lagi ada film yang bawakan kisah tentang cara orang super kaya bersenang-senang dengan menggunakan uangnya. Tema yang demikian memang selalu menarik untuk diikuti, sebab konon katanya, orang super kaya telah kehabisan cara untuk bersenang-senang, dan karena itulah mereka melakukan hal-hal di luar nalar seperti yang ditampakkan pada drama Korea Squid Game dan The 8 Show, yang sempat mencuri perhatian dunia.
Lantas bagaimana penggambaran tentang orang super kaya bersenang-senang di film ini? Dibandingkan dengan apa yang ditampakkan pada drama Korea Squid Game dan The 8 Show, Blink Twice jauh lebih sederhana.
Sebab untuk mencapai kesenangan, orang super kaya di film ini tak harus menciptakan money game berdarah hanya untuk mendapatkan kesenangan darinya. Melainkan, cukup menggiring korbannya ke pulau dengan suka rela, hanya bermodalkan pamor konglomerat yang tersemat.
Tapi meski demikian, film ini tidak terkesan kacangan, bahkan berhasil menghadirikan adegan-adegan mencekam yang berisikan kekerasan tingkat berat sampai penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Jadi, sudah bisa dipastikan film ini tidak ramah untuk semua penonton, ya!
Penataan plot film ini cukup runtut dan mudah untuk dipahami. Di tengah cerita, hal-hal berbau misteri mulai ditampilkan dan mula dari sanalah teror-teror mencekam mulai diperkenalkan. Menyenangkannya lagi film ini turut memberikan pukulan tak terlupakan di ujung kisahnya, lho!
Soal set latar, sinematografi, suara, tune, penempatan hingga pergerakan kameranya menurut saya tepat guna mendramatisir suasana sehingga mudah bagi penonton untuk terkoneksi dalam beragam suasana yang terbangun di sepanjang jalan cerita.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Bawa Pulang Piala Asia Pasifik, Yati Surachman Bagikan Trik Lakoni Adegan Dewasa di Film
-
Ulasan Film The Last Stop in Yuma County, Terjebak di Persimpangan Bahaya
-
3 Film Thriller Super Menegangkan yang Tak Boleh Kamu Lewatkan!
-
Review Film Kutukan Calon Arang: Menghidupkan Kembali Horor Mitos Nusantara
-
3 Rekomendasi Film Jepang yang Dibintangi Haruka Ayase, Terbaru Route 29
Ulasan
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
-
Bukan Sekadar Isekai: Mengapa Mushoku Tensei Dianggap Pelopor Genre Modern?
-
Simfoni Kesederhanaan Didikan Mamak Nur dan Bapak Syahdan dalam Novel Pukat
Terkini
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah
-
GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun
-
Jadi "Patrick Otak Besar": Strategi Survival Saat Gaji Habis Ditelan Harga Beras
-
Overworked tapi Underpaid: Realita Dunia Kerja yang Diam-diam Dinormalisasi
-
Park Ji Hyun Jadi Idol K-Pop di Film Wild Sing, Intip Detail Karakternya