Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan karya Tsuneko Nakamura dan Hiromi Okuda adalah buku self-improvement yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2021 dengan jumlah halaman 170.
Sinopsis
Terlalu banyak tuntutan untuk 'melakukan ini' dan 'melakukan itu' sering kali membuat kita kewalahan. Beberapa tuntutan membutuhkan kesabaran sampai batas tertentu dan membuat kita dibebani pikiran yang berlebihan. Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika menghadapi situasi seperti itu?
Dalam buku laris dari Jepang yang telah diterbitkan di beberapa negara ini, Dokter Tsuneko Nakamura-seorang psikiater yang berkarier selama hampir tujuh puluh tahun-berpendapat bahwa solusinya ada pada bagaimana kita mengkompromikan perasaan dengan kenyataan.
Cara hidupnya yang memiliki kebiasaan melakukan hal baik dimulai sejak dari pikiran-dan membuat kita dapat menerima diri apa adanya-sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan psikis untuk meraih kehidupan yang berkualitas.
Berikut beberapa di antara pendapatnya, tugas kita di malam hari adalah tidur nyenyak, terima hal-hal kecil dan kebaikan kecil akan menyebar, akan lebih bahagia jika kita tidak berpikir harus bahagia, menyerah bisa juga berarti memperjelas jalan hidup kita, pilih mana yang harus dipikirkan saat ini dan mana yang tidak, saat fisik dan hati sedang lelah jangan melakukan sesuatu yang menambah beban, jalin hubungan yang memungkinkan kita nyaman memperlihatkan kelemahan kita, memahami sifat diri-apa yang disukai dan tidak disukai-lebih penting daripada membangun rasa percaya diri.
Strategi Praktis Atasi Overthinking oleh Ahli Psikiatri Jepang
Fakta bahwa kedua penulis, Tsuneko Nakamura dan Hiromi Okuda adalah psikiater berpengalaman selama puluhan tahun memberikan kredibilitas yang kuat pada informasi yang mereka sajikan dalam buku Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan.
Pengalaman mereka dalam bidang kesehatan mental memungkinkan mereka untuk memberikan perspektif yang mendalam tentang overthinking dan strategi untuk mengatasi masalah tersebut.
Penggunaan kebiasaan-kebiasaan berpikir positif yang ada di dalam buku ini terbukti ampuh untuk mengatasi pikiran yang berlebihan karena sudah dipraktekkan oleh penulis sepanjang hidupnya, menunjukkan bahwa informasi tersebut bukan hanya teori belaka.
Overthinking adalah masalah umum yang dihadapi oleh banyak orang. Informasi dalam buku ini memberikan cara-cara praktis untuk mengatasi masalah tersebut, sehingga buku Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan sangat bermanfaat bagi pembaca yang ingin meningkatkan kesejahteraan mental mereka.
Cara Hidup Damai dari Contoh Nyata Penulis
Salah satu kelebihan buku Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan adalah pendekatan praktisnya. Penulis memberikan contoh-contoh konkret, sehingga buku ini dapat membantu pembaca untuk memahami konsep-konsep yang dibahas dan menerapkan strategi yang disarankan dalam situasi nyata.
Buku ini memberikan contoh-contoh yang diambil dari pengalaman pribadi penulis. Hal ini membuat contoh-contoh tersebut mudah dipahami sehingga pembaca dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Cara penulis menghadapi masalah pikiran yang berlebihan dalam kehidupannya sangat menginspirasi saya untuk melakukan hal yang sama.
Kesimpulan
Buku Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan layak direkomendasikan kepada pembaca, terutama bagi mereka yang sering mengalami overthinking dan ingin meningkatkan kesejahteraan mental mereka.
Dengan penulis yang berpengalaman puluhan tahun dalam bidang psikiatri, buku ini menawarkan kredibilitas yang kuat dalam setiap saran dan strategi yang disampaikan. Pendekatan praktisnya dengan contoh-contoh konkret membuat buku ini mudah dipahami dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Resensi Buku Mengarang Itu Gampang, Sukses Menulis ala Arswendo Atmowiloto
-
Resensi Buku 'Generation Gap(less)', Strategi Komunikasi Lintas Generasi
-
Resensi Buku 'Goodbye, Things', Hidup Bahagia dengan Sedikit Barang
-
Ulasan Memento Pseudo-Daycare, Webtoon Petualangan yang Tak Biasa
-
Review Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring: Belajar Memaknai Duka
Artikel Terkait
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
7 Manfaat Kesehatan Mengejutkan dari Membaca Buku Setiap Hari
-
Novel Homicide and Halo-Halo: Misteri Pembunuhan Juri Kontes Kecantikan
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Ulasan Buku Terapi Luka Batin: Menemukan Kembali Diri Kita yang Belum Utuh
Ulasan
-
Review Surga di Telapak Kaki Bapak: Drama Keluarga Spesial Lebaran
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper
-
Review Anime Solo Leveling Season 2, Sung Jin-Woo Semakin Overpower
-
Ulasan Manga Sesame Salt and Pudding: Potret Romantis Pernikahan Beda Usia
Terkini
-
Terus Melesat, Pabrik Gula Capai 500 Ribu Penonton dalam 2 Hari Penayangan
-
Persija Jakarta Incar Posisi Empat Besar, Madura United akan Jadi Korban?
-
5 Serum Vitamin C dengan Formula Stabil, Cerahkan Kulit Tanpa Iritasi!
-
Penurunan Harga BBM: Strategi Pertamina atau Sekadar Pengalihan Isu?
-
4 Tips Kelola THR, Cara Cerdas Supaya Uang Gak Cepat Habis!